Friday, 26 Apr 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pesisir Selatan

Terkait Kasus Pengrusakan Hutan Magrove di Mandeh, Bupati Pessel: Ada Permainan Apa Ini??

Selasa, 12 Februari 2019 - 19:54:55 WIB - 1927
Terkait Kasus Pengrusakan Hutan Magrove di Mandeh, Bupati Pessel: Ada Permainan Apa Ini??
Bupati Pessel, Hendrajoni.


PESISIR SELATAN - Bupati Kabupaten Pesisir Selatan Hendrajoni, meminta keseriusan kepada pihak penegak hukum untuk segera tuntaskan kasus pengrusakan hutan Magrove di Kawasan Objek Wisata Mandeh Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan, yang menyeret Wakil Bupati Pessel Rusma Yul Anwar tidak berjalan sampai saat ini.

"Itu berkasnya sudah P21 oleh Kejaksaan Agung RI (Kejagung). Tapi sudah sebulan lebih berkasnya di MA. Kenapa tidak diturunkan, ada apa? Ada intervensi dari siapa? Kalau hukum ya hukum, politik ya politik, jangan dicampur adukkan," kata bupati kepada wartawan di Painan, Selasa (12/2/2019).

Mengenai Kasus ini, Bupati beserta masyarakat Pessel juga menanti kepastian hukum terkait kasus tersebut.

"Jangan ada permainan disini. Kalau tidak, saya cabut lagi surat dukungan untuk sidang di Padang. Biar di Painan saja," ucapnya.

Sebelummya Kejaksaan Negeri (Kejari) Pessel, meminta untuk di sidangkan kasus pengrusakan Hutan Magrove itu di Padang. Sebab, Menurutnya jika di sidangkan di Painan kemungkinan keadaan tidak kondusif.

"Makanya Ibu Kejari meminta surat sama saya, tapi waktu itu berkasnya belum P21. Dengan dasar itu makanya diajukan permintaan ke MA untuk sidang di Padang. Kalau seperti ini kondisinya, saya cabut lagi surat pernyataannya," ucapnya.

Bupati menuturkan, sesuai aturan hukum dimana tempat kejadian perkara (TKP) maka disana tempat sidang dilaksanakan, semuanya pasti kondusif. Sebab, sudah ada aparat kepolisian yang telah berjaga.

"Silahkan sidang di Painan, kenapa harus takut, kepolisian kan ada yang mengawal persidangan itu. Saya pertanyakan ini ke MA kenapa suratnya sampai sekarang tidak turun-turun. Padahal nggak ada aturan lain kok, cuma untuk merestui boleh atau tidak. Itu saja," katanya.

Bupati menilai alasan yang dikatakan pihak Kejaksaan Agung RI adalah alasan yang sangat klasik. Sebab, hingga kini alasannya cuma satu, yakni surat keputusan sidang yang belum keluar dari Mahkamah Agung (MA).

"Padahal cuma permintaan sidang saja. Tapi kok alasannya malah lain. Ini ada permainan apa? Surat di MA itu kan gak perlu analisa. Seharusnya di eksekusi langsung kan bisa, boleh apa tidak sidang di Padang atau di Painan. Kenapa harus dipersulit. MA itu kan gak harus baca-baca berkas," ujarnya.

Sebelumnya sempat di beritakan di Media Massa, terkait kasus pengrusakan hutan Mangrove di Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum), Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan, Cristian Erry menyebutkan, pihaknya masih menunggu pelimpahan berkas P21 dari Kejaksaan Agung RI (Kejagung) di Jakarta.

"Kami sifatnya hanya menunggu saja. Sebab, yang menangani perkara kasus Mandeh itu, adalah penyidik dari Kejagung. Jadi, kami belum tahu kapan akan dilimpahkan. Mudah mudahan secepatnya," ujarnya di Painan.

Ia mengatakan, terkait tindakan hukum selanjutnya, penyidik Kejagung hingga kini masih melakukan koordinasi. Sebab, jika berkas perkara sudah masuk ke Kejari Pessel, pihaknya bakal mengabarkan secepatnya.

"Saya takut nanti salah ngomong, yang jelas kami bekerja sesuai tupoksi masing-masing, mulai dari penyiapan bahan penyusunan rencana program kerja sampai kepada analisis dan pertimbangan hukum penanganan perkara tindak pidana umum," ucapnya. (Rio)

BACA JUGA: Wabup Melalui PHnya Tanggapi Pemberitaan Kasus LH Mandeh, Sikap Bupati Pessel Dipertanyakan

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: daerah,hukum,metro,painan,pesisir-selatan,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Pilpres, Hemofilia dan Luka yang Tak Pernah Kering

Pilpres, Hemofilia dan Luka yang Tak Pernah Kering

Oleh: Hardisman, MD, PhD Rabu 17 April 2019 ini kita telah menyalurkan hak suara kita untuk memilih Presiden-Wakil...

Membumikan Al-Quran di Kabupaten Pasaman, Sebanyak 1.596 Santri Ikuti Pawai Akbar

Membumikan Al-Quran di Kabupaten Pasaman, Sebanyak 1.596 Santri Ikuti Pawai Akbar

PASAMAN - Dalam rangka mensyiarkan kegiatan keagamaan dalam upaya membumikan Al-Quran di Kabupaten Pasaman, sebanyak...

KPU Kota Pariaman Distribusikan Logistik Pemilu, 460 Personil TNI-Polri Lakukan Pengawalan

KPU Kota Pariaman Distribusikan Logistik Pemilu, 460 Personil TNI-Polri Lakukan Pengawalan

PARIAMAN - Komisioner Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman distribusikan logistik Pemilu ke- 4 Kecamatan dengan...

BPBD Kepulauan Mentawai Akan Menggelar Hari Kesiapsiagaan Bencana

BPBD Kepulauan Mentawai Akan Menggelar Hari Kesiapsiagaan Bencana

MENTAWAI - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan menggelar...

Sekolah Keluarga Ubggulan TP PKK Kota Bukittinggi Menggelar Kuliah Umum

Sekolah Keluarga Ubggulan TP PKK Kota Bukittinggi Menggelar Kuliah Umum

...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media