Tuesday, 25 Jun 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Feature

Peci Nasional Cap Mahkota Sudah Mendunia

Kamis, 21 Maret 2019 - 16:13:47 WIB - 297
Peci Nasional Cap Mahkota Sudah Mendunia
Ajo Nasril, pemilik UKM Peci Nasional cap Mahkota


FEATURE - Tidak asing lagi bagi para Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama sampai Pejabat Negara dengan Peci Nasional, yang mana pada acara-acara formal dan kenegaraan sekalipun para tokoh-tokoh di Indonesia sering kali memakai peci nasional tersebut, sebut saja para pendiri bangsa, Soekarno dan Mohammad Hatta sangat identik menggunakan peci nasional di setiap kunjungan ke luar negeri sekalipun sehingga negara-negara yang lain sudah mengenal Indonesia dengan melihat peci atau penutup kepala berwarna hitam tersebut simbol yang datang dari Indonesia.

Di Kota Pariaman sendiri, tidak luput dari para industri kecil menengah untuk berwirausaha peci nasional ini, sejak tahun 1988 siapa yang tidak kenal Ajo Nasril pemilik Peci Nasional cap "Mahkota" yang banyak sekali pelanggan nya yang membeli peci nasional cap "Mahkota" ini.

Mulai dari Anggota Legislatif, Yudikatif sampai ke pejabat eksekutif seperti Walikota Pariaman, Wakil Walikota Pariaman sampai Bupati Padang Pariaman Wakil Bupati Padang Pariaman serta Anggota DPRD Kabupaten/Kota di Sumatera Barat, Kapolres Pariaman dan masih banyak pejabat-pejabat lainnya yang membeli peci nasional "Mahkota" ini dikarenakan sangat pas dan nyaman serta sesuai dengan bentuk kepala pemakai nya.

Sampai sekarang Usaha Kecil Menengah Peci Nasional cap Mahkota ini masih di minati masyarakat dan tokoh-tokoh publik untuk membelinya, peci nasional cap mahkota beralamatkan di Jalan Saman Hudi Nomor 16A, Desa Sungai Pasak, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sumatera Barat.

Ajo Nasril nama pemilik UKM Peci Nasional Mahkota ini mengungkapkan bahwa usaha peci nasional ini berawal dari dia pergi merantau dan tinggal bersama kakaknya, ketika itu dia perhatikan dan belajar bersama kakak untuk menjahit peci nasional dan dari situ lah terinspirasi untuk membuat merk sendiri peci nasional.

"Saya berfikir untuk membuka usaha menjahit yang cocok untuk di kampung halaman, jika menjahit sepatu pasti akan mengikuti model perkembangan zaman tapi kalau membuat peci nasional ini tidak, model nya pasti seperti itu saja dan tak akan tergerus oleh zaman," ujar bapak usia 56 tahan ini.

Beliau melanjutkan, pada awal usahanya, dia mendistribusikan ke balai-balai (Pasar) yang ada di Kota Pariaman peci nasional cap mahkota ini. "Alhamdulillah mendapat respon yang sangat baik dari pembeli yang merasa nyaman memakainya," katanya.

"Mahkota" merk peci nasional ini bermakna simbol tradisional dalam bentuk tutup kepala yang dipakai oleh raja-raja dulunya, mahkota yang berarti diatas kepala yang letaknya itu menjadi simbol kejayaan jika di pakai seseorang akan terlihat rapi dan berkharisma. Ujarnya melanjutkan.

"Di awal-awal berkembang omset penjualan Rp 1 juta/bulan dan sekarang omset saya hampir lebih Rp 20 juta/bulan," pungkasnya.

Ajo Nasril mengatakan, proses pengerjaan membuat peci nasional tersebut bisa diselesaikan sebanyak 20 buah dalam sehari, dan harga peci nasional "Mahkota" itu dipatok mulai dari harga Rp.35.000,- sampai dengan Rp.100.000,- dan harga itu sesuai dengan ukuran yang dipesan.

Ajo Nasril dibantu anak nya memanfaatkan jalur online dan media sosial untuk mempromosikan Peci nasional cap Mahkota ini sehingga penjualan sudah sampai ke mancanegara seperti dibeberapa negara, di Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam dan untuk lokal sendiri hampir daerah di Indonesia seperti di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. (War)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: feature,padang-pariaman,pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Tiga Ratusan Pejabat Eselon di Sawahlunto Dimutasi, Wako Harapkan Hal Ini

Tiga Ratusan Pejabat Eselon di Sawahlunto Dimutasi, Wako Harapkan Hal Ini

SAWAHLUNTO - Lebih dari 300 orang pejabat Eselon dimutasi kemaren 19 juni 2019 di Gedung Balai Diklat Tambang Bawah...

Alumni 95 SMP 11 Padang, Buka Bersama Yatim Piatu Gadut dan Mentawai

Alumni 95 SMP 11 Padang, Buka Bersama Yatim Piatu Gadut dan Mentawai

PADANG - Jumat,(31/05) berlokasi di Cafe Popaye Bandar Buat - Rimbo Datar, Padang, Ikatan Alumni 95 SMP 11 Padang,...

KNPI Mentawai Gelar Rakerda lll, Sekda: KNPI Harus Bergerak Cepat, Program Harus Berjalan

KNPI Mentawai Gelar Rakerda lll, Sekda: KNPI Harus Bergerak Cepat, Program Harus Berjalan

MENTAWAI - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kepulauan Mentawai, gelar...

Beramal Ibadah Donor Darah, Pendonor di Bukittinggi Dapat Door Prize Umrah

Beramal Ibadah Donor Darah, Pendonor di Bukittinggi Dapat Door Prize Umrah

BUKITTINGGI - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi, H.Chairunnas, menjelaskan kepada wartawan...

Eksepsi Ditolak Hakim, Tersangka Pidana Pemilu Hj. Rika Berharap Kebenaran Akan Terungkap

Eksepsi Ditolak Hakim, Tersangka Pidana Pemilu Hj. Rika Berharap Kebenaran Akan Terungkap

...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media