Monday, 16 Dec 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Heboh Polemik Istilah Kafir di Indonesia Dibahas Media Malaysia

Kamis, 07 Maret 2019 - 12:07:28 WIB - 4017
Heboh Polemik Istilah Kafir di Indonesia Dibahas Media Malaysia
Bendera Malaysia (Foto: Dok Istimewa)


INTERNASIONAL - Penggantian istilah kafir menjadi perdebatan hangat di tengah masyarakat Indonesia setelah Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (NU) menghasilkan rekomendasi dari Munas dan Konbes NU beberapa waktu lalu. Polemik yang ada sejauh ini menghasilkan dua kubu, yakni antara yang mendukung dan yang kurang antusias dalam mengganti istilah kafir dengan warga negara untuk orang Indonesia yang non-Muslim.

Teranyar, polemik itu menjadi bahan pemberitaan di Malaysia. Salah satu lembaga pers setempat, Malaysia Kini, turut mengulas hasil rekomendasi Bahtsul Masail NU tersebut. Dalam sebuah artikel, media itu menyebut keputusan NU telah menggemparkan wacana umat Islam tidak hanya di Indonesia.

"Baru-baru ini sebuah organisasi Islam tertua dunia, Nahdhatul Ulama (NU) di Indonesia mengeluarkan satu kenyataan yang menggembarkan wacana umat Islam di dunia," demikian dikutip dari laman Malaysiakini, Rabu (6/3).

Artikel tersebut juga mengungkapkan, belum pernah ada wacana semisal rekomendasi Bahtsul Masail NU itu di Malaysia. Kalaupun bisa dianggap ada, wacana demikian hanya dibahas dalam forum-forum tertutup di lingkungan pakar, tanpa melibatkan orang awam.

Artikel Malaysia Kini itu membenarkan bila wacana yang dimunculkan NU tersebut telah menjadi perbincangan yang cukup menarik bagi warga Malaysia. Dipaparkan pula tentang pemaknaan istilah kafir di dalam Alquran.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah angkat suara. Menurut Waketum MUI Zainut Tauhid Saadi, umat Islam diminta tak berlebihan dalam menanggapi hasil Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar PBNU itu.

Dia mengajak masyarakat untuk dapat menghargai putusan yang merupakan ijtihad kolektif para alim ulama di lingkungan NU. Putusan itu, kata Zainut, memiliki alasan, dalil, dan pendapat yang dapat dipertanggungjawabkan

"MUI mengimbau kepada umat Islam untuk tidak terjebak pada polemik yang berlebihan atas putusan Munas NU terkait dengan penyebutan orang yang beragama selain Islam dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara dengan sebutan kafir," kata Zainut kepada wartawan di Jakarta, Senin (4/3). (rep)

Loading...
Editor/Sumber: Romeo/Republika.co.id
Tag: hukum,indonesia,internasional,metro,nasional,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Kepala Suku Sakai Mandau Bengkalis Dikukuhkan

Kepala Suku Sakai Mandau Bengkalis Dikukuhkan

BENGKALIS - Bupati Bengkalis Amril Mukminin mendelegasikan kehadirannya kepada Asisiten Administrasi Sekretariat Daerah...

Aksi Heroik Wahyu Lakukan Penyelamatan Balita Hanyut,  Polres Solsel Beri Penghargaan

Aksi Heroik Wahyu Lakukan Penyelamatan Balita Hanyut, Polres Solsel Beri Penghargaan

SOLOK SELATAN -- Atas keberanian dan aksi Wahyu, pemuda yang melakukan penyelamatan balita, Aldi (3) di Jembatan Batang...

Samsat 50 Kota Jemput Bola ke Nagari, Layani Ribuan Unit Kendaraan Taat Pajak

Samsat 50 Kota Jemput Bola ke Nagari, Layani Ribuan Unit Kendaraan Taat Pajak

LIMAPULUH KOTA - Kantor UPT pelayanan Pendapatan Daerah (PPD) Samsat di Sarilamak, Limapuluh Kota memberi kemudahan...

Hendak Bongkar Tanah, Truk Colt Diesel Rebah Kuda di Koto Baru-Dharmasraya

Hendak Bongkar Tanah, Truk Colt Diesel Rebah Kuda di Koto Baru-Dharmasraya

DHARMASRAYA -- Sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel rebah saat membongkar tanah timbunan di sebuah bangunan yang masih...

PMR-WIRA SMKN 1 Sutera Pessel Galang Dana Bantu Korban Banjir Bandang di Solsel

PMR-WIRA SMKN 1 Sutera Pessel Galang Dana Bantu Korban Banjir Bandang di Solsel

PESISIR SELATAN -- Sejumlah relawan yang terdiri dari Palang Merah Remaja (PMR) - WIRA SMK Negeri 1 Sutera Kabupaten...


KOMENTAR ANDA



Loading...
kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media