Thursday, 27 Jun 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Agam

Kebun Kopi Sibarasok Peninggalan Penjajahan Kolonial Belanda di Agam

Sabtu, 16 Maret 2019 - 08:56:38 WIB - 805
Kebun Kopi Sibarasok Peninggalan Penjajahan Kolonial Belanda di Agam
Kebun Kopi Sibarasok dan Pondasi Peniggalan Kolonial Belanda.


AGAM - Sebuah gudang disertai 400 hektar kebun kopi peninggalan penjajahan Kolonial Belanda berdampak pada kehidupan masyarakat hingga saat ini. Kebun kopi tersebut berada di Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, (Sumbar).

Menurut Hamidi (62), warga setempat, mengatakan pasca penjajahan berakhir lahan perkebunan tersebut dikembalikan lagi kemasyarakat. Kemudian niniak mamak membagi lahan itu kepada masing-masing kaumnya.

"Perkebunan ini dimulai semenjak tahun 1936. Pasca penjajahan berakhir masyarakat kembali menggarap lahan tersebut secara tradisional walau hanya dengan kemampuan yang sangat sederhana," ujarnya kepada MinangkabauNews.com, Sabtu, (16/3).

Jenis bibit kopi yang ditanam oleh Belanda berupa Rebusta. Masyarakat sempat menukar jenis bibit Arabika, namun tidak cocok dan pemasarannya susah.

"Untuk pengolahan secara modren, kami belum mendapatkan ilmunya seperti pengolahan yang dilakukan oleh belanda, sehingga pengolahan yang kami lakukan masih secara tradisional," ujarnya.

Selain dari perkebunan, peniggalan Belanda berupa bangunan juga terdapat disini, walau hanya menyisakan puluhan tongga dan beberapa pondasi saja.

"Peninggalan Belanda berupa bangunan disini hanya meninggalkan beberpa tongga dan pondasi. Peninggalan ini tidak terawat dan begitu pula dengan peninggalan berupa sisa-sia logam yang sebagian besar sudah banyak yang hilang, namun sebagian kecil masil ada disimpan oleh warga setempat," jelasnya.

Selain dari perkebunan, daerah ini sangat berpotensi dikembangkan sebagai agrowisata dan sejarah Gudang Kopi Peninggaoan Kolonial Belanda.

"Panorama dari Puncak Bukit Kebun Sibarasok dan Puncak Pemancar disini sangat indah. Selain itu, panorama Danau Maninjau dan Pantai tiku sangat jelas dari atas sana," ungkapnya. (JNS)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: agam,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Pastikan Laik Untuk Berlayar, Wako Pariaman Melakukan Pengecekan 32 Kapal Wisata

Pastikan Laik Untuk Berlayar, Wako Pariaman Melakukan Pengecekan 32 Kapal Wisata

PARISMAN - Wali Kota Pariaman, Genius Umar dan Wakil, Mardison Mahyuddin bersama Forkopimda dampimgi Kesyahbandaran dan...

Hujan Lebat Guyur Padang Panjang, Tebing di Silaing Bawah Longsor

Hujan Lebat Guyur Padang Panjang, Tebing di Silaing Bawah Longsor

PADANG PANJANG -- Hujan lebat yang terus mengguyur sejak beberapa hari terakhir, menyebabkan satu lokasi tebing di...

Pengurus PWI Kota Padang Panjang Dikukuhkan, Ini Harapan Wako Pada Wartawan

Pengurus PWI Kota Padang Panjang Dikukuhkan, Ini Harapan Wako Pada Wartawan

PADANG PANJANG -- Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Padang Panjang periode 2019 - 2022 dikukuhkan. H....

Jelang Peringatan Hut Bhayangkara yang ke - 73, Polres Mentawai Gelar Aksi Sosial

Jelang Peringatan Hut Bhayangkara yang ke - 73, Polres Mentawai Gelar Aksi Sosial

MENTAWAI - Menjelang 1 Juli 2019, tepatnya Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara yang ke - 73, Polres Kabupaten Kepulauan...

Sebagian Pengendara Keluhkan Kemacetan di Perintis Kemerdekaan, Ini Respon Wali Kota Mahyeldi

Sebagian Pengendara Keluhkan Kemacetan di Perintis Kemerdekaan, Ini Respon Wali Kota Mahyeldi

PADANG -- Sejumlah pengendara yang melintasi kawasan Perintis Kemerdekaan, mengeluhkan dengan kemacetan di jalan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media