Friday, 26 Apr 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

8 Kasus Penyakit Menular Ditemukan di Pariaman, Untuk Pencegahan Dinas Kesehatan Lakukan Ini

Senin, 11 Februari 2019 - 17:21:47 WIB - 2
8 Kasus Penyakit Menular Ditemukan di Pariaman, Untuk Pencegahan Dinas Kesehatan Lakukan Ini
Ilustrasi penyakit kusta


PARIAMAN - Kabid P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Menular Dinkes Kota Pariaman Rio Arisandi menyebutkan ada 8 kasus temuan penyakit Kusta dalam rentang waktu tahun 2017 dan 2018 demikian disampaikannya di Kantor Desa Manggung Kecamatan Pariaman Utara pada KP, Senin (11/02).

Ia menyampaikan penyakit kusta bukanlah untuk ditakuti karena penyakit ini dapat disembuhkan. "Kusta merupakan penyakit paling menular namun paling tidak menular bila diobati dengan cepat," ulas Rio didampingi Kasi. P2M Siti Afsah.

Ia mengungkapkan penularan kusta paling cepat 6 bulan hingga 2 tahun itupun bila terjadi kontak langsung dalam satu keluarga, bersinggungan kulit, melalui luka dan jika kondisi imun tubuh lagi kuat bisa saja tidak dapat ditulari.

"Yang jelas bila seseorang memiliki tanda-tanda terkena penyakit kusta sebaiknya lakukan cek darah ke labor atau BTA (Basil Tahan Asam) yang dapat dilakukan di RSUD M. Djamil Padang," ucap Rio.

Lebih lanjut Rio mengatakan, untuk mengantisipasi menyebarnya penyakit jenis Frambusia ini Dinas Kesehatan telah melakukan survey dan pemeriksaan ke Sekolah Dasar dan pos Lansia. "Kemudian kita juga telah melakukan sosialisasi ke Desa dan Kelurahan," sambungnya.

Ia menghimbau, masyarakat tidak perlu khawatir dan takut akan penularan penyakit kusta, karena bila kondisi kesehatan dan lingkungan terjaga dengan baik penyakit ini tidak akan menular.

"Namun bila penyakit ini tidak diatasi dalam waktu cepat, maka dapat menimbulkan kecacatan, yang diakibatkan semakin berkembangnya bakteri Mycrobacterrial Leprae yang memakan jaringan tubuh," ulasnya.

Di tahun 2017 Rio mengatakan, Dinkes. berhasil menyembuhkan 2 orang penderita penyakit kusta, penyakit itu memiliki dua tipe ringan PB (Pausy Bacterial) dan berat MB (Multi Basil Bacterial). Untuk ringan masa pengobatan 6 bulan dan berat selama 1 tahun, tutupnya. (War)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: kesehatan,padang-panjang,pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Kacabdin Pendidikan Wilayah I Sumbar Mengingatkan Kepala Sekolah Agar Tidak Melakukan Hal Ini

Kacabdin Pendidikan Wilayah I Sumbar Mengingatkan Kepala Sekolah Agar Tidak Melakukan Hal Ini

BUKITTINGGI - Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah I Drs. Mardison, M.Pd, mengingatkan, kepala sekolah...

Dandim 0312 : Bios 44 Sicairan Ajaib Tingkatkan Ketahanan Pangan di Padang

Dandim 0312 : Bios 44 Sicairan Ajaib Tingkatkan Ketahanan Pangan di Padang

PADANG -- Dandim 0312 giat mensosialisasikan Bios 44 kepada warga Padang untuk peningkatan produktivitas pertanian di...

Jelang Minggu Tenang, KPAI Temukan Ratusan Anak dan Balita Terlibat Kampanye Capres 01 di Karawang

Jelang Minggu Tenang, KPAI Temukan Ratusan Anak dan Balita Terlibat Kampanye Capres 01 di Karawang

JAKARTA -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bersama Bawaslu RI menyatakan menemukan ratusan pelibatan anak dan...

Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona Hadir di Pantai Air Manis Padang

Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona Hadir di Pantai Air Manis Padang

PADANG -- Kementerian Pariwisata RI berkerjasama dengan Dinas Pariwisata Sumatera Barat terus melakukan terobosan untuk...

Sekda Pasaman: Kepala OPD Harus Punya Cara Pandang Positif Tentang Isu Gender

Sekda Pasaman: Kepala OPD Harus Punya Cara Pandang Positif Tentang Isu Gender

...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media