Friday, 24 Jan 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Tentang Dugaan Kecurangan Pemilu, Jangan Salah Tanggap

Kamis, 25 April 2019 - 14:14:01 WIB - 1019
Tentang Dugaan Kecurangan Pemilu, Jangan Salah Tanggap
Pedrikasman


Oleh PEDRI KASMAN -- Menyebut Pemilu banyak dugaan KECURANGAN bukan berarti menyerang integritas Pribadi Komisioner KPU dan Bawaslu. Bisa saja diantara mereka banyak orang baik, tetapi ada kekuatan lain yang tidak cukup diatasi dengan kebaikan komisioner-komisioner itu. Yang berkepentingan curang itu adalah kontestan pemilu. Bukan pelaksana pemilu. Kontestan itulah yang terus berusaha mencari cara untuk menang. Termasuk dengan CURANG. Mempengaruhi penyelenggara pemilu, menekan, mengintimidasi, merekayasa dan cara-cara curang lain.

Jangan kemudian tuntutan akan pemilu jurdil itu dijawab sederhana hanya merujuk ke pribadi-pribadi personil KPU. Apalagi hanya KPU Pusat. Pasalnya ada pihak yang menyebut kecurangan tak mungkin terjadi karena mereka tahu personil KPU RI itu sudah teruji, mereka berasal dari latar belakang ormas ini dan itu. Mereka sudah pengalaman panjang dan sebagainya.

Pemilu kali ini super kompleks. Melibatkan ribuan penyelenggara dari pusat sampai tingkat TPS. Partai politik dengan ribuan calegnya. Calon presiden-wakil presiden dan tim suksesnya dari pusat hingga level terbawah di RT RW. Calon DPD dengan tim suksesnya di tiap propinsi.

Belum lagi kepentingan-kepentingan eksternal yang selalu mengintai negeri ini. Kepentingan politik dan ekonomi global. Kepentingan ideologi multinasional dan seterusnya. Anasir-anasir jahat itu bisa datang dari mana saja. Bisa jadi luput dari pantauan kita.

Siapa yang bisa menjamin semua itu bisa terkendali dengan baik? Faktanya banyak ditemukan bukti-bukti kuat yang mengindikasikan kecurangan itu sangat massif.

Jadi pemilu 2019 ini memang sangat perlu evaluasi menyeluruh. Jangan anti kritik dan defensif. Tidak perlu pula menuduh mereka yang menuntut dugaan kecurangan itu sebagai ancaman bagi kondusifitas bangsa, keutuhan NKRI dan lain-lain.

Menjaga stabilitas dan kondusifitas negeri ini sama pentingnya dengan menegakkan keadilan dan kejujuran. Tidak ada negara yang stabil dengan ketidakadilan yang merajalela. Amar maruf itu penting, sejalan dengan pentingnya nahi munkar. Wallahualam bish-shawab. (Penulis adalah pengamat Politik dan Aktivis Muhammadiyah)

Loading...
Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: indonesia,opini

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Mantapkan Sinergitas antar Instansi, ASN, Kodim 0305/Pasaman dan Polres Gelar Senam Bersama

Mantapkan Sinergitas antar Instansi, ASN, Kodim 0305/Pasaman dan Polres Gelar Senam Bersama

PASAMAN - Ratusan Personel Kodim 0305/ Pasaman, Polres dan ASN Kabupaten Pasaman melaksanakan olah raga senam bersama...

Pameran Buzzer Bazar, Walikota Padang Panjang: Boring Rasanya Hidup Tanpa Kekreativitasan

Pameran Buzzer Bazar, Walikota Padang Panjang: Boring Rasanya Hidup Tanpa Kekreativitasan

PADANG PANJANG - Ditandai dengan pengguntingan pita, Walikota Padang Panjang Fadly Amran, BBA, didampingi Pembantu...

Targetkan IPM 75 Persen 2020, Ini Harapan Bupati Mentawai

Targetkan IPM 75 Persen 2020, Ini Harapan Bupati Mentawai

MENTAWAI -- Bupati Kabupaten Kepulauan, Mentawai Yudas Sabaggalet menghimbau kepada petugas kesehatan agar memberikan...

Kejari Aceh Singkil Belajar WBK ke Kejari Pariaman

Kejari Aceh Singkil Belajar WBK ke Kejari Pariaman

PARIAMAN -- Kejaksaan Negeri Pariaman menerima kunjungan dari Kejaksaan Negeri Aceh Singkil pada Kamis...

Begini Perbedaan Anies dan Jokowi Dalam Langkah Mengatasi Banjir

Begini Perbedaan Anies dan Jokowi Dalam Langkah Mengatasi Banjir

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara kesatria mengaku bertanggung jawab atas banjir tersebut. Dengan...


KOMENTAR ANDA



Loading...
kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media