Sunday, 24 Feb 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pesisir Selatan

Terkait Kasus Pengrusakan Hutan Magrove di Mandeh, Bupati Pessel: Ada Permainan Apa Ini??

Selasa, 12 Februari 2019 - 19:54:55 WIB - 1769
Terkait Kasus Pengrusakan Hutan Magrove di Mandeh, Bupati Pessel: Ada Permainan Apa Ini??
Bupati Pessel, Hendrajoni.


PESISIR SELATAN - Bupati Kabupaten Pesisir Selatan Hendrajoni, meminta keseriusan kepada pihak penegak hukum untuk segera tuntaskan kasus pengrusakan hutan Magrove di Kawasan Objek Wisata Mandeh Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan, yang menyeret Wakil Bupati Pessel Rusma Yul Anwar tidak berjalan sampai saat ini.

"Itu berkasnya sudah P21 oleh Kejaksaan Agung RI (Kejagung). Tapi sudah sebulan lebih berkasnya di MA. Kenapa tidak diturunkan, ada apa? Ada intervensi dari siapa? Kalau hukum ya hukum, politik ya politik, jangan dicampur adukkan," kata bupati kepada wartawan di Painan, Selasa (12/2/2019).

Mengenai Kasus ini, Bupati beserta masyarakat Pessel juga menanti kepastian hukum terkait kasus tersebut.

"Jangan ada permainan disini. Kalau tidak, saya cabut lagi surat dukungan untuk sidang di Padang. Biar di Painan saja," ucapnya.

Sebelummya Kejaksaan Negeri (Kejari) Pessel, meminta untuk di sidangkan kasus pengrusakan Hutan Magrove itu di Padang. Sebab, Menurutnya jika di sidangkan di Painan kemungkinan keadaan tidak kondusif.

"Makanya Ibu Kejari meminta surat sama saya, tapi waktu itu berkasnya belum P21. Dengan dasar itu makanya diajukan permintaan ke MA untuk sidang di Padang. Kalau seperti ini kondisinya, saya cabut lagi surat pernyataannya," ucapnya.

Bupati menuturkan, sesuai aturan hukum dimana tempat kejadian perkara (TKP) maka disana tempat sidang dilaksanakan, semuanya pasti kondusif. Sebab, sudah ada aparat kepolisian yang telah berjaga.

"Silahkan sidang di Painan, kenapa harus takut, kepolisian kan ada yang mengawal persidangan itu. Saya pertanyakan ini ke MA kenapa suratnya sampai sekarang tidak turun-turun. Padahal nggak ada aturan lain kok, cuma untuk merestui boleh atau tidak. Itu saja," katanya.

Bupati menilai alasan yang dikatakan pihak Kejaksaan Agung RI adalah alasan yang sangat klasik. Sebab, hingga kini alasannya cuma satu, yakni surat keputusan sidang yang belum keluar dari Mahkamah Agung (MA).

"Padahal cuma permintaan sidang saja. Tapi kok alasannya malah lain. Ini ada permainan apa? Surat di MA itu kan gak perlu analisa. Seharusnya di eksekusi langsung kan bisa, boleh apa tidak sidang di Padang atau di Painan. Kenapa harus dipersulit. MA itu kan gak harus baca-baca berkas," ujarnya.

Sebelumnya sempat di beritakan di Media Massa, terkait kasus pengrusakan hutan Mangrove di Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum), Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan, Cristian Erry menyebutkan, pihaknya masih menunggu pelimpahan berkas P21 dari Kejaksaan Agung RI (Kejagung) di Jakarta.

"Kami sifatnya hanya menunggu saja. Sebab, yang menangani perkara kasus Mandeh itu, adalah penyidik dari Kejagung. Jadi, kami belum tahu kapan akan dilimpahkan. Mudah mudahan secepatnya," ujarnya di Painan.

Ia mengatakan, terkait tindakan hukum selanjutnya, penyidik Kejagung hingga kini masih melakukan koordinasi. Sebab, jika berkas perkara sudah masuk ke Kejari Pessel, pihaknya bakal mengabarkan secepatnya.

"Saya takut nanti salah ngomong, yang jelas kami bekerja sesuai tupoksi masing-masing, mulai dari penyiapan bahan penyusunan rencana program kerja sampai kepada analisis dan pertimbangan hukum penanganan perkara tindak pidana umum," ucapnya. (Rio)

BACA JUGA: Wabup Melalui PHnya Tanggapi Pemberitaan Kasus LH Mandeh, Sikap Bupati Pessel Dipertanyakan

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: daerah,hukum,metro,painan,pesisir-selatan,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Dramatis, Wanita Ini Melahirkan di Mobil Dinas Wabup Limapuluh Kota

Dramatis, Wanita Ini Melahirkan di Mobil Dinas Wabup Limapuluh Kota

LIMA PULUH KOTA - Seorang warga yang tengah mengandung 9 bulan, terpaksa melahirkan anak pertamanya di atas mobil dinas...

Kabar Buat Pencari Kerja, Info Lengkap Calon Pegawai Jalur PPPK

Kabar Buat Pencari Kerja, Info Lengkap Calon Pegawai Jalur PPPK

NASIONAL - Sesuai Pasal 12 Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pekerja Pemerintah dengan...

Polres Bukittinggi Ungkap Kasus Pencurian Di Rumah Caleg DPRD

Polres Bukittinggi Ungkap Kasus Pencurian Di Rumah Caleg DPRD

BUKITTINGGI -- Berkat kerjasama yang baik antara Polres Bukittinggi dan Polda Kepulauan Riau, maka pada hari Sabtu...

LSM Tipikor RI Laporkan Dua Walinagari di Kapupaten Pasaman ke Polisi

LSM Tipikor RI Laporkan Dua Walinagari di Kapupaten Pasaman ke Polisi

PASAMAN - Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Nagari Panti Selatan dan Nagari Koto Kaciak di Kabupaten Pasaman, serta...

Tower Telkomsel Rusak, Masyarakat Mentawai Tidak Bisa Menggunakan Jaringan Internet

Tower Telkomsel Rusak, Masyarakat Mentawai Tidak Bisa Menggunakan Jaringan Internet

MENTAWAI - Tower Telkomsel yang berdiri kokoh di tengah Kecamatan Sikabaluan, sekarang ini tak bersinyal, akibatnya...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media