Thursday, 17 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Agam

Masyarakat Agam Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan PT. BSS, Mereka Menuntut Lima Hal Ini

Senin, 25 Februari 2019 - 07:58:01 WIB - 1041
Masyarakat Agam Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan PT. BSS, Mereka Menuntut Lima Hal Ini
puluhan masyarakat Dusun Satu Jorong Batu Hampar, Kabupaten Agam, Sumbar, gelar unjuk rasa di depan PT. Bukit Sawit Semesta (BSS), Minggu (24/2).


AGAM - Ikatan Pemuda Sarasah Antokan beserta puluhan masyarakat Dusun Satu, Jorong Batu Hampar, Kenagarian Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar), gelar unjuk rasa di depan PT. Bukit Sawit Semesta (BSS), Minggu (24/2).

Masyarakat setempat menilai Keberadan PT. BSS tersebut menimbulkan banyak dampak buruk dari pada baiknya. Dalam unjuk rasa tersebut, masyarakat melaksanakan aksi membakar ban dan memblokir akses masuk ke perusahaan tersebut. Hal itu merupakan sebagai bentuk keseriusan masyarakat terhadap hak-haknya.

Ketua Ikatan Pemuda Sarasah Antokan Dusun Satu Jorong Batu Hampar Kenagarian Manggopoh, BZ. Dt Rajo Dihilia mengatakan, dalam gelar unjuk rasa tersebut terdapat lima poin tuntutan masyarakat.

Pertama, masyarakat meminta kepada pimpinan PT BSS agar dapat menjelaskan keberadaan lokasi perusaan tersebut. Karena, didalam administrasi letak PT BSS di Pandam Jorong Pasa Durian sedangkan nyatanya PT tersebut berada di Rimbo Talang Dusun Satu Jorong Batu Hampar Manggopoh.

Kedua, masyarakat menuntut agar perusahaan dapat mengganti sawit masyarakat yang mati dan tidak dapat menghasilkan lagi.

Ketiga, maayarakat menuntuk agar perusahaan segera menyelesaikan persoalan dengan pemilik lahan jalan swadaya karena jalur tesebut digunakan setiap hari untuk kepentingan perusahaan.

Keempat, masyarakat meminta agar pimpinan perusahaan dapat segera menyelesaikan kaitan serikat pekerja dan menjunjung tinggi hak pekerja untuj berserikat tenaga kerja bongkar muat di PT BSS.

Kelima, Masyarakat meminta perusahaan untuk menyelesaikan hak ulayat ninik mamak.

"Tuntutan tersebut merupakan kewajiban dan harus dijawab oleh perusaahan. Banyak hal yang dilalaikan oleh perusahaan sedangkan perusaahan terus beroprasi," ujarnya.

Seharusnya keberadaan perusaahan memiliki dampak baik terhadap masyarakat. Namun semenjak beradanya perusaan tersebut lebih banyak mudarat daripada manfaatnya.

"Seusai aksi, kita diajak mediasi dengan pihak perusaahan, mereka memenuhi tuntutan kita, tiga diantaranya difasilitasi oleh Wali Nagari," katanya. (JNS)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: agam,metro,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Polres Agam Ciduk Seorang Tersangka Penyalahgunaan Narkoba, Begini Kronologisnya

Polres Agam Ciduk Seorang Tersangka Penyalahgunaan Narkoba, Begini Kronologisnya

AGAM - Satres Narkoba Polres Agam kembali mengamankan terduga pelaku tindak pidana penyalahgunaan Narkotika Gol I jenis...

Tumpukan Material Proyek Pembangunan SDN 06 Sigando Padang Panjang Diduga Ganggu Fungsi Jalan

Tumpukan Material Proyek Pembangunan SDN 06 Sigando Padang Panjang Diduga Ganggu Fungsi Jalan

...

Diduga Korban Pembunuhan, DW Ditemukan Bersimbah Darah di Perumahan PT. Agro Wiratama Pasbar

Diduga Korban Pembunuhan, DW Ditemukan Bersimbah Darah di Perumahan PT. Agro Wiratama Pasbar

PASAMAN BARAT - Sesosok mayat wanita dewasa ditemukan bersimbah darah di dalam rumah perumahan lahan 2 PT. Agro...

Fitri Nora Perempuan Pertama Jabat Ketua DPRD Kota Pariaman

Fitri Nora Perempuan Pertama Jabat Ketua DPRD Kota Pariaman

PARIAMAN -- Tiga orang pimpinan defenitif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pariaman diambil sumpah pada Rapat...

Baru Siap Dibangun Tahun 2018, TPI di Desa Muara Siberut Mentawai Sudah Ditumbuhi Rumput

Baru Siap Dibangun Tahun 2018, TPI di Desa Muara Siberut Mentawai Sudah Ditumbuhi Rumput

MENTAWAI - Bangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Dusun Puro satu Desa Muara Siberut Kecamatan Siberut Selatan tak...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media