Friday, 24 May 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Solok

Biadab, Oknum Caleg di Solok Ini Cabuli Anak Kandungnya Sendiri Selama 8 Tahun

Kamis, 25 April 2019 - 14:37:32 WIB - 455
Biadab, Oknum Caleg di Solok Ini Cabuli Anak Kandungnya Sendiri Selama 8 Tahun
Tersangka EE (45), oknum Caleg DPRD Kota Solok. (Foto: Dok. Istimewa)


SOLOK - Setubuhi anak di bawah umur yang merupakan anak kandungnya sendiri, oknum Calon Legislatif (Caleg) untuk DPRD Kota Solok Fraksi PPP Daerah pemilihan (Dapil) Lubuk Sikarah dengan inisial EE (45) dilaporkan keluarganya dan telah dilakukan penangkapan oleh pihak kepolisian.

EE ditangkap berdasarkan Laporan Polisi no. Pol : LP/109/B/IV/2019 - Polres tanggal 12 April 2019 perkara Menyetubuhi Anak dibawah Umur dan Surat Perintah Penangkapan No. Pol : Sp.Kap/39/IV/2019- Reskrim tanggal 12 April 2019.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, EE melakukan persetubuhan terhadap anak kandungnya sendiri SE (18) sejak korban berusia 10 tahun, atau sejak korban duduk dibangku kelas 5 SD .

Saat dimintai keterangan Rabu (24/4), Kapolres Solok Kota, AKBP. Donny Setiawan, SIK, MH membenarkan kejadian tersebut, Korban yang merupakan pelajar di salah satu SMA Negeri di Kota Solok itu telah disetubuhi sejak tahun 2011 hingga 11 April 2019.

"Kejadian tersebut dilaporkan oleh nenek korban sendiri GE (67). Berdasarkan informasi tersebut kita ketahui bahwa korban telah disetubuhi sejak tahun 2011 saat korban kelas 5 SD sampai 11 April 2019 di rumah tersangka," jelas Donny.

Dalam kurun waktu 8 tahun tersebut, dikatakan Donny, tersangka memaksa korban melakukan hubungan intim. Dan setiap setelah berhubungan, tersangka mengancam korban apabila mengatakan perbuatannya maka korban akan dimarahi dan dipukuli.

"Berdasarkan kasus tersebut EE terjerat Pasal 81 ayat 3 Undang-undang RI no.17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling banyak 5 milyar," papar Donny.

Lebih lanjut Donny mengatakan, ancaman hukuman ditambah sepertiga, karena dilakukan oleh orang tua/wali, dengan tambahan hukuman paling lama 15 tahun. (Nal/Del/AMOI)

Editor/Sumber: Romeo/Pasbana
Tag: daerah,hukum,kriminal,metro,solok,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Sipora Utara Mentawai Akan Arahkan Program PID Desa Tuapejat Pada Pembangunan Fisik

Sipora Utara Mentawai Akan Arahkan Program PID Desa Tuapejat Pada Pembangunan Fisik

MENTAWAI - Kecamatan Sipora Utara arahkan Program Pembanngunan Infrastruktur Desa (PID) di Dusun Pukarayat, Desa...

Jalin Silaturahim, Tim Safari Ramadhan 1440 H Pemko Padang Sasar 33 Masjid

Jalin Silaturahim, Tim Safari Ramadhan 1440 H Pemko Padang Sasar 33 Masjid

PADANG -- Menyambut bulan suci Ramadhan 2019/ 1440 H, Tim safari Ramadhan Pemkab Tanjab Barat kunjungi 33 masjid se...

Pemanfaatan Teknologi Menjawab Tantangan, Padang Pariaman Masuk 100 Smart City Nasional

Pemanfaatan Teknologi Menjawab Tantangan, Padang Pariaman Masuk 100 Smart City Nasional

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melakukan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian...

Ketua Tim VIII TSR Harapkan Masyarakat Dapat Bekerja Sama Sukseskan Program Pemerintah

Ketua Tim VIII TSR Harapkan Masyarakat Dapat Bekerja Sama Sukseskan Program Pemerintah

...

TSR Pessel Kunjungi Masjid Al-Furqan Tapan, Bupati : Jangan ada lagi Hujat dan Fitnah Selama Ramadha

TSR Pessel Kunjungi Masjid Al-Furqan Tapan, Bupati : Jangan ada lagi Hujat dan Fitnah Selama Ramadha

...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media