Thursday, 23 May 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Tanah Datar

Ibuk Mufida JK Kagumi Muslim Penenun Sarung Bugis dan Mengajak Kaula Muda Untuk Melestarikan Tenun

Senin, 08 April 2019 - 17:40:35 WIB - 522
Ibuk Mufida JK Kagumi Muslim Penenun Sarung Bugis dan Mengajak Kaula Muda Untuk Melestarikan Tenun
Ibu Mufida Jusuf Kalla didampingi isteri Gubernur Sumbar Ny. Nevi Zuraina dan isteri Bupati Tanah Datar Ny. Emi Irdinansyah sedang asyik bercengkrama dengan pak Muslim.


TANAH DATAR - Hari yang membahagiakan bagi Bapak Muslim (85 tahun), pasalnya saat Ia sedang asyik menenun kain sarung bugisnya dengan alat tenun yang sederhana dan sudah tua, Ia disambangi oleh seorang Isteri Wakil Presiden Republik Indonesia (RI-4) Mufida Jusuf Kalla.

Dari pantauan awak media, Senin (08/04), terlihat Ibu Mufida Jusuf Kalla didampingi isteri Gubernur Sumbar Ny. Nevi Zuraina dan isteri Bupati Tanah Datar Ny. Emi Irdinansyah sedang asyik bercengkrama dengan pak Muslim.

Mufida JK ke Tanah Datar merupakan dalam rangka kunjungan ke Sentra Tenun Kriya Minang di Tigo Jangko, mengunjungi Pembangunan Masjid, Pembangunan Rumah Pra Sejahtera di Lintau dan sekaligus Meresmikan Gedung Promosi Daerah dan Pusat Oleh-Oleh yang bersebelahan dengan Gedung Indo Jolito Batusangkar.

Sembari bercengkrama Mufida JK terlihat kagum dengan keuletan Muslim. Diusia yang tidak muda lagi Dia masih sanggup menenun, masih kuat mengayun alat penenun miliknya dan tanpa memakai kaca mata Ia masih mampu menyelesaikan jika ada benang yang kusut.

Pak Muslim saat ini menenun di Sentra Tenun Kriya Minang Tigo Jangko Kecamatan Lintau Buo. Bergabung dengan penenun-penenun muda yang sedang berlatih menenun songket disana. Sentra Tenun Kriya Minang merupakan pusat pelatihan tenun yang dibangun Pemerintah Pusat dan diresmikan oleh Ketua Dekranas Mufida Jusuf Kallah setahun yang lalu.

Dari penuturan Pak Muslim, Ia baru dua bulan bergabung disana, "Ambo baru duo bulan mulai menanun saruang bugih ko, dan bagabuang di Sentra Tenun, dan itu berkat ajakan dari Ibu Bupati, Ibuk Emi Irdinansyah Tarmizi, sabalumnyo alah hampia tigo puluah tahun ambo indak mananun lai, karano kurangnyo nan baminat untuak manaruihan usaho ko," ucapnya dengan bahasa Minankabau yang khas.

Dia juga menyebutkan jika Ibuk Emi Irdinansyah tidak ingin tenun sarung bagis ini punah di Tanah Datar tepatnya di Tanjuang Bonai Lintau Buo Utara, bahkan buk Emi ingin menjadikan kampung tenun bugis di Tanjuang Bonai.

Pak Muslim juga punya keinginan untuk meneruskan tenun bugis ini kepada anak-anaknya kelak, namun karena anak-anaknya sudah bekerja semua bahkan ada yang sudah meninggal dunia, maka keinginan itu belum terwujud.

Keahlian menenun kain sarung bugis itu Ia dapatkan di Silungkang sejak tahun 1960 an dan pada tahun 1966 Ia beli alat penenun tersebut dan dipergunakannya hingga tahun 1980 an dan sejak itu Ia berhenti menenun dan baru sekarang kembali dipergunakannya karena diajak Buk Emi Irdinansyah, cerita pak Muslim.

Sebelumnya Mufida Jusuf Kalla menghimbau seluruh kepala daerah di Sumatera Barat untuk melestarikan tenun, agar kekayaan budaya dan aset bangsa tetap tumbuh dan berkembang karena ini juga merupakan penopang ekonomi dan penggerak sektor Industri Kerajinan Menengah (IKM) di Sumatera Barat.

Pada kesempatan yang sama Bupati Irdinansyah Tarmizi mengatakan jika kehadiran sentra tenun di Tanah Datar merupakan cita-cita daerah dalam rangka melestarikan dan menghidupkan industri tenun sebagai kearifan lokal di Tanah Datar secara khusus dan di Sumatera Barat secara umum.

Bupati juga menyebut jika Tanah Datar dan Sumatera Barat sudah dikenal sebagai daerah penghasil tenun dan songket seperti Pandai Sikek dan Silungkang.

Untuk sentra tenun di Tigo Jangko Lintau Buo dikatakannya sudah dilengkapi fasilitas inap yaitu rusunawa dan fasilitas lain bagi yang melaksanakan pelatihan tenun disana bahkan juga sudah selesai dibangun gallery atau gedung tempat memajang hasil-hasil karya tenun yang bersebelahan dengan sentra tenun ini.

Turut hadir saat kunjungan Mufida Jusuf Kalla tersebut Menteri Pendidikan Muhajir Effendi, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen M. Sabrar Fadhilah, Danrem 032 Wirabraja Kolonel Inf. Kunto Arief Wibowo, Ketua Yayasan Kriya Minangkabau Fasli Jalal, Bupati dan Wali Kota beserta Ketua Dekrasanda se-Sumatera Barat yang hadir, Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma beserta isteri, Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra. (Fernando Strom)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: sumatra-barat,tanah-datar

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Wahyu Parnabas Sapelege, Bocah Penderita Kanker Mata di Mentawai Membutuhkan Uluran Tangan

Wahyu Parnabas Sapelege, Bocah Penderita Kanker Mata di Mentawai Membutuhkan Uluran Tangan

MENTAWAI - Wahyu Parnabas Sapelege (4) yang berasal dari Dusun Simalibbeg Desa Simatalu, Kecamatan Siberut Barat,...

TSR VII Pariaman Kunjungi Mesjid Nurul Iman

TSR VII Pariaman Kunjungi Mesjid Nurul Iman

PARIAMAN - TSR (Tim Safari Ramadhan) VII kunjungi Mesjid Nurul Iman di Desa Naras I Kecamatan Pariaman Utara pada Rabu...

Wako Padang Panjang Tetap Optimis dan Berusaha Jadikan Padang Panjang Kota Kreatif UNESCO

Wako Padang Panjang Tetap Optimis dan Berusaha Jadikan Padang Panjang Kota Kreatif UNESCO

PADANG PANJANG - Walikota Padang Panjang Fadly Amran, BBA bersama Penjabat Sekda Martoni, S.Sos, M.Si dan Asisten, Staf...

Takjil di Pasar Pabukon Pariaman Diperiksa, BBPOM Tidak Temukan Bahan Makanan Berbahaya

Takjil di Pasar Pabukon Pariaman Diperiksa, BBPOM Tidak Temukan Bahan Makanan Berbahaya

PARIAMAN - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumatera Barat bersama Diskoperindagkop dan UKM Kota...

Tanah Datar Peringkat 1 PPD Tingkat Nasional

Tanah Datar Peringkat 1 PPD Tingkat Nasional

PARIWARA KABUPATEN TANAH DATAR - Sejarah besar ditorehkan Kabupaten Tanah Datar di awal bulan suci Ramadhan 1440 H....


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media