Monday, 17 Jun 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang Panjang

Roby, Santri yang Dikeroyok 17 Temannya di Padang Panjang Akhirnya Meninggal Dunia

Senin, 18 Februari 2019 - 23:12:38 WIB - 11441
Roby, Santri yang Dikeroyok 17 Temannya di Padang Panjang Akhirnya Meninggal Dunia
Roby Alhalim akhirnya menghembuskan nafas terakhir, Senin (18/02) pukul 06.22 WIB di RSUP Dr M. Djamil Padang (Foto: Dok. Istimewa)


PADANG - Santri yang menjadi korban pengeroyokan di Ponpes Nurul Ikhlas, Padang Panjang, Sumbar, Robby Alhalim (18) akhirnya menghembuskan nafas terakhir di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Korban sempat menjalani perawatan dan koma, namun nyawanya tak tertolong.

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP M Djamil Padang, Gustavianof, Senin (18/2/2019) mengatakan, korban meninggal Senin sekira pukul 06.22 WIB.

"Kini jenazah di kamar mayat untuk proses selanjutnya. Belum tahu apakah akan divisum atau tidak," kata Gustavianof kepada awak media.

Sebelumnya Polres Padang Panjang telah menetapkan tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap Robby. Dari 19 santri yang dimintai keterangan, yang akhirnya jadi tersangka 17 orang.

"Benar, kita telah menetapkan 17 orang pelaku anak (sebutan bagi tersangka yang masih anak-anak) dalam kasus penganiayaan santri Pesantren Nurul Ikhlas," kata Kasat Reskrim Polres Padang Panjang Iptu Kalbert Jonaidi melalui Kanit Idik I Ipda Awal Rama, Minggu (117/2) sore.

Menurutnya, penetapan tersangka dilakukan setelah dilakukan gelar perkara dan pra rekonstruksi. Dua santri lainnya yang juga diperiksa, belum didapatkan perannya oleh penyidik dalam kasus yang menghebohkan dunia pendidikan itu.

Ke-17 pelaku anak itu dijerat dengan Pasal 80 ayat (1) dan (2), jo Pasal 76 C Undang-Undang Perlindungan Anak. Mengingat para pelaku masih anak-anak, maka penyidik memilih Diversi atau penyelesaian perkara di luar pengadilan.

"Pihak Pondok Pesantren juga mengajukan kepada Bapak Kapolres supaya pelaku anak ini tidak ditahan. Surat permohonannya ditandatangani oleh seluruh orangtua pelaku anak. Jadi, dari kesimpulan hasil gelar perkara, para pelaku anak tidak ditahan, ada langkah diversi yang diterapkan mengingat ada permohonan dari orang tua dan institusi dan pelaku masih anak-anak," terang IPDA Awal Rama, SE selaku Kanit Idik I Sat Reskrim Polres Padang Panjang (Ril/Putra/AMOI)

Editor/Sumber: Rahmatilahi/AMOI/Pasbana
Tag: daerah,hukum,kriminal,metro,padang,padang-panjang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Longsor Terjadi di Jorong Bantiang Agam, Akibat Curah Hujan Yang Tinggi

Longsor Terjadi di Jorong Bantiang Agam, Akibat Curah Hujan Yang Tinggi

AGAM - Curah hujan yang cukup tinggi di sebagian wilayah Kabupaten Agam, Sumatra Barat, (Sumbar), mengakibatkan terjadi...

Jalan Menuju Pasar Muaralabuh Solsel Sudah Rusak Parah, Pengendara Harus Ekstra Hati-hati

Jalan Menuju Pasar Muaralabuh Solsel Sudah Rusak Parah, Pengendara Harus Ekstra Hati-hati

SOLOK SELATAN - Jalan dua jalur menuju pasar Muaralabuh di Jorong Kampung Palak, kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan,...

Dirjen Binmas Islam Prof. Dr. H. Muhammad Yamin, MA, Buka MTQ ke 38 Tingkat Sumbar di Kota Solok

Dirjen Binmas Islam Prof. Dr. H. Muhammad Yamin, MA, Buka MTQ ke 38 Tingkat Sumbar di Kota Solok

SOLOK - Dirjen Binmas Islam Prop. DR. H. Muhammadyah Amin, MA, Sabtu malam (15/6) membuka MTQ ke 38 tingkat Prop....

Upacara Hari Lahir Pancasila, Bupati Pasaman Sampaikan Hal Ini

Upacara Hari Lahir Pancasila, Bupati Pasaman Sampaikan Hal Ini

PASAMAN - Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis menjadi Inspektur upacara pada upacara hari lahir Pancasila di halaman kantor...

MTQ Ke-38 Sumbar 2019 di Kota Solok, Pasaman Optimis Raih Juara Umum

MTQ Ke-38 Sumbar 2019 di Kota Solok, Pasaman Optimis Raih Juara Umum

PASAMAN - Bupati Pasaman, Yusuf Lubis resmi melepas keberangkatan peserta kafilah MTQ Kabupaten Pasaman untuk mengikuti...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media