Tuesday, 02 Jun 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Solok

Diduga Korupsi Iuran Pendidikan, Kepala SMKN 2 Kota Solok Ditahan Polisi

Sabtu, 09 Februari 2019 - 16:26:51 WIB - 2360
Diduga Korupsi Iuran Pendidikan, Kepala SMKN 2 Kota Solok Ditahan Polisi
Ilustrasi


SOLOK - Masih ingat kasus OTT oleh Unit Tipikor Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Solok Kota, terhadap Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kota Solok, AH (58), yang tersangkut kasus tindak pidana korupsi pungutan iuran pendidikan tahun ajaran 2017/2018 llau.??

Ya, Kepala SMKN 2 Kota Solok, AH tahun lalu dilaporkan atas dugaan melakukan tindak pidana korupsi dengan nomor laporan: LP/191/A/VIII/2018/Polres Solok Kota tanggal 25 Agustus 2018.

Dan kemarin, Kamis (7/2) tersangka AH resmi ditahan oleh Unit Tipikor Satreskrim Polres Solok Kota. Penahanan tersangka AH dirutan Mapolres Solok Kota, berdasarkan Surat Penahanan: Han/08/II/2019/Reskrim, tertanggal 7 Februari 2019.

Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan, SIK, MM, Dt. Pandeka Rajo Mudo kepada MinangkabauNews.com, Sabtu (9/02) menyampaikan, bahwa hari ini masyarakat dapat melihat bahwasanya Unit Tipikor Satkreskrim Polres Solok Kota terus bekerja dan menuntaskan kasus yang di OTT pada 25 Agustus 2018 lalu.

"Penyidik telah menyerahkan berkas ke Kejaksaan Negeri Solok yang diterima langsung oleh Kasi Pidsus tanggal 25 September 2018 lalu," katanya.

Meski selama ini, kasus pungutan di SMKN 2 Solok terkesan dingin, namun para penyidik Polres Solok Kota membuktikan, bahwa mereka tetap berusaha menuntaskan kasus yang diungkap tanggal 25 Agustus 2018 lalu.

"Sebelumnya, Sat Reskrim Polres Solok Kota telah menyerahkan berkas perkara dugaan pungutan liar (Pungli) di SMKN 2 Kota Solok pada Selasa 25 September 2018," sebutnya.

Dikatakan, Polres Solok Kota terus berkoordinasi dengan UPP Saber Pungli Polda Sumbar, Kejari Solok, Kejati Sumbar, Dinas Pendidikan Sumbar dan instansi terkait lainnya.

"Hasil koordinasi ini disimpulkan, penanganan penindakan dan proses penyidikan yang telah dilakukan oleh Polres Solok Kota sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Dony, menjelaskan OTT dilaksanakan atas banyaknya keluhan dari orang tua siswa yang merasa keberatan atas iuran pendidikan yang ditetapkan kepada siswa di SMKN 2 Solok. Yakni sebesar Rp 1.920.000 pertahun atau Rp 160.000 perbulan kepada siswa yang dianggap mampu, dan sebesar Rp 1.200.000 pertahun atau Rp. 100.000 bulan kepada siswa yang dianggap kurang mampu.

"Iuran ini dikaitkan dengan SKL atau ijazah bagi murid kelas XII. Selain itu, iuran ini menjadikan siswa tidak bisa ikut UN jika orang tua tidak melunasinya. Iuran ini dibagi dua kategori, kategori mampu membayar penuh dan tidak mampu tetap membayar dengan jumlah berbeda," jelasnya.

Atas perbuatan melawan hukum yang dilakukan AH tersebut, dan untuk mempertanggung jawabkannya AH dijerat dengan Pasal 12 huruf 3/e UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak Pidana Korupsi.

"Dari OTT tersebut kita menyita uang tunai Rp. 219.338.523,- dari Total Rp. 911.342.279,-" ungkapnya. (Fkr)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: metro,solok,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Namanya Ade Armando Si Dosen Jumawa Penebar Kebencian

Namanya Ade Armando Si Dosen Jumawa Penebar Kebencian

oleh : Farid Anshar Alghifari, Mahasiswa Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang Namanya Ade...

Polres Agam Distribusikan 10 Ton Beras Untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

Polres Agam Distribusikan 10 Ton Beras Untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

AGAM -- Dalam upaya penangulangan dampak Covid-19, Kepolisian Resor (Polres) Agam distribusikan bantuan bahan pokok...

Lima Senjata Canggih Bisa Ini Bisa Selamatkan Jepang dari Serangan Nuklir Korea Utara

Lima Senjata Canggih Bisa Ini Bisa Selamatkan Jepang dari Serangan Nuklir Korea Utara

INTERNASIONAL - Sejarah mencatat bahwa Jepang adalah salah satu negara yang pernah jadi korban serangan senjata nuklir....

UPDATE 2 Juni: Tambah 7, Kini Ada 574 Kasus Covid-19 di Sumbar

UPDATE 2 Juni: Tambah 7, Kini Ada 574 Kasus Covid-19 di Sumbar

PADANG -- Pemerintah Sumbar memperlihatkan bahwa masih terjadi penularan virus corona di masyarakat yang menyebabkan...

Darul Siska: Pentingnya Semangat Pancasila dalam Upaya Mengatasi Pandemi Covid-19

Darul Siska: Pentingnya Semangat Pancasila dalam Upaya Mengatasi Pandemi Covid-19

JAKARTA -- Anggota Komisi IX DPR RI, Drs H. Darul Siska menekankan pentingnya Pancasila ditengah pandemi untuk...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu