Wednesday, 15 Jul 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Politik

BPN Prabowo-Sandi: Tim Pencari Fakta Pemilu 2019 Harus Dibentuk

Jumat, 26 April 2019 - 15:19:57 WIB - 638
BPN Prabowo-Sandi: Tim Pencari Fakta Pemilu 2019 Harus Dibentuk
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (Foto: Dok. Istimewa)


JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sangat mendukung wacana pembentukan tim pencari fakta yang diusulkan masyarakat luas guna meluruskan segala bentuk kejanggalan yang mengganggu kelancaran proses pemilihan presiden 2019.

Menurut Direktur Materi dan Debat BPN, Sudirman Said, pihaknya selain mendukung wacana ini juga menyarankan agar tim yang nantinya akan bekerja mencari kejanggalan pemilu tersebut diisi oleh tokoh-tokoh yang memiliki integritas tinggi dan independen dalam bekerja.

"Ketika ada civil society mengusulkan perlunya dibuat TPF (tim pencari fakta) kami menyambut sangat baik. Karena akan baik kalau tim itu diselenggarakan oleh pihak independen yang bisa diberi akses dalam mencari akses," ujar Sudirman Said dalam diskusi di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya, Jakarta, Jumat (26/4/2019).

"Dengan senang hati kami akan mendukung tim ini. Kami ingin mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi siapapun untuk menolak gagasan ini," imbuhnya.

Sudirman juga mengungkapkan bahwa wacana pembentukan TPF tersebut sejuah ini sudah mendapat lampu hijau dari sejumlah lembaga yang terlibat dalam Pemilu 2019 seperti Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Bawaslu sudah mengamini. KPU walaupun belum kompak, tapi sejumlah komisionernya tidak keberatan. Ini demi rakyat, bangsa, negara yang harus segera dibangun. Dan ini juga cara terbaik untuk membuat cleaning house. Kalau tim ini terbentuk, bukan hanya lembaga pemilu terakreditasi, tapi seluruh pihak yang berpartisipassi," terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Sudirman juga menegaskan bahwa upaya pembentukan wacana TPF ini tidak ada hubungannya dengan hasil perolehan sementara perhitungan suara pemli 2019 yang saat ini masih berlangsung.

"Concern kita ini kepada berbagai pengembangan kecurangan yang cenderung mengarah ke terstruktur, sistemik dan massif. Dan ini tidak ada hubungan kita menang atau kalah. Ada yang bertanya 02 menang tapi kenapa ribut kecurangan? Itu dua hal yang berbeda, kecurangan iniharus kita address dan benahi, tangani karena kita ingin menjaga kualitas demorkasi kita," tandas Mantan Menteri ESDM tersebut. (rel)

Editor/Sumber: Reza S
Tag: hukum,indonesia,metro,nasional,politik,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Sekolah di Sumbar akan Dimulai 13 Juli, Begini Pesan Gubernur Irwan Prayitno

Sekolah di Sumbar akan Dimulai 13 Juli, Begini Pesan Gubernur Irwan Prayitno

PADANG -- Pemerintah Provinsi Sumbar menetapkan bahwa kegiatan belajar dan mengajar di sekolah akan dimulai kembali...

Gawat! Perang China vs India Bisa Pecah di Selat Malaka, Bagaimana dengan Indonesia?

Gawat! Perang China vs India Bisa Pecah di Selat Malaka, Bagaimana dengan Indonesia?

INTERNASIONAL - Bentrokan tentara China dan India sudah mereda seiring dengan dilakukan perundingan perdamaian...

Viral Ojol Berkeliaran Tanpa Kepala di Jalanan Ibukota, Ternyata Ini Faktanya

Viral Ojol Berkeliaran Tanpa Kepala di Jalanan Ibukota, Ternyata Ini Faktanya

...

Babinsa 03 Pulau Sipora Goro Musholla Bersama Warag Desa Sidomakmur

Babinsa 03 Pulau Sipora Goro Musholla Bersama Warag Desa Sidomakmur

MENTAWAI - Tingkatkan semangat gotong royong, Babinsa Koramil 03/Sipora bersama warga Desa Sidomakmur bangun Mushola...

Gara-gara Anjing, WNA Amerika Aniaya Seorang Pelajar di Mentawai

Gara-gara Anjing, WNA Amerika Aniaya Seorang Pelajar di Mentawai

MENTAWAI -- Warga negara asing asal Australia, Eric (38) yang pemilik usaha resort, diduga melakukan penganiayaan...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu