Wednesday, 21 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

Didirikan Pada Awal Abad ke-19, Inilah Masjid Batu Pertama Dibangun di Pariaman

Jumat, 10 Mei 2019 - 05:05:21 WIB - 971
Didirikan Pada Awal Abad ke-19, Inilah Masjid Batu Pertama Dibangun di Pariaman
Masjid Raya Kota Pariaman di Kel Kampung Perak.


PARIAMAN - Masjid Raya Kota Pariaman merupakan salah satu bangunan bersejarah peninggalaan agama islam yang banyak menyimpan cerita tentang perkembangan agama islam pada tempo dulu.

Mesjid yang terletak di pusat Kota Pariaman ini, tepatnya di Jalan Bagindo Azis Chan Nomor 56, Kelurahan Kampung Perak, Kecamatan Pariaman Tengah, merupakan Masjid batu pertama yang didirikan di Kota Pariaman pada awal abad ke-19.

Menurut warga Pasar Pariaman, Arsal, yang ditemui di Mesjid tersebut, Kamis (9/5/2019) mengatakan bahwa Masjid Raya Kota Pariaman atau yang dulu dikenal dengan Surau Pasa, pertama kali didirikan pada tahun 1905 Masehi atau 1228 Hijriyah oleh seorang ulama besar yang termasyur pada masa itu, Syekh Muhammad Jamil.

Arsal menjelaskan bahwa Masjid ini merupakan Masjid batu pertama yang didirikan di Kota Pariaman. "Dulu biasanya Masjid atau surau dibangun dengan menggunakan bahan kayu dan beratap rumbia, sedangkan Masjid Raya Pariaman ini, dibangun dengan mengunakan bahan batu," ujarnya.

Menurut dia, Masjid ini dibangun secara bersama-sama oleh seluruh komponen anak nagari pasar Pariaman. Ia menyebut, Masjid Raya Pariaman ini, dulunya disebut juga dengan Surau Pasa, karena berlokasi di dekat Pasar Pariaman dan dikerjakan oleh anak nagari Pasar Pariaman.

Masjid ini juga termasuk salah satu Heritage (warisan sejarah) yang ada di Kota Pariaman. Mesjid Raya Pariaman ini tercatat sebagai cagar budaya dengan nomor inventaris 34/BCB-TB/A/2007.

Sekilas bangunan luar Masjid yang dipenuhi tembok ini, terkesan modern. Namun setelah kita memasuki bagian dalam Masjid, akan tampak ornamen kuno yang terdapat di ukiran kayu yang ada di dalam Masjid yang menunjukan bahwa bangunan ini termasuk bangunan tua.

Sedangkan diluar Masjid, terang dia, terdapat kuburan Syeck Muhammad Jamil, pengikutnya serta keluarganya yang masih terjaga dengan baik. (war)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: pariaman,reliji,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Gelaran Resepsi HUT 350 Tahun Padang Tanpa Dewan Di tempat Tak Bertuan, Inilah Komentar Warga

Gelaran Resepsi HUT 350 Tahun Padang Tanpa Dewan Di tempat Tak Bertuan, Inilah Komentar Warga

PADANG -- Pemerintah Kota Padang menggelar resepsi HUT ke-350 Kota Padang tanpa rapat paripurna istimewa anggota DPRD...

Peduli Sesama, ACT Sumbar Galang Donasi untuk Widodo Bocah Penderita Iktiosis Lamelar

Peduli Sesama, ACT Sumbar Galang Donasi untuk Widodo Bocah Penderita Iktiosis Lamelar

PADANG -- Bocah penderita Iktiosis Lamelar Widodo (12), terpaksa berhenti sekolah karena penyakit yang ia derita....

Pasca Insiden Mahasiswa Papua di Balaikota, Wakil Wali Kota Malang Sampaikan Ini

Pasca Insiden Mahasiswa Papua di Balaikota, Wakil Wali Kota Malang Sampaikan Ini

...

HUT Kemerdekaan RI, Masyarakat Sungayang Gelar Upacara Bendera Diatas Bukit Kasumbo

HUT Kemerdekaan RI, Masyarakat Sungayang Gelar Upacara Bendera Diatas Bukit Kasumbo

TANAH DATAR -- Dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme dan memeriahkan kemerdekaan negara Indonesia, Pasukan...

TNI Bersama Rakyat Dalam TMMD/N Ke 105 Tahun 2019

TNI Bersama Rakyat Dalam TMMD/N Ke 105 Tahun 2019

BUKITTINGGI - Berdasarkan Rapat Koordinasi (Rakor) TNI Manunggal Membangun Desa/Nagari (TMMD/N) ke 105 Tahun 2019 yang...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media