Saturday, 20 Jul 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Politik

BPN Prabowo-Sandi: Tim Pencari Fakta Pemilu 2019 Harus Dibentuk

Jumat, 26 April 2019 - 15:19:57 WIB - 319
BPN Prabowo-Sandi: Tim Pencari Fakta Pemilu 2019 Harus Dibentuk
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (Foto: Dok. Istimewa)


JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sangat mendukung wacana pembentukan tim pencari fakta yang diusulkan masyarakat luas guna meluruskan segala bentuk kejanggalan yang mengganggu kelancaran proses pemilihan presiden 2019.

Menurut Direktur Materi dan Debat BPN, Sudirman Said, pihaknya selain mendukung wacana ini juga menyarankan agar tim yang nantinya akan bekerja mencari kejanggalan pemilu tersebut diisi oleh tokoh-tokoh yang memiliki integritas tinggi dan independen dalam bekerja.

"Ketika ada civil society mengusulkan perlunya dibuat TPF (tim pencari fakta) kami menyambut sangat baik. Karena akan baik kalau tim itu diselenggarakan oleh pihak independen yang bisa diberi akses dalam mencari akses," ujar Sudirman Said dalam diskusi di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya, Jakarta, Jumat (26/4/2019).

"Dengan senang hati kami akan mendukung tim ini. Kami ingin mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi siapapun untuk menolak gagasan ini," imbuhnya.

Sudirman juga mengungkapkan bahwa wacana pembentukan TPF tersebut sejuah ini sudah mendapat lampu hijau dari sejumlah lembaga yang terlibat dalam Pemilu 2019 seperti Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Bawaslu sudah mengamini. KPU walaupun belum kompak, tapi sejumlah komisionernya tidak keberatan. Ini demi rakyat, bangsa, negara yang harus segera dibangun. Dan ini juga cara terbaik untuk membuat cleaning house. Kalau tim ini terbentuk, bukan hanya lembaga pemilu terakreditasi, tapi seluruh pihak yang berpartisipassi," terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Sudirman juga menegaskan bahwa upaya pembentukan wacana TPF ini tidak ada hubungannya dengan hasil perolehan sementara perhitungan suara pemli 2019 yang saat ini masih berlangsung.

"Concern kita ini kepada berbagai pengembangan kecurangan yang cenderung mengarah ke terstruktur, sistemik dan massif. Dan ini tidak ada hubungan kita menang atau kalah. Ada yang bertanya 02 menang tapi kenapa ribut kecurangan? Itu dua hal yang berbeda, kecurangan iniharus kita address dan benahi, tangani karena kita ingin menjaga kualitas demorkasi kita," tandas Mantan Menteri ESDM tersebut. (rel)

Editor/Sumber: Reza S
Tag: hukum,indonesia,metro,nasional,politik,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Begini Kemeriahan HUT Bhayangkara ke 73 di Kota Bukittinggi

Begini Kemeriahan HUT Bhayangkara ke 73 di Kota Bukittinggi

BUKITTINGGI Kepolisian Negara Republik Indonesia "Melindungi, Mengayomi dan Melayani Masyarakat". moto Polri...

Evaluasi Program Kesehatan, Dinkes Mentawai Gelar Acara Review Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Evaluasi Program Kesehatan, Dinkes Mentawai Gelar Acara Review Pelayanan Kesehatan Masyarakat

MENTAWAI - Dalam Rangka Evaluasi Program Kesehatan serta Optimaliasasi Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2019, Dinas Kesehatan...

Polisi Amankan Dua Kurir Narkoba dan Sabu Hampir 7 Kilo di Jalur Lintas Sumatra

Polisi Amankan Dua Kurir Narkoba dan Sabu Hampir 7 Kilo di Jalur Lintas Sumatra

PADANG -- Tim Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polisi Daerah (Polda) Sumatera Barat mengamankan narkoba jenis...

Wali Kota Padang Panjang Bertemu Sejumlah Investor Bahas Soal Sampah

Wali Kota Padang Panjang Bertemu Sejumlah Investor Bahas Soal Sampah

PADANG PANJANG -- Sikapi persoalan sampah, Walik Kota Padang Panjang Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano menggelar...

FPM 2019, Sekda Mentawai Ajak Masyarakat Tidak Lupa dengan Budayanya

FPM 2019, Sekda Mentawai Ajak Masyarakat Tidak Lupa dengan Budayanya

MENTAWAI - Dalam moment Festival Pesona Mentawai (FPM) tahun ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media