Sunday, 25 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Feature

Existensi Minyak Pala Ditengah Krisis

Selasa, 23 April 2019 - 10:34:44 WIB - 482
Existensi Minyak Pala Ditengah Krisis
Ipo memperlihatakn alat penyulingan minyak pala.


PARUAMAN - Pala atau yang lebih dikenal dengan sebutan buah palo di daerah kita Sumatera Barat merupakan tanaman rempah yang memiliki nilai ekonomis dan multiguna, karena setiap bagian dari tanaman itu bisa dimanfaatkan, dan diolah dalam berbagai industri.

Daging buah pala dan bijinya tersebut dapat dimanfaatkan untuk diolah menjadi bahan campuran gulai, manisan, asinan, dodol, sirup, minyak pala, obat-obatan, kosmetik dan masih banyak lagi khasiat dari buah pala ini untuk dimanfaatkan.

Di Kota Pariaman sendiri tepatnya di Dusun Koto Kaciak Desa Pauh Timur ternyata sejak Tahun 2004 sudah ada pabrik penyulingan minyak pala ini. Pabrik ini didirikan oleh Nurdin Ipo atau yang lebih dikenal dengan panggilan ayang ipo yang menjalin kerjasama dengan temannya dari Aceh yang bernama Rahmat.

Awalnya pabrik penyulingan pala ini dikerjakan oleh ayang Ipo dengan temannya bernama Rahmat hingga Tahun 2016, yang mana Ayang Ipo sebagai pemilik lahan dan Rahmat sebagai pemilik modal sekaligus pengelolanya.

Ayang Ipo mengatakan, dahulu dari penyulingan minyak pala ini kami bisa mendapatkan keuntungan yang cukup lumayan, karena saat itu harga 1 kg minyak pala di hargai Rp.1.000.000,- sehingga kami bisa memberikan bonus kepada para pekerja diluar gaji yang mereka terima.

"Untuk ketersedian bahan sendiri kami tidak pernah kekurangan karena bahan-bahan tersebut bisa kami dapatkan dari Daerah Mentawai, Pesisir, Solok, Sei.Geringging, Padang Alai, Maninjau, bahkan di Daerah Kabupaten Padang Pariaman buah pala ini banyak di tanam dengan hasil yang melimpah," ujarnya kemarin.

Beliau juga menjelaskan bahwa untuk buah yang bagus di suling itu adalah buah pala yang berukuran kecil-kecil dan muda juga bunga pala yang berwarna putih, sehingga minyak pala yang dihasilkan dari penyulingan tersebut berkualitas baik dan mempunyai aroma yang sangat khas sekali.

Ia menyebutkan untuk sekali masak minyak pala tersebut bisa memakai sembilan atau dua belas ketel (nama tempat untuk penyulingan minyak pala) tergantung dari banyaknya bahan yang datang.

"Satu ketel tersebut bisa memuat 275 kg buah pala dan 25 kg bunga pala, jadi sekali masak satu ketel tersebut bisa menampung 300 kg bahan minyak pala, sedangkan untuk minyak yang dihasilkan dari satu ketel tersebut adalah sebanyak 30 kg," imbuhnya.

Proses penyulingan sendiri dilakukan dengan metode penguapan, dan membutuhkan waktu 2x24 jam untuk memasaknya untuk mendapatkan hasil minyak yang baik, dengan pekerja sebanyak enam orang mereka harus gantian dua shift dalam melakukan proses penyulingan yang memakan waktu lama tersebut.

"Pada sistem ini bahan baku tidak kontak langsung dengan air maupun api namun uap bertekanan tinggi yang di fungsikan untuk menyuling minyak," ujar Ipo.

Prinsip kerjanya penyulingan ini adalah membuat uap bertekanan tinggi dalam broiler, kemudian uap tersebut dialirkan melalui pipa dan masuk ke ketel yang berisi bahan baku berupa pala yang sudah dihancurkan, dari bawah ketel tadilah uap ditolak keatas ketel sehingga memuai sampai di kolam pendinginan, sehingga minyak pala tersebut akan keluar di tempat penampungan minyak yang sudah di siapkan.

