Monday, 17 Jun 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang

Bos Gula Ajukan PK, Majelis Hakim Tegaskan JPU Hadir Saat Sidang

Rabu, 01 Mei 2019 - 09:40:15 WIB - 291
Bos Gula Ajukan PK, Majelis Hakim Tegaskan JPU Hadir Saat Sidang
Suasana sidang PK bos gula, yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Padang, Selasa (30/4) kemaren. 


PADANG - Sidang Peninjauan Kembali (PK) terpidana  Xaveriandy Susanto atas kasus suap, digelar secara terbuka di Pengadilan Tindak Pidana (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Padang, Selasa (30/4) kemaren.

Terpidana Xaveriandy Susanto dalam hal ini selaku pemohon, didampingi kuasa hukumnya, mengajukan memori PK kepada majelis hakim. Dalam sidang tersebut, pemohon menyebutkan bahwa majelis hakim pada tingkat pertama, memutuskan perkara tidak berdasarkan rasio.

"Bahwa perkara a quo yang diajukan jaksa, tidak lengkap dan tidak jelas," ujar pemohon. Pemohon juga mengatakan, Xaveriandy Susanto tidak terbukti melawan hukum. Selain itu pemohon meminta kepada majelis hakim, agar dibebaskan dan majelis hakim menerima PK yang diajukan pemohon.

"Membebaskan Xaveriandy Susanto dari dakwaan," ucapnya. Dalam hal ini pemohon akan membawa bukti pada sidang berikutnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selaku termohon, akan menanggapinya secara tertulis.

Sebelum sidang ditutup, terjadi perdebatan hebat antara pemohon dan majelis hakim. Namun majelis hakim menegaskan, agar setiap sidang JPU harus hadir. Sidang yang diketuai oleh Yose rizal didampingi hakim anggota M.Takdir dan Perry Desmarera menunda sidang hingga pekan depan.

Usai sidang, Xaveriandy Susanto yang saat itu memakai baju kemeja langsung meninggalkan ruang sidang dengan pengawalan dari rutan.

Sebelumnya Xaveriandy Susanto, dijatuhi hukuman pidana selama empat tahun kurungan penjara, denda Rp 100 juta, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan. Saat itu sidang dipimpin oleh.

Yose Ana Roslinda dengan didampingi hakim anggota Mahyudin dan Elysiah Plorence.

Dalam putusannya majelis hakim menilai bahwa, terdakwa Xaveriandy Susanto terbukti menyerahkan uang kepada terdakwa Farizal sebesar Rp 440 juta, dalam beberapa tahap.

Pemberian uang tersebut dimaksudkan untuk pengurusan proses hukum yakninya gula tanpa Standar Nasional Indonesia (SNI) yang sedang dijalani oleh terdakwa Xaveriandy Susanto. Pada saat itu Farizal sebagai jaksa yang menangani perkara tersebut. Tak hanya itu pemberian uang tersebut melainkan suka sama suka, sehingga unsur memberikan sesuatu telah terpenuhi.

Selain itu majelis hakim juga menilai bahwa, tidak mendukung program pemerintah yang sedang genjar-genjarnya memberantas korupsi. Dalam amar putusannya majelis hakim juga mengesampingkan nota pembelaan (pledoi) tentang poin justice collaborator yang diajukan Xaveriandy Sutanto.

Hal ini dinilai justice collaborator hanya bisa diajukan oleh orang yang terkait pidana, namun bukan pelaku utama. Sementara terdakwa Xaveriandy Susanto dinilai sebagai pelaku utama.

Dalam berita sebelumnya, Xaveriandy Susanto, memberikan uang kepada JPU pada Kejaksaan Tinggi Sumbar, Farizal dengan beberapa tahap, yang mana jumlah secara keseluruhannya Rp 440 juta. Hal ini bertujuan, untuk mengurus perkaranya kasus peredaran gula tanpa SNI seberat 30 ton, di Kota Padang dan meringankan hukuman, serta pembuatan nota keberatan terhadap dakwaan (eksepsi).

Dimana sebahagian besar pemberian uang itu terjadi di rumah Farizal, Lubuk Minturun, Koto Tangah, daerah setempat. Penyerahan uang dilakukan beberapa kali, pertama untuk kepentingan penahanan total uang sebesar Rp55 juta. Rinciannya pertama diserahkan sebesar Rp20 juta, lalu Rp15 juta, dan terakhir Rp20 juta.

