Tuesday, 14 Jul 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Pasaman

Drop Usai Bertugas dan Sempat Dirawat, Seorang Petugas Linmas TPS di Pasaman Meninggal Dunia

Kamis, 09 Mei 2019 - 21:13:15 WIB - 528
Drop Usai Bertugas dan Sempat Dirawat, Seorang Petugas Linmas TPS di Pasaman Meninggal Dunia
Ilfandi (23) keponakan korban saat melaporkan pamannya Imran (46) yang meninggal dunia sebagai petugas Linmas TPS ke KPU Pasaman.


PASAMAN - Seorang Petugas Linmas TPS dilaporkan telah meninggal dunia, petugas Linmas tersebut bernama Imran (46). Pria yang beralamat di sukamulia, jorong sentosa Padang Gelugur tersebut meninggal pada (6/05/2019) senin kemarin. Almarhum bertugas di TPS 7 Sukamulia padang gelugur, Kecamatan Padang Gelugur Kabupaten Pasaman.

Keponakan Korban, Ilfandi (23) menceritakan bahwa sang paman Imran mendadak drop jatuh sakit pada kamis pagi sehari setelah pemungutan dan penghitungan suara di TPSnya.

"Pada kamis paginya (18 April 2019) kondisi paman Imran tiba-tiba drop, beliau berkata kepalanya pusing berat dan perut terasa sangat sesak menyakitkan. Kemudian atas inisiatif keluarga dibawalah paman kita ini ke Puskesmas Tapus serta diiringi juga dengan pengobatan tradisional," ujar Ilfandi kepada Minangkabaunews.com, Kamis (9/5/2019).

Namun jelas Ilfandi, usaha pengobatan tradisional yang dilakukan keluarga selama 20 hari tidak juga membuahkan hasil.

"Sehingga pada 6 Mei dibawalah Paman Imran ke Puskesmas untuk dirawat inap, namun takdir berkata lain tidak sampai 24 jam di rumah sakit, pada pukul 9 pagi paman tercinta menghembuskan nafas terakhir. Kami keluarga besarnya, cukup terpukul dan sangat sedih karena beliau selama hidupnya memiliki riwayat kesehatan yang baik dan tidak ada menderita sakit parah sebelumnya," ungkap Ilfandi seraya mata berkaca-kaca.

Eria Candra selaku Komisioner KPU Pasaman Koordinator Divisi Parmas mengatakan, data petugas KPPS yang sakit telah dilaporkan ke KPU Provinsi Sumatera Barat untuk diteruskan ke pusat. Sementara untuk petugas Linmas yang meninggal dunia ini, secepatnya akan kami laporkan (karena dari pihak keluarga ahli waris baru melaporkan serta lengkapi berkas hari ini 9/5/2019 ke KPU Pasaman) supaya bisa mendapatkan santunan dari KPU RI.

"Pemberian dana santunan ini menyusul surat Menteri Keuangan Sri Mulyani tertanggal 25 April 2019 dengan Nomor S-316/ MK.02/ 2019. Di dalamnya, Menkeu menyetujui besaran uang santunan untuk diberikan kepada keluarga ataupun ahli waris petugas KPPS yang meninggal dunia," terang Eria Candra.

Eria menambahkan, dalam uraiannya bahwa besaran santunan disetujui sebesar Rp36 juta bagi petugas meninggal dunia, Rp30 juta untuk mereka yang cacat permanen, luka berat Rp16,5 juta dan luka sedang Rp8,25 juta.

Sementara mereka yang jatuh sakit, sesuai petunjuk teknis yang tengah disusun KPU, mereka akan dimasukkan dalam kategori luka sedang maupun luka berat.

"Hingga saat ini (9/5/2019), tercatat yang melaporkan ke KPU Pasaman ; satu orang petugas linmas meninggal dunia dan 13 orangnya sakit. Khusus yang meninggal dunia akan segera kami laporkan ke provinsi. Sementara, dari 13 orang yang sakit tersebut terdiri dari 5 orang anggota PPK, 3 orang anggota PPS, 3 orang petugas KPPS dan 2 orang petugas linmas TPS. Mereka adalah Pahlawan Demokrasi Bangsa ini, mereka drop karena bersikap dan bekerja sungguh-sungguh lantaran menjaga kemurnian proses rekapitulasi di tingkatnya masing-masing. Hingga tidak mengindahkan kesehatannya sendiri," pungkas Eria Candra.

Sejauh ini, jumlah petugas penyelenggara Pemilu tahun 2019 yang meninggal dunia mencapai 456 orang. Sementara, 3.658 lainnya dilaporkan sakit. Angka ini mengacu pada data KPU RI per selasa (7/5/2019). (M. Afrizal)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: pasaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Netizen Heboh, Ada Penampakan Kelelawar Seukuran Manusia di Halaman Rumah

Netizen Heboh, Ada Penampakan Kelelawar Seukuran Manusia di Halaman Rumah

JAKARTA -- Heboh, foto sebuah kelelawar raksasa dengan ukuran sebesar anak manusia. Sontak foto kelelawar itu memenuhi...

Pemrov Sumbar Apresiasi Kegiatan TNI-Polri Dalam Ketahanan Pangan Di Masa Pandemi

Pemrov Sumbar Apresiasi Kegiatan TNI-Polri Dalam Ketahanan Pangan Di Masa Pandemi

PADANG -- Pemerintah Provinsi Sumbarmendukung langkah-langkah TNI-Polri dalam menghadapi ketahanan pangan. Gubernur...

Gali Lubang Septic Tank, Keturunan Tuanku Imam Bonjol Ini Temukan Peluru Meriam

Gali Lubang Septic Tank, Keturunan Tuanku Imam Bonjol Ini Temukan Peluru Meriam

PASAMAN - Peluru meriam diduga sisa-sisa Perang Paderi yang dipimpin Tuanku Imam Bonjol, ditemukan warga Nagari Ganggo...

Hari Bhayangkara Ke-74, Polres Padang Panjang Gelar Gowes

Hari Bhayangkara Ke-74, Polres Padang Panjang Gelar Gowes

PADANG PANJANG -- Kapolres Padang Panjang, AKBP Apri Wibowo beserta personil melaksanakan olahraga bersepeda bersama...

Kisruh PPDB di Padang, Orang Tua Siswa: Untuk Makan Saja Susah Apalagi Harus Menyekolahkan ke Swasta

Kisruh PPDB di Padang, Orang Tua Siswa: Untuk Makan Saja Susah Apalagi Harus Menyekolahkan ke Swasta

PADANG -- Protes para orangtua wali murid yang anaknya gagal masuk sekolah negeri karena peraturan baru. Sistem PPBB...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu