Friday, 22 Mar 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang Panjang

Roby, Santri yang Dikeroyok 17 Temannya di Padang Panjang Akhirnya Meninggal Dunia

Senin, 18 Februari 2019 - 23:12:38 WIB - 11029
Roby, Santri yang Dikeroyok 17 Temannya di Padang Panjang Akhirnya Meninggal Dunia
Roby Alhalim akhirnya menghembuskan nafas terakhir, Senin (18/02) pukul 06.22 WIB di RSUP Dr M. Djamil Padang (Foto: Dok. Istimewa)


PADANG - Santri yang menjadi korban pengeroyokan di Ponpes Nurul Ikhlas, Padang Panjang, Sumbar, Robby Alhalim (18) akhirnya menghembuskan nafas terakhir di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Korban sempat menjalani perawatan dan koma, namun nyawanya tak tertolong.

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP M Djamil Padang, Gustavianof, Senin (18/2/2019) mengatakan, korban meninggal Senin sekira pukul 06.22 WIB.

"Kini jenazah di kamar mayat untuk proses selanjutnya. Belum tahu apakah akan divisum atau tidak," kata Gustavianof kepada awak media.

Sebelumnya Polres Padang Panjang telah menetapkan tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap Robby. Dari 19 santri yang dimintai keterangan, yang akhirnya jadi tersangka 17 orang.

"Benar, kita telah menetapkan 17 orang pelaku anak (sebutan bagi tersangka yang masih anak-anak) dalam kasus penganiayaan santri Pesantren Nurul Ikhlas," kata Kasat Reskrim Polres Padang Panjang Iptu Kalbert Jonaidi melalui Kanit Idik I Ipda Awal Rama, Minggu (117/2) sore.

Menurutnya, penetapan tersangka dilakukan setelah dilakukan gelar perkara dan pra rekonstruksi. Dua santri lainnya yang juga diperiksa, belum didapatkan perannya oleh penyidik dalam kasus yang menghebohkan dunia pendidikan itu.

Ke-17 pelaku anak itu dijerat dengan Pasal 80 ayat (1) dan (2), jo Pasal 76 C Undang-Undang Perlindungan Anak. Mengingat para pelaku masih anak-anak, maka penyidik memilih Diversi atau penyelesaian perkara di luar pengadilan.

"Pihak Pondok Pesantren juga mengajukan kepada Bapak Kapolres supaya pelaku anak ini tidak ditahan. Surat permohonannya ditandatangani oleh seluruh orangtua pelaku anak. Jadi, dari kesimpulan hasil gelar perkara, para pelaku anak tidak ditahan, ada langkah diversi yang diterapkan mengingat ada permohonan dari orang tua dan institusi dan pelaku masih anak-anak," terang IPDA Awal Rama, SE selaku Kanit Idik I Sat Reskrim Polres Padang Panjang (Ril/Putra/AMOI)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber: Rahmatilahi/AMOI/Pasbana
Tag: daerah,hukum,kriminal,metro,padang,padang-panjang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Mentawai Gelar Panggung Kreasi Seni

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Mentawai Gelar Panggung Kreasi Seni

MENTAWAI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Mentawai gelar panggung kreasi seni, berlangsung di halaman...

Wujudkan Visi dan Misi MA, PN Sawahlunto Melaksanakan Penanda Tanganan Maklumat WBK dan WBBM

Wujudkan Visi dan Misi MA, PN Sawahlunto Melaksanakan Penanda Tanganan Maklumat WBK dan WBBM

SAWAHLUNTO - Penanda tanganan Maklumat WBK dan WBBM di Pengadilan Negeri kota Sawahlunto telah terlaksana dengan tertib...

Bedah Buku Pedoman ABS-SBK, Ini Kata Gubernur dan Ketua LKAAM Sumbar

Bedah Buku Pedoman ABS-SBK, Ini Kata Gubernur dan Ketua LKAAM Sumbar

PADANG -- Dinas Kebudayaan Sumbar menggelar Bedah buku Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), di...

Tahun Ini 5 Investor Akan Bangun Hotel di Kota Tabuik

Tahun Ini 5 Investor Akan Bangun Hotel di Kota Tabuik

PARIAMAN - Kepala Bidang (Kabid) DPMPTSP dan Naker Kota Pariaman Andy Franky mengatakan kota yang ramai, dan banyak...

Pemberdayaan Ekonomi Syariah, BKMT Kota Bukittinggi Sudah Memiliki Modal Ratusan Juta Rupiah

Pemberdayaan Ekonomi Syariah, BKMT Kota Bukittinggi Sudah Memiliki Modal Ratusan Juta Rupiah

BUKITTINGGI - Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Bukittinggi setiap bulan mengadakan kegiatan rutin berupa tabligh...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media