Wednesday, 03 Jun 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Feature

Suci Budiyanti Sastrawan Muda Asal Agam, Menulis Bagaikan Melapaskan Beban

Rabu, 24 April 2019 - 06:19:01 WIB - 383
Suci Budiyanti Sastrawan Muda Asal Agam, Menulis Bagaikan Melapaskan Beban
Suci Budiyanti Sastrawan Agam.


AGAM - Adakah gerimis di lereng yang menjulang, lebih menggetarkan dari hujan dikaki Singgalang, jawab tanya itu tanpa mata berlinang, sebab demi sua denganmu jantungku lama meradang, adakah senja padangmu yang jingga, lebih remang dari malam Agamku tanpa purnama, sentuh cintaku tanpa mulut berbicara, sebab demi selami hatimu, sanubariku telah banyak berkaca.

Itulah salah satu puisi terbaik yang ikut mewarnai halaman kumpulan puisi Senja Dan Hujan, (2017). Indah bukan?. Adalah Suci Budiyanti, upik cantik asal Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, (Sumbar) sang pencipta bait-bait indah tersebut.

Meskipun tidak se-terkenal sastrawan Asrus Sani, Chairil Anwar dan Asma Nadia, karya tulis wanita yang akrab disapa Uci sering dimuat dibeberapa media cetak dan online serta mengisi beberapa lembaran buku sastra, kumpulan dan antolog puisi.

"Saya suka membuat puisi dan sudah menyelesaikan beberapa buah novel namun saat ini baru satu yang saya kirim ke penerbit yaitu novel yang berjudul Apakah Seperti Ini Cinta Itu Sendiri, alhamdulillah mereka setuju untuk diterbitkan," ujarnya memulai bincang-bincang dengan MinangkabauNews.com, Rabu (24/4/2019).

Bakat menulis Putri kedua dari 4 bersaudara dari pasangan Akhiruddin dan Irna Effida ini sudah terlihat semenjak menginjak pendidikan sekolah dasar, bermula dari menuangkan perasaan kedalam buku diary, membuat puisi-puisi dan cerpen untuk dibaca sendiri, atau sekedar mengupload untuk status media sosial serta mengisi blog pribadi.

"Alhamdulillah banyak yang memberikan apresiasi hasil tulisan saya dan itu menambah semangat untuk terus berkarya," ulasnya.

Sebelumnya, alumni Ilmu Komunikasi FISIP Unand Padang ini sempat menutup rapat catatan dan berhenti menulis, kesibukan kampus serta hilangnya inspirasi membuatnya enggan mengoreskan pena dan merangkai kata.

Namun keputusan itu tidak bertahan lama setelah seorang temannya berkata tulisan itu tidak ada gunanya kalau disimpan sendiri, semua penulis punya pembacanya sendiri, jelek atau bagusnya bukan urusan kita, menulis itu menyembuhkan, tapi akan lebih mendamaikan kalau kamu berani publikasikan.

"Selepas wisuda saya kembali membuka catatan yang tersimpan di smartphone atau laptop dan melanjutkan kembali tulisan yang sempat tertunda," tuturnya.

Saat ini ia bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak dibidang merchandising di DKI Jakarta, meski rutinitas barunya memakan cukup banyak waktu, ia tetap menyisakan masa untuk melanjutkan tulisannya.

Baginya, tulisan merupakan salah satu tempat untuk menyampaikan perasaan menggunakan cara indah dengan imbalan kepuasan batin, serta bisa dinikmati oleh semua orang. "Ketika menulis, saya seperti melepaskan sebuah beban pundak dan pikiran, ada kelegaan dan kedamaian tersendiri yang saya rasakan," tutupnya. (JNS)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: agam,feature,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Namanya Ade Armando Si Dosen Jumawa Penebar Kebencian

Namanya Ade Armando Si Dosen Jumawa Penebar Kebencian

oleh : Farid Anshar Alghifari, Mahasiswa Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang Namanya Ade...

Moment HUT Ke-70 Kodam I Bukit Barisan, Kodim 0319 Mentawai Lakukan Bedah Rumah

Moment HUT Ke-70 Kodam I Bukit Barisan, Kodim 0319 Mentawai Lakukan Bedah Rumah

MENTAWAI -- Kodim 0319/Mentawai melaksanakan Karya Bhakti berupa bedah rumah dalam rangka HUT ke 70 Kodam I Bukit...

Keputusan Pahit, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini Batal Berangkat

Keputusan Pahit, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini Batal Berangkat

INTERNASIONAL - Menteri Agama Fachrul Razi, memastikan bahwa keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji...

Sejukkan Suasana, Beberapa Tokoh Agama Jalin Silahturahmi Terhadap Polres Mentawai

Sejukkan Suasana, Beberapa Tokoh Agama Jalin Silahturahmi Terhadap Polres Mentawai

MENTAWAI - Redamkan suasana, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Inteligensi Kristen Indonesia (PIKI) Kepulauan...

Tidak Mau Kalah Dari Kemendagri, Pemko Solok Ikut Lombakan New Normal

Tidak Mau Kalah Dari Kemendagri, Pemko Solok Ikut Lombakan New Normal

KOTA SOLOK -- Tidak mau kalah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dalam menggalakan program new normal,...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu