Monday, 17 Jun 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang Pariaman

Sudah Berusia 3,5 Abad, Inilah Surau Tertua di Sumatera Barat

Jumat, 10 Mei 2019 - 11:26:37 WIB - 7084
Sudah Berusia 3,5 Abad, Inilah Surau Tertua di Sumatera Barat
Surau Gadang Syekh Burhanuddin Tanjung Medan.


PADANG PARIAMAN - Mesjid atau musahalla merupakan salah satu bukti perjalanan sejarah perkembangan agama Islam pada masa lalu. Meskipun tanah arab sebagai tempat pertama kali agama Islam diturunkan namun di Indonesia secara umum dapat juga kita lihat peninggalan bersejarah masuknya Dinul Islam itu.

Di Pulau Sumatera sendiri khususnya Padang Pariaman merupakan salah satu daerah sebagai tempat pertama kali dimulainya perkembangan agama Islam di Sumbar.

Banyak peninggalan sebagai bukti sejarah yang dapat kita lihat sebagai pedoman bahwa agama Muhammad tersebut pada mulanya diajarkan kepada masyarakat melalui tempat ibadah.

Salah bukti peninggalan sejarah adalah Surau Gadang Syekh Burhanuddin yang terletak di Korong Taluak Nibuang Nagari Sandi Ulakan Kecamatan Ulakan Tapakis

Menurut salah seorang nara sumber yang merupakan Pimpinan Ponpes (Pondok Pesantren) Luhur SB, Iskandar Zulkarnaini TK. Sutan kepada MinangkabauNews.com, Jumat (10/5/19) menyebutkan, Surau/Mushalla yang paling tua di Ranah Minang adalah peninggalan SB (Syekh Burhanuddin) yang sudah berusia 3,5 abad.

"Surau itu adalah tempat pertama kalinya beliau mengajarkan agama islam pada muridnya, sesudah beliau kembali dari Aceh belajar dengan gurunya Syekh Abdul Rauf Singkil," tutur Iskandar.

Ia mengungkapkan, setelah SB kembali dari Aceh ada tiga ketentuan yang harus di laksanakn oleh SB dalam mengembangkan agama islam pertama adalah tempat pemakaman di Lagondi, kemudian Mesjid di Kampuang Koto dan Surau yang ada saat ini.

"Beliau meninggal tahun 1111 H, kembali dari Aceh 1080 H, jika dihitung hingga saat ini umur Surau itu sudah lebih 340 tahun. Sekarang fungsinya masih sama mengajarkan agama islam spesifik belajar kitab kuning, Shalat berjamaah, Tadarus Alquran dan TPA/TPSA," ulasnya.

Meskipun Surau tua itu sudah tidak berdiri kokoh lagi, namun masih tetap dipertahankan sebagai sumber sejarah perkembangan agama islam dan situs cagar budaya dan telah direnovasi pada tahun 2012.

"Selain itu setiap bentuk bangunannya mempunyai makna sendiri seperti gonjongnya yang bercabang dua yang melambangkan pertemuan adat dan syarak atau di Ranah Minang kita kenal dengan ABS-SBK (Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah), sedangkan jendelanya yang 20 bermakna sifat-sifat Allah," ujar dia.

Iskandar Zulkanaini sendiri merupakan turunan dari Ali Akbar Tk. Nan Garang yang merupakan pendamping SB dalam mengembangkan agama islam

"Dalam mengembangkan agama islam SB didampingi oleh dua orang tokoh yang pertama Idris Khatib Majalelo dan Ali Akbar TK. Nan Garang yang dibuang ke Manado Sulawesi oleh Belanda," tutupnya (war)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: padang-pariaman,reliji,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Rumah Warga Jundul Rawang Padang Terendam Banjir Hingga Selutut

Rumah Warga Jundul Rawang Padang Terendam Banjir Hingga Selutut

PADANG - Hujan yang mengguyur Kota Padang, Sumbar sekitar pukul 14.30 WIB, dengan intensitas lebat hingga pukul 17.00...

Respon Cepat Polsek Teluk Kabung Amankan Pelaku Pungli

Respon Cepat Polsek Teluk Kabung Amankan Pelaku Pungli

PADANG -- Kepolisian Sektor Teluk Kabung, Padang dan Tim Satgas Pungli langsung bergerak cepat menciduk tiga orang...

Ibu Ani Yudhoyono Meninggal Dunia

Ibu Ani Yudhoyono Meninggal Dunia

JAKARTA -- Kabar duka datang dari Mantan ibu negara Ani Yudhoyono meninggal dunia di ruang ICU, National University...

Sosialisasi Pemutakhiran Data, Wako Padang Panjang Harapkan Data Berkualitas

Sosialisasi Pemutakhiran Data, Wako Padang Panjang Harapkan Data Berkualitas

...

Posko Siaga Lebaran 1440 Hijriah, Relawan PMI Kota Bukitinggi Jalankan Misi Kemanusiaan

Posko Siaga Lebaran 1440 Hijriah, Relawan PMI Kota Bukitinggi Jalankan Misi Kemanusiaan

BUKITTINGGI - Relawan yang bertugas pada posko siaga lebaran 1440 Hijriah / 2019 Masehi memberikan pelayanan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media