Monday, 17 Jun 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

Didirikan Pada Awal Abad ke-19, Inilah Masjid Batu Pertama Dibangun di Pariaman

Jumat, 10 Mei 2019 - 05:05:21 WIB - 888
Didirikan Pada Awal Abad ke-19, Inilah Masjid Batu Pertama Dibangun di Pariaman
Masjid Raya Kota Pariaman di Kel Kampung Perak.


PARIAMAN - Masjid Raya Kota Pariaman merupakan salah satu bangunan bersejarah peninggalaan agama islam yang banyak menyimpan cerita tentang perkembangan agama islam pada tempo dulu.

Mesjid yang terletak di pusat Kota Pariaman ini, tepatnya di Jalan Bagindo Azis Chan Nomor 56, Kelurahan Kampung Perak, Kecamatan Pariaman Tengah, merupakan Masjid batu pertama yang didirikan di Kota Pariaman pada awal abad ke-19.

Menurut warga Pasar Pariaman, Arsal, yang ditemui di Mesjid tersebut, Kamis (9/5/2019) mengatakan bahwa Masjid Raya Kota Pariaman atau yang dulu dikenal dengan Surau Pasa, pertama kali didirikan pada tahun 1905 Masehi atau 1228 Hijriyah oleh seorang ulama besar yang termasyur pada masa itu, Syekh Muhammad Jamil.

Arsal menjelaskan bahwa Masjid ini merupakan Masjid batu pertama yang didirikan di Kota Pariaman. "Dulu biasanya Masjid atau surau dibangun dengan menggunakan bahan kayu dan beratap rumbia, sedangkan Masjid Raya Pariaman ini, dibangun dengan mengunakan bahan batu," ujarnya.

Menurut dia, Masjid ini dibangun secara bersama-sama oleh seluruh komponen anak nagari pasar Pariaman. Ia menyebut, Masjid Raya Pariaman ini, dulunya disebut juga dengan Surau Pasa, karena berlokasi di dekat Pasar Pariaman dan dikerjakan oleh anak nagari Pasar Pariaman.

Masjid ini juga termasuk salah satu Heritage (warisan sejarah) yang ada di Kota Pariaman. Mesjid Raya Pariaman ini tercatat sebagai cagar budaya dengan nomor inventaris 34/BCB-TB/A/2007.

Sekilas bangunan luar Masjid yang dipenuhi tembok ini, terkesan modern. Namun setelah kita memasuki bagian dalam Masjid, akan tampak ornamen kuno yang terdapat di ukiran kayu yang ada di dalam Masjid yang menunjukan bahwa bangunan ini termasuk bangunan tua.

Sedangkan diluar Masjid, terang dia, terdapat kuburan Syeck Muhammad Jamil, pengikutnya serta keluarganya yang masih terjaga dengan baik. (war)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: pariaman,reliji,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Melanjutkan Studi di Timur Tengah, 241 Alumni MAN dan Ponpes se-Sumbar Ikuti Tes Kualifikasi Bahasa

Melanjutkan Studi di Timur Tengah, 241 Alumni MAN dan Ponpes se-Sumbar Ikuti Tes Kualifikasi Bahasa

PADANG - Alumni Madrasah Aliyah Negeri dan sederajat serta pondok pesantaren se Sumatra Barat, yang akan melanjutkan...

Apa Keuntungan Menggunakan Kartu Brizzi? Ini Penjelasannya Dari Wali Kota Bukittinggi

Apa Keuntungan Menggunakan Kartu Brizzi? Ini Penjelasannya Dari Wali Kota Bukittinggi

BUKITTINGGI - Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyoroti hangatnya pembicaraan di media sosial terkait penggunaan...

Wakil Walikota Pariaman kunjungi Pemondokan Kafilah MTQ di Solok

Wakil Walikota Pariaman kunjungi Pemondokan Kafilah MTQ di Solok

PARIAMAN - Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin beserta istri, meninjau pemondokan tempat Kafilah Kota Pariaman...

Rumah Warga Jundul Rawang Padang Terendam Banjir Hingga Selutut

Rumah Warga Jundul Rawang Padang Terendam Banjir Hingga Selutut

PADANG - Hujan yang mengguyur Kota Padang, Sumbar sekitar pukul 14.30 WIB, dengan intensitas lebat hingga pukul 17.00...

Wisatawan Pantai Padang Diminta Tidak Mandi di Laut Saat Libur Lebaran

Wisatawan Pantai Padang Diminta Tidak Mandi di Laut Saat Libur Lebaran

PADANG -- Libur Lebaran telah tiba, pantai di Padang, Sumatera Barat, menjadi tempat favorit wisatawan. Tapi mereka...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media