Monday, 17 Jun 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Parlemen dan Parpol

Mantan anggota DPRD Kota Padang, Helmi Moesim Kecewa Pengurus Masjid Darussalam

Sabtu, 16 Maret 2019 - 04:56:21 WIB - 424
Mantan anggota DPRD Kota Padang, Helmi Moesim Kecewa Pengurus Masjid Darussalam
mobil ambulance


PADANG -- Mantan anggota DPRD Kota Padang, Helmi Moesim mengaku kecewa kepada pengurus Masjid Darussalam yang tak kunjung membelikan ambulance. Padahal, dana hibah melalui pokir sudah lama cair.

"Ambulance-nya kan sudah didatangkan sekitar 6 hari yang lalu. Itu kan pokir saya selaku anggota dewan di tahun 2018. Saya kecewa dengan pengurus masjid karena terlambat dibelikan ambulance, padahal dananya sudah masuk ke rekening pengurus," jelasnya ketika dihubungi media ini, Sabtu, 16 Maret 2019.

Helmi Moesim mengaku heran kapada masyarakat yang mempersoalkan hal tersebut dengan mengadu ke Partai Golkar. Pasalnya, dana pokir tersebut berasal dari dirinya, bukan Partai Golkar.

"Kalau melapor itu ke Polisi, ke Kejaksaan, ke KPK, jangan ke Golkar. Jadi, sia nan bungkuk, itu dimakan saruang. Namun, saya tidak bisa menuduh siapa yang bermain, karena dana itu ke pengurus masjid, yaitu ketua dan bendahara," ujarnya.

Ketika dana itu sudah cair, cepat dibelikan ke ambulance, dapat digunakan untuk membawa mayat, kan cuma itu tujuan saya. Sebab, apabila dana hibah tersebut sudah ditransfer ke rekening penerima dana hibah, tidak ada lagi hak anggota DPRD. Jangankan mau meminjam atau lain sebagainya, melihat uang dana hibah itu saja anggota dewan tidak boleh," terangnya.

Dikatakan Caleg Partai Berkarya ini, dari empat ambulance yang dibeli melalui dana pokir, hanya ambulance untuk Masjid Darussalam itu yang lambat pembeliannya.

"Sedangkan mereka membeli Luxio saja, tidak mau saya. Luxio itu harganya hanya Rp 165 juta, sedangkan dana hibah sebesar Rp 200 juta. Tapi kabarnya memang APV yang dibeli akhirnya," ucap Helmi.

Sedangkan soal becak motor, Helmi mengatakan, sudah diserahkan, namun belum diberikan ke penanggungjawab. Sebabnya, terjadi rebutan di internal masyarakat. "Karena yang lama itu kurang bertanggungjawab terhadap pemeliharaan betor," cakapnya. (rel)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: legislator,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Duka Idul Fitri, Selamatkan Adik, Sang Kakak Tenggelam di Laut Padang Pariaman, Sumbar

Duka Idul Fitri, Selamatkan Adik, Sang Kakak Tenggelam di Laut Padang Pariaman, Sumbar

PADANG PARIAMAN - Bermaksud menyelematkan adiknya yang diseret gelombang ke tengah laut. Seorang remaja Ikhfal Handoko...

240 Personil Diturunkan pada Pelaksanaan MTQ ke-XXXVIII di Kota Solok

240 Personil Diturunkan pada Pelaksanaan MTQ ke-XXXVIII di Kota Solok

SOLOK -- Pemerintah Kota Solok menurunkan tim gabungan 240 orang personil pada pelaksanaan Musabaqhoh Tilawatil Quran...

50 Mobil Xenia Keliling Sumbar, Ini Pesan Wagub Nasrul Abit

50 Mobil Xenia Keliling Sumbar, Ini Pesan Wagub Nasrul Abit

PADANG -- Sedikitnya 50 mobil Avanza Xenia Solusion (AXS) Padang mengikuti konvoi keliling, di halaman kantor Gubernur,...

Drainase di Kota Painan Tidak Berfungsi, Air Meluap Ke Rumah Warga

Drainase di Kota Painan Tidak Berfungsi, Air Meluap Ke Rumah Warga

PESISIR SELATAN - Sejumlah masyarakat mengeluhkan buruknya sistem saluran drainase Kota Painan yang tidak berfungsi...

Bimtek AKD Berpengaruh Terhadap Kinerja Anggota Dewan di Pasaman

Bimtek AKD Berpengaruh Terhadap Kinerja Anggota Dewan di Pasaman

PASAMAN - Delsi Syafei, SH. Kabag Umum dan Keuangan DPRD Kabupaten Pasaman mengatakan Bimtek AKD yang dilaksanakan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media