Friday, 24 May 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pesisir Selatan

Kisruh Penyegelan Kantor Wali Nagari Salido, Wali Nagari Dinon Aktifkan

Selasa, 02 April 2019 - 11:25:41 WIB - 1053
Kisruh Penyegelan Kantor Wali Nagari Salido, Wali Nagari Dinon Aktifkan
Masyarakat Nagari Salido Kecamatan IV Jurai menyegel Kantor Wali Nagari setempat


PESISIR SELATAN -- Menyikapi kisruh penyegelan kantor Wali Nagari Salido masyarakat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk KB (PMDP2KB) Kabupaten Pesisir Selatan Hamdi mengatakan, Pemkab sedang mendalami proses penyelesaian perkara Wali Nagari Salido Kecamatan IV Jurai, Mar Isnedi yang telah di Non Aktifkan sementara.

"Rekomendasi dari Bamus sudah kami terima dan selanjutnya akan diproses oleh tim dari Kabupaten, tentang temuan dari Bamus," kata kepala dinas PMDP2KB Pessel Hamdi, Kepada MinangKabauNews.Com Selasa, (2/4/2019). 

Ia menyampaikan, bahwa Mar Isnedi sudah satu bulan di non aktifkan sementara dari jabatanya. saat ini sedang dilakukan proses Penanganan Permasalahan Pemerintah Nagari oleh, Inspektorat, Asisten 1, Kabag Hukum sekretariat pessel dan BPM.

"Ya, saat ini walinagarinya udah satu bulan di non aktifkan sementara dari jabatanya. Dan sedang dilakukan penanganan oleh pihak Inpektorat, Asisten 1, BPM dan Kabag Hukum," ungkapnya.

Hamdi Menuturkan, Masyarakat Nagari Salido melakukan penyegelan terhadap kantor Wali setempat, Sebab, Wali Nagari tersebut diduga melakukan perbuatan amoral yang memicu amarah masyarakat setempat.

"Supaya tidak meluas kekisruhan tersebut, makanya kita minta Bamus menyikapi secara professional, dan alhamdulillah telah sampai ditangan kami terhitung dari Jumat (28/3) kemarin," ujarnya.

Ia mengatakan, bahwasanya rekomendasi Bamus yang disampaikan melalui pihak Kecamatan ke pihaknya meminta Wali Nagari setempat diberhentikan dari jabatannya sebagai Wali Nagari Devinitif.

"Alasannya, kalau masih dipertahankan maka akan menimbulkan kekacauan yang lebih besar dikalangan masyarakat Nagari setempat," ucapnya.

Hamdi menegaskan, pihaknya bakal akan terus mendalami persoalan tersebut."Kita harus berhati-hati mengambil sikap serta keputusan, tapi yang jelas selama dua puluh hari kedepan hasilnya akan jelas," katanya. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: metro,pesisir-selatan,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Keindahan dan Keunikan Wisata Kota Cirebon Tak Boleh Dipandang Sebelah Mata

Keindahan dan Keunikan Wisata Kota Cirebon Tak Boleh Dipandang Sebelah Mata

PARIWISATA - Saat weekend acap kali para wisatawan memanfaatkan waktu dengan bertamasya ke Puncak Bogor atau Bandung....

Peringati Hardiknas Tahun 2019, Bupati Mentawai Harapkan Ini Pada Para Pelajar

Peringati Hardiknas Tahun 2019, Bupati Mentawai Harapkan Ini Pada Para Pelajar

MENTAWAI - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, laksanakan upacara untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional...

Pererat Silahturahim Antar Lembaga dan Pemerintah, Kodim 0319 Mentawai Gelar Berbuka Puasa Bersama

Pererat Silahturahim Antar Lembaga dan Pemerintah, Kodim 0319 Mentawai Gelar Berbuka Puasa Bersama

MENTAWAI - Dalam moment bulan suci ramadan kali ini, Kodim 0319 Mentawai gelar berbuka puasa bersama, dengan dihadiri...

Sejuknya Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumbar Hingga Menjadi Peristirahatan Warga

Sejuknya Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumbar Hingga Menjadi Peristirahatan Warga

PADANG -- Jemaah Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumbar merebahkan diri di untuk berteduh dari cuaca yang menyengat Kota...

Berniat Menebang Pohon di Hutan Lindung, 3 Orang Warga Padang Pariaman Dikejar Harimau

Berniat Menebang Pohon di Hutan Lindung, 3 Orang Warga Padang Pariaman Dikejar Harimau

PADANG PARIAMAN - 3 Orang penebang kayu di kejar Harimau Sumatera di kawasan cagar alam hutang lindung Nagari Asam...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media