Tuesday, 31 Mar 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Politik

Jokowi Bawa Cucu Saat Kampanye, Begini Respon KPAI

Minggu, 10 Februari 2019 - 23:09:08 WIB - 1370
Jokowi Bawa Cucu Saat Kampanye, Begini Respon KPAI
Presiden Joko Widodo bersama cucunya Jan Ethes (Foto: CNBC Indonesia)


POLITIK - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra mengatakan agar orang tua tidak membawa anak-anak dalam kampanye. Hal ini menanggapi polemik kehadiran cucu presiden Joko Widodo, Jan Ethes di beberapa kegiatan kampanye.

Undang-undang perlindungan anak Pasal 35 tahun 2014 menyatakan setiap anak memiliki hak dilindungi dari penyalahgunaan kegiatan politik. Bicara perlindungan, setiap anak memiliki hak tumbuh kembang, tidak didiskriminasi," kata Jasra di gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta, Minggu (10/2/2019).

KPAI berharap Jokowi bisa melindungi cucunya dan seluruh anak Indonesia dari kepentingan politik Pemilu 2019, sehingga tidak menimbulkan polemik.

"Setuju atau tidak setuju faktanya video Jan Ethes sudah viral ke publik. Ada yang pro ada yang kontra, nah ini kan kajian sendiri bagi KPAI bagaimana pelibatan anak dalam politik itu kan trennya meningkat," ujarnya dikutip dari laman Viva.co.id.

Apalagi bulan Maret kampanye terbuka akan segera dimulai. Ia khawatir anak-anak yang tak tahu apa-apa ini nantinya justru menjadi korban seperti di-bully. "Kecuali dia 17-18 tahun. Dia punya hak pilih, tentu konteksnya pertarungan politik yang sangat tajam," jelasnya.

KPAI berharap Jokowi tidak membawa cucunya terutama pada kampanye terbuka yang akan dimulai bulan depan. KPAI berharap Jokowi bisa memanfaatkan momen itu sebagai contoh.

"Kita berharap ini pintu masuk. Dan presiden harus menyadarkan publik kalau pelibatan anak dalam politik tentu tidak cocok dalam arena itu," ujarnya.

Jasra mengungkapkan, pada Pemilu 2014, khususnya ketika kampanye partai politik (parpol), KPAI mencatat 270 lebih kasus penyalahgunaan anak, dengan 15 bentuk penyalahgunaan. KPAI khawatir jumlah tersebut bisa meningkat pada Pemilu 2019.

"Kita berharap presiden sebagai kepala negara, melindungi 83 juta anak Indonesia, terutama pelibatan anak dalam politik. Soalnya, kecenderungannya naik," katanya.

KPAI juga mengingatkan agar pendukung pasangan capres cawapres Prabowo-Sandi juga tak membawa anak-anak dalam kampanye. (vv)

Editor/Sumber: Romeo/Viva.co.id
Tag: hukum,indonesia,metro,nasional,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Tingkatkan Focal Point OPD, Pemko Solok Gelar Penyusunan GAP dan GBS

Tingkatkan Focal Point OPD, Pemko Solok Gelar Penyusunan GAP dan GBS

KOTA SOLOK -- Pemerintah daerah Kota Solok gelar pelatihan penyusunan Gender Analysis Pathway (GAP) dan Gender Budget...

Bahayakah Menyemprotkan Disinfektan ke Badan? Begini Kata WHO

Bahayakah Menyemprotkan Disinfektan ke Badan? Begini Kata WHO

NASIONAL - Banyak orang yang berasumsi bahwa menyemprot tubuh dengan alkohol atau klorin dapat membunuh virus corona...

SOP Sentra Pelayanan Pengaduan Pelanggan di PDAM Tirta Alami Tanah Datar Tak Jelas

SOP Sentra Pelayanan Pengaduan Pelanggan di PDAM Tirta Alami Tanah Datar Tak Jelas

TANAH DATAR-Standar Operasional Prosedur Sentra Pelayanan pengaduan bagi pelanggan PDAM Tirta Alami di Tanah Datar di...

Muhammadiyah Tidak Larang Salat Berjemaah di Masjid Tapi Kalau Sakit Lebih Baik Salat di Rumah

Muhammadiyah Tidak Larang Salat Berjemaah di Masjid Tapi Kalau Sakit Lebih Baik Salat di Rumah

JAKARTA -- Menyikapi issue yang berkembang Muhammadiyah melarang Salat Jumat dan slat berjemaah di Masjid, Sekum PP...

Waspadai Virus Corona, Puskesmas Muara Siberut Lakukan Gerakan Cuci Tangan di Pelabuhan

Waspadai Virus Corona, Puskesmas Muara Siberut Lakukan Gerakan Cuci Tangan di Pelabuhan

MENTAWAI - Mengantisipasi Virus Corona terhadap wisatawan asing yang berkunjung, Puskesmas Muara Siberut Kabupaten...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu