Thursday, 22 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

8 Kasus Penyakit Menular Ditemukan di Pariaman, Untuk Pencegahan Dinas Kesehatan Lakukan Ini

Senin, 11 Februari 2019 - 17:21:47 WIB - 2
8 Kasus Penyakit Menular Ditemukan di Pariaman, Untuk Pencegahan Dinas Kesehatan Lakukan Ini
Ilustrasi penyakit kusta


PARIAMAN - Kabid P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Menular Dinkes Kota Pariaman Rio Arisandi menyebutkan ada 8 kasus temuan penyakit Kusta dalam rentang waktu tahun 2017 dan 2018 demikian disampaikannya di Kantor Desa Manggung Kecamatan Pariaman Utara pada KP, Senin (11/02).

Ia menyampaikan penyakit kusta bukanlah untuk ditakuti karena penyakit ini dapat disembuhkan. "Kusta merupakan penyakit paling menular namun paling tidak menular bila diobati dengan cepat," ulas Rio didampingi Kasi. P2M Siti Afsah.

Ia mengungkapkan penularan kusta paling cepat 6 bulan hingga 2 tahun itupun bila terjadi kontak langsung dalam satu keluarga, bersinggungan kulit, melalui luka dan jika kondisi imun tubuh lagi kuat bisa saja tidak dapat ditulari.

"Yang jelas bila seseorang memiliki tanda-tanda terkena penyakit kusta sebaiknya lakukan cek darah ke labor atau BTA (Basil Tahan Asam) yang dapat dilakukan di RSUD M. Djamil Padang," ucap Rio.

Lebih lanjut Rio mengatakan, untuk mengantisipasi menyebarnya penyakit jenis Frambusia ini Dinas Kesehatan telah melakukan survey dan pemeriksaan ke Sekolah Dasar dan pos Lansia. "Kemudian kita juga telah melakukan sosialisasi ke Desa dan Kelurahan," sambungnya.

Ia menghimbau, masyarakat tidak perlu khawatir dan takut akan penularan penyakit kusta, karena bila kondisi kesehatan dan lingkungan terjaga dengan baik penyakit ini tidak akan menular.

"Namun bila penyakit ini tidak diatasi dalam waktu cepat, maka dapat menimbulkan kecacatan, yang diakibatkan semakin berkembangnya bakteri Mycrobacterrial Leprae yang memakan jaringan tubuh," ulasnya.

Di tahun 2017 Rio mengatakan, Dinkes. berhasil menyembuhkan 2 orang penderita penyakit kusta, penyakit itu memiliki dua tipe ringan PB (Pausy Bacterial) dan berat MB (Multi Basil Bacterial). Untuk ringan masa pengobatan 6 bulan dan berat selama 1 tahun, tutupnya. (War)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: kesehatan,padang-panjang,pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Ketua GOW Pasaman Sosialisasikan Batik Pada Generasi Milenial

Ketua GOW Pasaman Sosialisasikan Batik Pada Generasi Milenial

LUBUK SIKAPING - Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Ekonomi kreatif terus dikembangkan oleh Pemerintah pusat maupun daerah....

Ujian Kompetensi Wartawan di Pessel Siap Dihelat, Catat Tanggalnya

Ujian Kompetensi Wartawan di Pessel Siap Dihelat, Catat Tanggalnya

PESISIR SELATAN -- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) akan menggelar...

Pelantikan Anggota DPRD Padang 2019-2024 Belum Jelas, ini Kata Dirjen Otoda RI

Pelantikan Anggota DPRD Padang 2019-2024 Belum Jelas, ini Kata Dirjen Otoda RI

PADANG -- Menyikapi DPRD Padang periode 2014-2019 yang habis masa Jabatan pada tanggal 6 Agustus 2019 sementara DPRD...

Kepengurusan KAN Lareh Nan Panjang Dikukuhkan, Wako Padang Panjang: Mari Saling Menjaga Kerukunan

Kepengurusan KAN Lareh Nan Panjang Dikukuhkan, Wako Padang Panjang: Mari Saling Menjaga Kerukunan

PADANG PANJANG - Walikota Padang Panjang Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano kukuhkan Kepengurusan Kerapatan Adat...

Taklukan Persela 2-0, Semen Padang FC Kembali ke Tren Positif

Taklukan Persela 2-0, Semen Padang FC Kembali ke Tren Positif

BOLA - Tim Kabau Sirah kembali tren positif setelah sejumlah pertandingan tanpa kemenangan di kompetisi Shopee Liga 1...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media