Tuesday, 22 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Tentang Dugaan Kecurangan Pemilu, Jangan Salah Tanggap

Kamis, 25 April 2019 - 14:14:01 WIB - 977
Tentang Dugaan Kecurangan Pemilu, Jangan Salah Tanggap
Pedrikasman


Oleh PEDRI KASMAN -- Menyebut Pemilu banyak dugaan KECURANGAN bukan berarti menyerang integritas Pribadi Komisioner KPU dan Bawaslu. Bisa saja diantara mereka banyak orang baik, tetapi ada kekuatan lain yang tidak cukup diatasi dengan kebaikan komisioner-komisioner itu. Yang berkepentingan curang itu adalah kontestan pemilu. Bukan pelaksana pemilu. Kontestan itulah yang terus berusaha mencari cara untuk menang. Termasuk dengan CURANG. Mempengaruhi penyelenggara pemilu, menekan, mengintimidasi, merekayasa dan cara-cara curang lain.

Jangan kemudian tuntutan akan pemilu jurdil itu dijawab sederhana hanya merujuk ke pribadi-pribadi personil KPU. Apalagi hanya KPU Pusat. Pasalnya ada pihak yang menyebut kecurangan tak mungkin terjadi karena mereka tahu personil KPU RI itu sudah teruji, mereka berasal dari latar belakang ormas ini dan itu. Mereka sudah pengalaman panjang dan sebagainya.

Pemilu kali ini super kompleks. Melibatkan ribuan penyelenggara dari pusat sampai tingkat TPS. Partai politik dengan ribuan calegnya. Calon presiden-wakil presiden dan tim suksesnya dari pusat hingga level terbawah di RT RW. Calon DPD dengan tim suksesnya di tiap propinsi.

Belum lagi kepentingan-kepentingan eksternal yang selalu mengintai negeri ini. Kepentingan politik dan ekonomi global. Kepentingan ideologi multinasional dan seterusnya. Anasir-anasir jahat itu bisa datang dari mana saja. Bisa jadi luput dari pantauan kita.

Siapa yang bisa menjamin semua itu bisa terkendali dengan baik? Faktanya banyak ditemukan bukti-bukti kuat yang mengindikasikan kecurangan itu sangat massif.

Jadi pemilu 2019 ini memang sangat perlu evaluasi menyeluruh. Jangan anti kritik dan defensif. Tidak perlu pula menuduh mereka yang menuntut dugaan kecurangan itu sebagai ancaman bagi kondusifitas bangsa, keutuhan NKRI dan lain-lain.

Menjaga stabilitas dan kondusifitas negeri ini sama pentingnya dengan menegakkan keadilan dan kejujuran. Tidak ada negara yang stabil dengan ketidakadilan yang merajalela. Amar maruf itu penting, sejalan dengan pentingnya nahi munkar. Wallahualam bish-shawab. (Penulis adalah pengamat Politik dan Aktivis Muhammadiyah)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: indonesia,opini

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Ribuan Warga Muhammadiyah Hadiri HariMu bersama Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas

Ribuan Warga Muhammadiyah Hadiri HariMu bersama Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas

PADANG PANJANG -- PD Muhammadiyah Pabasko dan PDM Tanah Datar menggelar pengajian Hari Bermuhammadiyah atau HariMU di...

BPJS Kesehatan di Pesisir Selatan Minim Sosialisasi, Masyarakat Mengeluh

BPJS Kesehatan di Pesisir Selatan Minim Sosialisasi, Masyarakat Mengeluh

PESISIR SELATAN -- Masih kurangnya sosialisasi yang harus dilakukan BPJS Kesehatan, membuat masyarakat mengeluh....

Mandi Malam Antara Ilmiah dan Mitos

Mandi Malam Antara Ilmiah dan Mitos

KESEHATAN -- Banyak orang yang mempercayai terkait mitos mandi malam, meskipun belum ada fakta ilmiah mengenai hal...

Musda KNPI 50 Kota, Desmar A Yudi Terpilih Secara Aklamasi

Musda KNPI 50 Kota, Desmar A Yudi Terpilih Secara Aklamasi

LIMAPULUH KOTA - Musyawarah Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Limapuluh Kota selesai digelar,...

Jam Karet, Main Gadget dan Ngantuk Hiasi Parlemen Tanah Datar Saat Paripurna

Jam Karet, Main Gadget dan Ngantuk Hiasi Parlemen Tanah Datar Saat Paripurna

TANAH DATAR --Sidang Paripurna Pelantikan ketua DPRD dan Wakil ketua DPRD Tanah Datar masih dihiasi dengan "jam...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media