Friday, 22 Feb 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

8 Kasus Penyakit Menular Ditemukan di Pariaman, Untuk Pencegahan Dinas Kesehatan Lakukan Ini

Senin, 11 Februari 2019 - 17:21:47 WIB - 2
8 Kasus Penyakit Menular Ditemukan di Pariaman, Untuk Pencegahan Dinas Kesehatan Lakukan Ini
Ilustrasi penyakit kusta


PARIAMAN - Kabid P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Menular Dinkes Kota Pariaman Rio Arisandi menyebutkan ada 8 kasus temuan penyakit Kusta dalam rentang waktu tahun 2017 dan 2018 demikian disampaikannya di Kantor Desa Manggung Kecamatan Pariaman Utara pada KP, Senin (11/02).

Ia menyampaikan penyakit kusta bukanlah untuk ditakuti karena penyakit ini dapat disembuhkan. "Kusta merupakan penyakit paling menular namun paling tidak menular bila diobati dengan cepat," ulas Rio didampingi Kasi. P2M Siti Afsah.

Ia mengungkapkan penularan kusta paling cepat 6 bulan hingga 2 tahun itupun bila terjadi kontak langsung dalam satu keluarga, bersinggungan kulit, melalui luka dan jika kondisi imun tubuh lagi kuat bisa saja tidak dapat ditulari.

"Yang jelas bila seseorang memiliki tanda-tanda terkena penyakit kusta sebaiknya lakukan cek darah ke labor atau BTA (Basil Tahan Asam) yang dapat dilakukan di RSUD M. Djamil Padang," ucap Rio.

Lebih lanjut Rio mengatakan, untuk mengantisipasi menyebarnya penyakit jenis Frambusia ini Dinas Kesehatan telah melakukan survey dan pemeriksaan ke Sekolah Dasar dan pos Lansia. "Kemudian kita juga telah melakukan sosialisasi ke Desa dan Kelurahan," sambungnya.

Ia menghimbau, masyarakat tidak perlu khawatir dan takut akan penularan penyakit kusta, karena bila kondisi kesehatan dan lingkungan terjaga dengan baik penyakit ini tidak akan menular.

"Namun bila penyakit ini tidak diatasi dalam waktu cepat, maka dapat menimbulkan kecacatan, yang diakibatkan semakin berkembangnya bakteri Mycrobacterrial Leprae yang memakan jaringan tubuh," ulasnya.

Di tahun 2017 Rio mengatakan, Dinkes. berhasil menyembuhkan 2 orang penderita penyakit kusta, penyakit itu memiliki dua tipe ringan PB (Pausy Bacterial) dan berat MB (Multi Basil Bacterial). Untuk ringan masa pengobatan 6 bulan dan berat selama 1 tahun, tutupnya. (War)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: kesehatan,padang-panjang,pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

SK CPNS Formasi Tahun 2018 di Pasbar Dibagikan, Ini Pesan Bupati

SK CPNS Formasi Tahun 2018 di Pasbar Dibagikan, Ini Pesan Bupati

PASAMAN BARAT - Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk formasi tahun 2018 diserahkan langsung...

Makan Bareng dengan Jubir Prabowo-Sandi Dahnil Anzar, Oknum KPU Pariaman Dilaporkan ke Bawaslu

Makan Bareng dengan Jubir Prabowo-Sandi Dahnil Anzar, Oknum KPU Pariaman Dilaporkan ke Bawaslu

PARIAMAN -- Ketua Bawaslu Pariaman Riswan membenarkan telah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya indikasi...

Beredar Isu Ada "Bisnis Lendir" di Kota Solok, Begini Tanggapan Tokoh Adat dan Anggota DPRD

Beredar Isu Ada "Bisnis Lendir" di Kota Solok, Begini Tanggapan Tokoh Adat dan Anggota DPRD

SOLOK - Belakangan ini marak beredar isu adanya bisnis "Lendir" (bisnis pelacuran atau prostitusi) di Kota...

Roby, Santri yang Dikeroyok 17 Temannya di Padang Panjang Akhirnya Meninggal Dunia

Roby, Santri yang Dikeroyok 17 Temannya di Padang Panjang Akhirnya Meninggal Dunia

PADANG - Santri yang menjadi korban pengeroyokan di Ponpes Nurul Ikhlas, Padang Panjang, Sumbar, Robby Alhalim (18)...

Pemko Bukittinggi dan Kejaksaan Teken MoU Mengenai Hal Ini

Pemko Bukittinggi dan Kejaksaan Teken MoU Mengenai Hal Ini

BUKITTINGGI - Pemko Bukittinggi dan Kejaksaan Negeri kerjasama di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Kerjasama itu...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media