Friday, 24 May 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Perangi Hoax di Debat Pilpers, 16 Media Arus Utama Kolaborasi Cek Fakta

Rabu, 20 Februari 2019 - 02:12:39 WIB - 337
Perangi Hoax di Debat Pilpers, 16 Media Arus Utama Kolaborasi Cek Fakta
Chek fakta oleh 16 media arus utama


JAKARTA -- Sedikitnya 16 media arus utama dan suara.com turut bergabung dalam melakukan live fact-checking Debat Pilpres 2019.

Dari Debat Capres kedua di Hotel Sultan, Jakarta, yang tayang langsung di televisi pada Minggu (17/2/2019) malam, puluhan klaim yang sempat disampaikan kedua capres berhasil dilakukan pengecekan fakta oleh media-media peserta kolaborasi.

Setidaknya, hingga Senin (18/2/2019) dini hari WIB, sudah ada 24 hasil pengecekan fakta yang tayang di situs CekFakta.com, baik yang dikerjakan bersama-sama di kantor Google Indonesia di Pacific Century Place, Jakarta, maupun di newsroom masing-masing media. Itu belum termasuk beberapa hasil Cek Fakta lainnya yang tayang di laman media-media yang kemungkinan belum terangkum di situs kolaborasi tersebut.

Suara.com sendiri misalnya, menayangkan tak kurang dari 11 hasil Cek Fakta sepanjang mengikuti debat salon presiden tersebut.

Adapun beberapa media arus utama yang mengikuti program ini, selain Suara.com, antara lain adalah Kompas.com, Tempo.co, Detik.com, Viva.co.id, Liputan6.com, Merdeka.com, KBR.id, The Jakarta Post, Kontan, Beritasatu.com, Media Indonesia (Medcom), Times Indonesia, The Conversation, Kabar Medan, Kabar Makassar dan RiauOnline.

Selain itu, kerja sama ini juga mendapat dukungan penuh Google News Initiative, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, dan FirstDraft. Hadir pula di lokasi kerja bersama kali ini sejumlah narasumber dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Auriga Nusantara dan Center for Energy Research Asia (CERA). Kolaborasi ini juga didukung PT Bahasa Kita lewat produk Notula yang merupakan program transkripsi lisan (percakapan) ke bentuk teks secara realtime.

"Saya kira ini adalah sejarah," kata Irene Jay Liu dari Google, dalam salah satu bagian sesi pelatihan Cek Fakta, Sabtu (16/2). Dalam hal ini, Irene mencontohkan bahwa fact-checking yang dilakukan media massa di AS saat Pemilu Presiden negeri itu misalnya, bahkan tidak dilakukan melalui kolaborasi kerja di satu lokasi, melainkan hanya dilakukan di newsroom masing-masing.

Selain bekerja secara bersama-sama di hari-H Debat Capres, rangkaian program kali ini memang juga melibatkan pelatihan untuk penyegaran sekaligus penajaman selama dua hari, Jumat dan Sabtu, bagi para fact-checkers. Dalam pelatihan itu, para jurnalis terutama yang akan bertugas, dibekali berbagai tools dan tips untuk melakukan cek fakta, dilengkapi pula dengan sejumlah sesi latihan dan diskusi.

Terkait konten-konten Cek Fakta, Suara.com sejak bulan November 2018 lalu rutin memproduksi beragam konten yang memerlukan Cek Fakta. Aktivitas semakin meningkat pada masa kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden 2019. Termasuk saat debat capres cawapres.

Bagi Suara.com, anak usaha PT Arkadia Digital Media Tbk yang memiliki kode saham DIGI ini, keterlibatan dalam kolaborasi Cek Fakta sudah menjadi keharusan. Sebagai media penyedia konten, semua informasi yang disampaikan ke publik harus teruji validitas, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Misi seluruh media di bawah grup PT Arkadia Digital Media Tbk adalah meminimalisir peredaran hoaksatau misinformasi/disinformasi, sekaligus mencerdaskan pembaca dan masyarakat pada umumnya, juga menjadi landasan dari produksi konten-konten tersebut.

"Ini memang sejalan dengan semangat dan slogan kami untuk senantiasa menjadi media yang jujur, berimbang dan independen, di mana pada sisi lain kita juga resah terhadap masih maraknya peredaran hoaks," ungkap Suwarjono, Pemimpin Redaksi Suara.com yang juga menjabat COO PT Arkadia Digital Media Tbk.

Dalam Debat Pilpres 2019 perdana pada 17 Januari lalu pun misalnya, telah ada sederet konten Cek Fakta yang dimuat di Suara.com. Saat itu, kendati juga sudah saling berkoordinasi dalam kolaborasinya, media-media dalam wadah kerja sama ini masih melakukannya secara terpisah di newsroom masing-masing alias belum ada ruang kerja bersama.

Sekadar diketahui, kesepakatan kolaborasi Cek Fakta sendiri diresmikan pada Mei 2018 lalu, yang secara formil dilakukan lewat penandatanganan dokumen oleh para pemimpin redaksi 22 media dan Google. Saat itu pula, seiring acara "Trusted Media Summit 2018" yang digelar di Hotel Grand Melia, Jakarta, laman CekFakta.com diluncurkan. (Rel)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: indonesia,nasional

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Mentawai Akan Gunakan Rp 60 Miliyar Untuk Pembangunan Fisik

Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Mentawai Akan Gunakan Rp 60 Miliyar Untuk Pembangunan Fisik

MENTAWAI - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Mentawai, akan melaksanakan program...

Walikota Pariaman: Berwisata di Monumen AL Sambil Mengenang Sejarah

Walikota Pariaman: Berwisata di Monumen AL Sambil Mengenang Sejarah

PARIAMAN - Tercatat dalam sejarah perjuangan ALRI pada masa kemerdekaan, kota Pariaman mempunyai peran yang sangat...

TSR VII Pariaman Kunjungi Mesjid Nurul Iman

TSR VII Pariaman Kunjungi Mesjid Nurul Iman

PARIAMAN - TSR (Tim Safari Ramadhan) VII kunjungi Mesjid Nurul Iman di Desa Naras I Kecamatan Pariaman Utara pada Rabu...

1000 Paket Sembako Gratis Bakal Dibagikan Pemko Solok

1000 Paket Sembako Gratis Bakal Dibagikan Pemko Solok

SOLOK - Pemerintah Kota Solok akan menggelar bazar ramadhan dikomplek taman Istiqlal Park Lapangan Merdeka Kota Solok,...

Kemarau Panjang, Air Sumur dan PAM di Mentawai Mengalami Kekeringan

Kemarau Panjang, Air Sumur dan PAM di Mentawai Mengalami Kekeringan

MENTAWAI - Masyarakat Mentawai khususnya di sekitaran Tuapejat mengalami kekurangan air bersih, sudah beberapa minggu...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media