Tapi semenjak Tahun 2016 beliau tidak lagi mengerjakan penyulingan tersebut sendiri karena beliau dan temannya Rahmat merasa rugi kalau tetap memproduksi sendiri karena harga buah dan minyak yang sudah di suling tersebut harganya turun drastis, dan diambillah keputusan agar pabrik ini tetap bisa berjalan dan anggotanya bisa tetap bekerja maka sekarang beliau hanya mengambil upah penyulingan saja, dan upah hasil penyulingan tersebut "Alhamdulillah masih bisa mencukupi biaya keluarga mereka," ulasnya.

Untuk pemasaran dari dulu sampai dengan sekarang ayang ipo sudah menjalin kerjasama dengan PT Danau Intan untuk membeli minyak pala yang beliau produksi. Berapa pun hasil produksi yang kami dapatkan PT. Danau Intan tetap menampung nya sesuai dengan kontrak kerjasama yang selama ini sudah kami jalin dengan baik.

Selain itu beliau juga sering diajak serta sebagai narasumber oleh masyarakat atau Dinas Pertanian tentang bagaimana cara penyulingan minyak pala yang baik, dan bagi masyarakat yang membutuhkan bibit pala untuk ditanam juga beliau bisa membantu untuk mendapatkannya.

Beliau berharap semoga pabrik penyulingan minyak yang selama ini beliau kerjakan dengan sahabatnya Rahmat tetap berjalan dengan baik dan lancar, dan harga pala tersebut bisa kembali naik sehingga petani pala tetap bersemangat untuk bertanam dan mendapatkan hasil yang memuaskan sehingga bisa memenuhi semua kebutuhan keluarga mereka. (*)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: ekonomi,feature,pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Meski Jalan Berlumpur, HUT RI ke 74 Meriah di Mapattunggul

Meski Jalan Berlumpur, HUT RI ke 74 Meriah di Mapattunggul

PASAMAN - Dalam rangka memeriahkan HUT RI yang ke 74 tahun 2019 PHBI besama Pemerintah Kecamatan Mapattunggul Kabupaten...

Kegiatan Organisasi Kemanusian Asal Jerman di Mentawai Usai, ASB Serahkan Ini

Kegiatan Organisasi Kemanusian Asal Jerman di Mentawai Usai, ASB Serahkan Ini

MENTAWAI - Dengan berakhirnya masa Kegiatan Organisasi kemanusian asal Jerman. Aibeiter Samaritet Bund (ASB) gelar...

Hadapi Pra Olimpiade, Atlit Juara Dunia Panjat Tebing Indonesia Pusatkan Latihan di Lembah Harau

Hadapi Pra Olimpiade, Atlit Juara Dunia Panjat Tebing Indonesia Pusatkan Latihan di Lembah Harau

LIMAPULUH KOTA - Atlit nasional juara dunia panjat tebing menitikberatkan pelaksanaan latihan rutin di Lembah Harau dan...

Sangketa Tanah Pusaka,   Kakak Calon Pengantin di Padang Pariaman Dibacok Berlumuran Darah

Sangketa Tanah Pusaka, Kakak Calon Pengantin di Padang Pariaman Dibacok Berlumuran Darah

PADANG PARIAMAN - Kakak Calon Pengantin (Catin) wanita dibacok berlumuran darah hingga pergelangan tangan nyaris putus...

Workshop Jurnalisme Anti Korupsi, Wako Padang Panjang: Jangan Ada Lagi Istilah Manenggang

Workshop Jurnalisme Anti Korupsi, Wako Padang Panjang: Jangan Ada Lagi Istilah Manenggang

PADANG PANJANG - "Jangan ada istilah manenggang lagi untuk korupsi," ucap Walikota Padang Panjang Fadly...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media