Friday, 07 Aug 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Padang Panjang

Roby, Santri yang Dikeroyok 17 Temannya di Padang Panjang Akhirnya Meninggal Dunia

Senin, 18 Februari 2019 - 23:12:38 WIB - 12328
Roby, Santri yang Dikeroyok 17 Temannya di Padang Panjang Akhirnya Meninggal Dunia
Roby Alhalim akhirnya menghembuskan nafas terakhir, Senin (18/02) pukul 06.22 WIB di RSUP Dr M. Djamil Padang (Foto: Dok. Istimewa)


PADANG - Santri yang menjadi korban pengeroyokan di Ponpes Nurul Ikhlas, Padang Panjang, Sumbar, Robby Alhalim (18) akhirnya menghembuskan nafas terakhir di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Korban sempat menjalani perawatan dan koma, namun nyawanya tak tertolong.

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP M Djamil Padang, Gustavianof, Senin (18/2/2019) mengatakan, korban meninggal Senin sekira pukul 06.22 WIB.

"Kini jenazah di kamar mayat untuk proses selanjutnya. Belum tahu apakah akan divisum atau tidak," kata Gustavianof kepada awak media.

Sebelumnya Polres Padang Panjang telah menetapkan tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap Robby. Dari 19 santri yang dimintai keterangan, yang akhirnya jadi tersangka 17 orang.

"Benar, kita telah menetapkan 17 orang pelaku anak (sebutan bagi tersangka yang masih anak-anak) dalam kasus penganiayaan santri Pesantren Nurul Ikhlas," kata Kasat Reskrim Polres Padang Panjang Iptu Kalbert Jonaidi melalui Kanit Idik I Ipda Awal Rama, Minggu (117/2) sore.

Menurutnya, penetapan tersangka dilakukan setelah dilakukan gelar perkara dan pra rekonstruksi. Dua santri lainnya yang juga diperiksa, belum didapatkan perannya oleh penyidik dalam kasus yang menghebohkan dunia pendidikan itu.

Ke-17 pelaku anak itu dijerat dengan Pasal 80 ayat (1) dan (2), jo Pasal 76 C Undang-Undang Perlindungan Anak. Mengingat para pelaku masih anak-anak, maka penyidik memilih Diversi atau penyelesaian perkara di luar pengadilan.

"Pihak Pondok Pesantren juga mengajukan kepada Bapak Kapolres supaya pelaku anak ini tidak ditahan. Surat permohonannya ditandatangani oleh seluruh orangtua pelaku anak. Jadi, dari kesimpulan hasil gelar perkara, para pelaku anak tidak ditahan, ada langkah diversi yang diterapkan mengingat ada permohonan dari orang tua dan institusi dan pelaku masih anak-anak," terang IPDA Awal Rama, SE selaku Kanit Idik I Sat Reskrim Polres Padang Panjang (Ril/Putra/AMOI)

Editor/Sumber: Rahmatilahi/AMOI/Pasbana
Tag: daerah,hukum,kriminal,metro,padang,padang-panjang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Satresnarkoba Polres Pariaman Amankan Tiga Pengedar Narkoba

Satresnarkoba Polres Pariaman Amankan Tiga Pengedar Narkoba

PARIAMAN -- Satresnarkoba Polres Pariaman meringkus tiga orang pelaku penyalahgunaan Narkoba jenis Shabu, pada Rabu...

Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Arief Gajah Mada Gelar Kunjungan Kerja ke Kodim 0306/50 Kota

Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Arief Gajah Mada Gelar Kunjungan Kerja ke Kodim 0306/50 Kota

PAYAKUMBUH -- Komandan Korem 032/Wbr Brigjen TNI Arief Gajah Mada menggelar kunjungan kerja ke Kodim 0306/50 Kota di...

Data Terbaru Covid-9 di Sumbar, Tambah 9 Kasus dan Padang Masih Dominan

Data Terbaru Covid-9 di Sumbar, Tambah 9 Kasus dan Padang Masih Dominan

PADANG -- Kasus positif virus Corona (COVID-19) di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), hari ini kembali bertambah 9...

Opini: Pro-Kontra Program POP ala Menteri Nadiem Makarim

Opini: Pro-Kontra Program POP ala Menteri Nadiem Makarim

Oleh: Hari Novar Baru baru ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengalami polemik yang mana sasaran utama...

Begini Hasil Swab Test 193 Sampel di Kota Solok

Begini Hasil Swab Test 193 Sampel di Kota Solok

KOTA SOLOK -- Dengan menerapkan sistem jemput bola dan mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Solok untuk ikut...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu