Thursday, 23 May 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pariwisata

Dinpar Sumbar : Pentingnya Peran Masyarakat Lokal Kelola Obyek Wisata

Kamis, 21 Februari 2019 - 06:04:39 WIB - 349
Dinpar Sumbar : Pentingnya Peran Masyarakat Lokal Kelola Obyek Wisata
Bimtek kegiatan peningkatan dan pengembangan gerakan sadar wisata bagi 100 pelaku wisata di Hotel Rocky, Padang, Sumbar, Rabu (20/2/2019


PADANG -- Sebuah daya tarik wisata yang berada di tengah masyarakat setempat menjadi sangat penting. Sebab, dukungan yang diberikan oleh masyarakat dapat meningkatkan berbagai aspek, baik sosial, budaya, maupun ekonomi masyarakat.

Kadis Pariwisata Sumbar Oni Yulfian mengatakan, masyarakat Sumatera Barat, harus melek wisata artinya segala sesuatu dikaitkan dengan pengembangan kepariwsataan sebagai upaya memberikan keuntungan dan kesejahteraan dari sektor pariwisata.

"Masyarakat khususnya disekitar obyek harus sadar wisata, tingkatkan hospitality (keramahan) dan memiliku ilmu mitigasi bencana," kata Oni Yulfian usai membuka Bimtek kegiatan peningkatan dan pengembangan gerakan sadar wisata bagi 100 pelaku wisata di Hotel Rocky, Padang, Sumbar, Rabu (20/2/2019).

Menurutnya, gerakan sadar wisata penting dilakukan, karena kawasan wisata Sumatera Barat yang kaya kuliner dan pemandangan alam yang indah.

"Sehingga tidak mungkin, kami bergerak sendirian untuk menata dan menjaga kawasan wisata ini. Partisipasi dari seluruh pihak sangat diperlukan, karena kalau lokasinya bersih, maka kunjungan juga ramai dan pedagang juga untung," ujarnya.

Doni mengaku, selama ini tingkat kesadaran masyarakat maupun pelaku wisata sangat rendah, terbukti masih banyaknya sampah yang berserakan di lokasi wisata, padahal pihaknya telah menyediakan tempat sampah yang memadai.

"Untuk membuang sampah saja masih sembarangan, inilah yang perlu kita ubah, sehingga kedepannya bisa lebih baik. Tujuan utamanya adalah pengunjung memiliki kenangan yang indah atas lokasi yang dikunjungi," imbuh Oni

Kadis Pariwisata Sumbar menambahkan mengungkapkan, peran serta masyarakat setempat terhadap sebuah daya tarik wisata menjadi salah satu aspek dominan.

"Apakah masyarakat ikut mendukung kemajuan daya tarik wisata tersebut atau justru malah terjadi konflik dengan masyarakat setempat akibat keberadaan daya tarik wisata," jelasnya. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: pariwisata,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Pedagang Pabukoan Kota Solok Demo Tolak Ditempatkan di Istiqlal Park

Pedagang Pabukoan Kota Solok Demo Tolak Ditempatkan di Istiqlal Park

SOLOK - Pedagang pabukoan yang tergabung dalam solidaritas pedagang pabukoan Kota Solok menolak ditempatkan diarea...

Film Berkonten LGBT, Wako Padang Surati LSF dan Mendikbud Tolak Film Kucumbu Tubuh Indahku

Film Berkonten LGBT, Wako Padang Surati LSF dan Mendikbud Tolak Film Kucumbu Tubuh Indahku

PADANG -- Film besutan sutradara Garin Nugraha Kucumbu Tubuh Indahku disebut-sebut sebagai film tentang LGBT yang...

Untuk Pengamanan Lokasi Kegiatan Balimau, Satpol PP Kota Padang Turunkan 350 Personel

Untuk Pengamanan Lokasi Kegiatan Balimau, Satpol PP Kota Padang Turunkan 350 Personel

PADANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang mengamankan 12 lokasi kegiatan "balimau" atau...

Untuk Menbahas Hal Ini, Pemko Padang Panjang Adakan Pertemuan Dengan BPJS Kesehatan

Untuk Menbahas Hal Ini, Pemko Padang Panjang Adakan Pertemuan Dengan BPJS Kesehatan

PADANG PANJANG - Pemerintah Kota Padang Panjang bersama BPJS Kesehatan Kantor Cabang Bukittingi melakukan pertemuan...

Rencanakan Bangun Jembatan di Objek Wisata Pantai Carocok, Pemkab Pessel Anggarkan Rp16,5 Miliyar

Rencanakan Bangun Jembatan di Objek Wisata Pantai Carocok, Pemkab Pessel Anggarkan Rp16,5 Miliyar

PESISIR SELATAN - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan tahun depan berencana membangun dua buah jembatan di Kawasan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media