Thursday, 27 Jun 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Heboh Polemik Istilah Kafir di Indonesia Dibahas Media Malaysia

Kamis, 07 Maret 2019 - 12:07:28 WIB - 3765
Heboh Polemik Istilah Kafir di Indonesia Dibahas Media Malaysia
Bendera Malaysia (Foto: Dok Istimewa)


INTERNASIONAL - Penggantian istilah kafir menjadi perdebatan hangat di tengah masyarakat Indonesia setelah Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (NU) menghasilkan rekomendasi dari Munas dan Konbes NU beberapa waktu lalu. Polemik yang ada sejauh ini menghasilkan dua kubu, yakni antara yang mendukung dan yang kurang antusias dalam mengganti istilah kafir dengan warga negara untuk orang Indonesia yang non-Muslim.

Teranyar, polemik itu menjadi bahan pemberitaan di Malaysia. Salah satu lembaga pers setempat, Malaysia Kini, turut mengulas hasil rekomendasi Bahtsul Masail NU tersebut. Dalam sebuah artikel, media itu menyebut keputusan NU telah menggemparkan wacana umat Islam tidak hanya di Indonesia.

"Baru-baru ini sebuah organisasi Islam tertua dunia, Nahdhatul Ulama (NU) di Indonesia mengeluarkan satu kenyataan yang menggembarkan wacana umat Islam di dunia," demikian dikutip dari laman Malaysiakini, Rabu (6/3).

Artikel tersebut juga mengungkapkan, belum pernah ada wacana semisal rekomendasi Bahtsul Masail NU itu di Malaysia. Kalaupun bisa dianggap ada, wacana demikian hanya dibahas dalam forum-forum tertutup di lingkungan pakar, tanpa melibatkan orang awam.

Artikel Malaysia Kini itu membenarkan bila wacana yang dimunculkan NU tersebut telah menjadi perbincangan yang cukup menarik bagi warga Malaysia. Dipaparkan pula tentang pemaknaan istilah kafir di dalam Alquran.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah angkat suara. Menurut Waketum MUI Zainut Tauhid Saadi, umat Islam diminta tak berlebihan dalam menanggapi hasil Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar PBNU itu.

Dia mengajak masyarakat untuk dapat menghargai putusan yang merupakan ijtihad kolektif para alim ulama di lingkungan NU. Putusan itu, kata Zainut, memiliki alasan, dalil, dan pendapat yang dapat dipertanggungjawabkan

"MUI mengimbau kepada umat Islam untuk tidak terjebak pada polemik yang berlebihan atas putusan Munas NU terkait dengan penyebutan orang yang beragama selain Islam dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara dengan sebutan kafir," kata Zainut kepada wartawan di Jakarta, Senin (4/3). (rep)

Editor/Sumber: Romeo/Republika.co.id
Tag: hukum,indonesia,internasional,metro,nasional,politik

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Duka Idul Fitri, Selamatkan Adik, Sang Kakak Tenggelam di Laut Padang Pariaman, Sumbar

Duka Idul Fitri, Selamatkan Adik, Sang Kakak Tenggelam di Laut Padang Pariaman, Sumbar

PADANG PARIAMAN - Bermaksud menyelematkan adiknya yang diseret gelombang ke tengah laut. Seorang remaja Ikhfal Handoko...

Satpol PP Kota Padang Tertibkan Lapak-lapak Pedagang Liar di kawasan Batang Arau

Satpol PP Kota Padang Tertibkan Lapak-lapak Pedagang Liar di kawasan Batang Arau

PADANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang menertibkan lapak-lapak Pedagang Liar yang sengaja...

Lepas Tim Jambore PKK ke Tanah Datar, Bupati Pasaman Sampiakan Hal Ini

Lepas Tim Jambore PKK ke Tanah Datar, Bupati Pasaman Sampiakan Hal Ini

PASAMAN -- Bupati Pasaman Yusuf Lubis dan Wakil Bupati Pasaman Atos Pratama resmi melepas keberangkatan Tim Jambore PKK...

MTQ Ke-38 Sumbar 2019 di Kota Solok, Pasaman Optimis Raih Juara Umum

MTQ Ke-38 Sumbar 2019 di Kota Solok, Pasaman Optimis Raih Juara Umum

PASAMAN - Bupati Pasaman, Yusuf Lubis resmi melepas keberangkatan peserta kafilah MTQ Kabupaten Pasaman untuk mengikuti...

Bangun Tali Silaturahmi, Pemkab Pasaman Buka Puasa Bersama Dengan Wartawan dan LSM

Bangun Tali Silaturahmi, Pemkab Pasaman Buka Puasa Bersama Dengan Wartawan dan LSM

PASAMAN - Dalam rangka membangun tali silaturahmi antara wartawan dengan Pemerintah Daerah, Pemerintah Kabupaten...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media