Penyerahan uang dilakukan dengan cara meletakkan di halaman depan rumah terdakwa Farizal. Selanjutnya Untuk pengurusan perkara di pengadilan Xaveriandy Sutanto memberikan uang sebesar Rp150 juta. Uang itu diterima pada 3 Agusutus 2016 sekitar pukul 22.00 WIB. Penyerahan uang itu dilakukan dengan, dengan cara dimasukkan dalam kardus lalu diletakkan dekat taman bunga rumah milik terdakwa.

Kemudian pengurusan pembuatan nota keberatan (eksepsi) dilakukan melalui komunikasi yang dilakukan dengan Farizal di gudang gula milikXaveriandy Sutanto, di kilometer 22 By Pass Padang. Pada saat itu juga dibahas tentang peringanan tuntutan. Dalam pertemuan tersebut Farizal menyebutkan dirinya akan memberi tuntutan ringan berupa hukuman percobaan. Untuk hal itu XaveriandySutanto diminta menyiapkan uang sebesar Rp200 juta.Penyerahan uang Rp200 juta itu dilakukan dalam tiga transaksi. Pertama diserahkan sebesar Rp50 juta, lalu Rp10 juta, dan terakhir Rp160 juta.

Penyerahan uang Rp50 juta dilakukan pada 12 Agustus 2016 melalui seseorang bernama Loli Vianda di BNI Cabang Veteran, Padang. Kemudian penyerahan uang Rp10 juta dilakukan di mini market Tanaka Mart Jl Kampung Kelawi Nomor 88 Padang, pada 7 September 2016.

Lalu penyerahan terakhir di mini market yang sama pada 7 September 2016 sekitar pukul 21.30 WIB. Uang tersebut dimasukkan dalam kardus dan diletakkan di pinggir jalan. Selain itu disebutkan di luar kepentingan-kepentingan tersebut Xaveriandy Sutanto juga pernah menyerahkan uang lainnya sebesar Rp35 juta. Dalam kasus tersebut  Xaveriandy Sutanto berstatus sebagai terdakwa, dan Farizal berstatus sebagai ketua tim Jaksa Penuntut Umum (JPU). (put)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: hukum,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Jelang Lebaran, Pengunjung Padati Pasar Pusat Padang Panjang

Jelang Lebaran, Pengunjung Padati Pasar Pusat Padang Panjang

PADANG PANJANG - Mendekati H-1 lebaran Idul Fitri 1440 H, Pasar Pusat Kota Padang Panjang sudah mulai dipadati...

Resmi! Pemerintah Tetapkan Lebaran Idul Fitri, 1 Syawal 1440 H Jatuh pada Rabu 5 Juni 2019

Resmi! Pemerintah Tetapkan Lebaran Idul Fitri, 1 Syawal 1440 H Jatuh pada Rabu 5 Juni 2019

JAKARTA -- Resmi, Hari Raya Idul Fitri 1440 H atau 2019 M ditetapkan jatuh pada Rabu, 5 Juni 2019 setelah melalui...

Shalat Ied di Pessel Akan Dipusatkan di Stadion H. Ilyas Yakoub Painan

Shalat Ied di Pessel Akan Dipusatkan di Stadion H. Ilyas Yakoub Painan

PESISIR SELATAN - Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1440 H bagi masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan bakal dipusatkan...

Libur Lebaran, Ini Objek Wisata Baru Dengan Desain Bernuansa Alam di Solsel

Libur Lebaran, Ini Objek Wisata Baru Dengan Desain Bernuansa Alam di Solsel

SOLOK SELATAN - Hari kedua pasca lebaran Idul Fitri 1440 H di Solok Selatan, hampir semua objek wisata yang ada di...

Wisata Alam Kebun Teh Danau Kembar Alahan Panjang Sodorkan Nuansa Indah Ala Puncak Bogor

Wisata Alam Kebun Teh Danau Kembar Alahan Panjang Sodorkan Nuansa Indah Ala Puncak Bogor

SOLOK -- Wisata Teh Danau Kembar Alahan Panjang, Solok, Sumatera Barat menjadi salah satu destinasi wisata alam yang...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media