Tuesday, 16 Jul 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

Rentang Satu Tahun, 8 Kasus Kusta Ditemukan di Pariaman

Senin, 11 Februari 2019 - 22:55:26 WIB - 670
Rentang Satu Tahun, 8 Kasus Kusta Ditemukan di Pariaman
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


PARIAMAN - Kasi P2M Dinkes Kota Pariaman Siti Afsah menyebutkan ada 8 kasus temuan penyakit Kusta dalam rentang waktu tahun 2017 dan 2018 demikian disampaikannya di Kantor Desa Manggung Kec. Pariaman Utara, Senin (11/02/2019).

Ia menyampaikan penyakit Kusta bukanlah untuk ditakuti karena penyakit ini dapat disembuhkan. "Kusta merupakan penyakit paling menular namun paling tidak menular bila diobati dengan cepat," ulas Siti didampingi Kasi. Surveilens Rio Arisandi.

Ia mengungkapkan penularan Kusta paling cepat 6 bulan hingga 2 tahun itupun bila terjadi kontak langsung dalam satu keluarga, bersinggungan kulit, melalui luka dan jika kondisi imun tubuh lagi kuat bisa saja tidak dapat ditulari.

"Yang jelas bila seseorang memiliki tanda-tanda terkena penyakit Kusta sebaiknya lakukan cek darah ke labor atau BTA (Basil Tahan Asam) yang dapat dilakukan di RSUD M. Djamil Padang," ucap Siti.

Lebih lanjut Siti mengatakan, untuk mengantisipasi menyebarnya penyakit jenis Frambusia ini Dinas Kesehatan telah melakukan survey dan pemeriksaan ke Sekolah Dasar dan pos Lansia. "Kemudian kita juga telah melakukan sosialisasi ke Desa dan Kelurahan," sambungnya.

Siti menghimbau, masyarakat tidak perlu khawatir dan takut akan penularan penyakit Kusta, karena bila kondisi kesehatan dan lingkungan terjaga dengan baik penyakit ini tidak akan menular.

"Namun bila penyakit ini tidak diatasi dalam waktu cepat, maka dapat menimbulkan kecacatan, yang diakibatkan semakin berkembangnya bakteri Mycrobacterrial Leprae yang memakan jaringan tubuh," ulasnya.

Di tahun 2017 Siti mengatakan, Dinkes. berhasil menyembuhkan 2 orang penderita penyakit Kusta. "Penyakit ini memiliki dua tipe ringan PB (Pausy Bacterial) dan berat MB (Multi Basil Bacterial). Untuk ringan masa pengobatan 6 bulan dan berat selama 1 tahun," tutupnya. (war)

Editor/Sumber: Romeo
Tag: daerah,kesehatan,metro,pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Halal Bi Halal IKK-KNG 2019, Basamo Mangko Ka Jadi Elok Untuk Basamo

Halal Bi Halal IKK-KNG 2019, Basamo Mangko Ka Jadi Elok Untuk Basamo

JAKARTA -- Ratusan warga Ikatan Keluarga Koto Nan Gadang (IKK-KNG) menghadiri halal bi halal sekaligus silaturahim...

Mako Pol PP Padang Diserang, Seorang Terluka

Mako Pol PP Padang Diserang, Seorang Terluka

PADANG - Belasan anak "punk" menyerang dan merusak Mako Satpol PP Padang, Jumat (5/7/2019) sekitar pukul...

Kegiatan Focus Group Discussion, Wawako Bukittinggi Katakan Ini

Kegiatan Focus Group Discussion, Wawako Bukittinggi Katakan Ini

BUKITTINGGI - Wakil Wali Kota Bukittinggi, Irwandi menerima kedatangan Direktur Kementerian Pekerjaan Umum dan...

Lomba Perahu Layar Tradisional Dalam FPM Berlangsung di Pantai Jati Tuapejat, Ini Pemenangnya

Lomba Perahu Layar Tradisional Dalam FPM Berlangsung di Pantai Jati Tuapejat, Ini Pemenangnya

MENTAWAI - Lomba perahu Layar Tradisional dalam Festival Pesona Mentawai yang berlangsung di Pantai Jati Tuapejat,...

Disuguhkan Keindahan, Kuliner dan UKM yang Dimiliki Padang Panjang, Peserta ICGE  Merasa Berkesan

Disuguhkan Keindahan, Kuliner dan UKM yang Dimiliki Padang Panjang, Peserta ICGE Merasa Berkesan

PADANG PANJANG - Seminar ICGE yang berlangsung selama dua hari di ISI Padang Panjang memberikan kesan yang mendalam...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media