Saturday, 18 Jan 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Padang Panjang

Roby, Santri yang Dikeroyok 17 Temannya di Padang Panjang Akhirnya Meninggal Dunia

Senin, 18 Februari 2019 - 23:12:38 WIB - 12012
Roby, Santri yang Dikeroyok 17 Temannya di Padang Panjang Akhirnya Meninggal Dunia
Roby Alhalim akhirnya menghembuskan nafas terakhir, Senin (18/02) pukul 06.22 WIB di RSUP Dr M. Djamil Padang (Foto: Dok. Istimewa)


PADANG - Santri yang menjadi korban pengeroyokan di Ponpes Nurul Ikhlas, Padang Panjang, Sumbar, Robby Alhalim (18) akhirnya menghembuskan nafas terakhir di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Korban sempat menjalani perawatan dan koma, namun nyawanya tak tertolong.

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP M Djamil Padang, Gustavianof, Senin (18/2/2019) mengatakan, korban meninggal Senin sekira pukul 06.22 WIB.

"Kini jenazah di kamar mayat untuk proses selanjutnya. Belum tahu apakah akan divisum atau tidak," kata Gustavianof kepada awak media.

Sebelumnya Polres Padang Panjang telah menetapkan tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap Robby. Dari 19 santri yang dimintai keterangan, yang akhirnya jadi tersangka 17 orang.

"Benar, kita telah menetapkan 17 orang pelaku anak (sebutan bagi tersangka yang masih anak-anak) dalam kasus penganiayaan santri Pesantren Nurul Ikhlas," kata Kasat Reskrim Polres Padang Panjang Iptu Kalbert Jonaidi melalui Kanit Idik I Ipda Awal Rama, Minggu (117/2) sore.

Menurutnya, penetapan tersangka dilakukan setelah dilakukan gelar perkara dan pra rekonstruksi. Dua santri lainnya yang juga diperiksa, belum didapatkan perannya oleh penyidik dalam kasus yang menghebohkan dunia pendidikan itu.

Ke-17 pelaku anak itu dijerat dengan Pasal 80 ayat (1) dan (2), jo Pasal 76 C Undang-Undang Perlindungan Anak. Mengingat para pelaku masih anak-anak, maka penyidik memilih Diversi atau penyelesaian perkara di luar pengadilan.

"Pihak Pondok Pesantren juga mengajukan kepada Bapak Kapolres supaya pelaku anak ini tidak ditahan. Surat permohonannya ditandatangani oleh seluruh orangtua pelaku anak. Jadi, dari kesimpulan hasil gelar perkara, para pelaku anak tidak ditahan, ada langkah diversi yang diterapkan mengingat ada permohonan dari orang tua dan institusi dan pelaku masih anak-anak," terang IPDA Awal Rama, SE selaku Kanit Idik I Sat Reskrim Polres Padang Panjang (Ril/Putra/AMOI)

Loading...
Editor/Sumber: Rahmatilahi/AMOI/Pasbana
Tag: daerah,hukum,kriminal,metro,padang,padang-panjang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Irwan Basyir Hadiri Syukuran Kenaikan Pangkat Kapolsek Kuranji Kompol Armijon

Irwan Basyir Hadiri Syukuran Kenaikan Pangkat Kapolsek Kuranji Kompol Armijon

PADANG -- Ketua DPD LPM Kota Padang Irwan Basyir menghadiri syukuran kenaikan Kapolsek Kuranji Kompol Armijon dari Ajun...

Tingkatkan Minat Baca di Pariaman, Pustaka Keliling Jadi Andalan

Tingkatkan Minat Baca di Pariaman, Pustaka Keliling Jadi Andalan

PARIAMAN -- Upaya meningkatkan literasi di setiap kalangan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Pariaman...

Ditantang Ciduk Tersangka Baru Suap PAW Dewan PDIP, Bagaimana Respon KPK?

Ditantang Ciduk Tersangka Baru Suap PAW Dewan PDIP, Bagaimana Respon KPK?

NASIONAL - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru menetapkan empat orang tersangka dalam kasus suap pergantian...

Jakarta Dikepung Banjir, Muhammadiyah Turunkan Kekuatan Penuh

Jakarta Dikepung Banjir, Muhammadiyah Turunkan Kekuatan Penuh

JAKARTA -- Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menurunkan personel dan logistik dalam merespon kejadian...

Bupati Dharmasraya Serahkan Satu Unit Mobil Donor Darah Keliling Untuk PMI

Bupati Dharmasraya Serahkan Satu Unit Mobil Donor Darah Keliling Untuk PMI

DHARMASRAYA - Satu unit mobil donor darah keliling lengkap dengan fasilitas peralatan tranfusi darahnya, diserahkan...


KOMENTAR ANDA



Loading...
kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media