Monday, 17 Jun 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

Takjil di Pasar Pabukon Pariaman Diperiksa, BBPOM Tidak Temukan Bahan Makanan Berbahaya

Jumat, 10 Mei 2019 - 17:08:04 WIB - 233
Takjil di Pasar Pabukon Pariaman Diperiksa, BBPOM Tidak Temukan Bahan Makanan Berbahaya
Pemeriksaan sampel takjil dari pasar pabukoan di atas mobil labor uji milik BBPOM.


PARIAMAN - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumatera Barat bersama Diskoperindagkop dan UKM Kota Pariaman lakukan pemeriksaan takjil yang dijual di pasar "pabukoan", Kamis (9/05).

Pemeriksaan takjil dari kandungan bahan makanan berbahaya dilakukan di dua tempat yakninya pasar pabukoan pasar Pariaman Jln. Bagindo Azischan dan Pasar Kurai Taji.

Kepala BBPOM Padang Martin Suhendri mengatakan, di dua pasar pabukoan tersebut, untuk pasar Pariaman mengambil 20 sampel dan Pasar Kurai Taji 6 sampel.

Ia mengatakan, pasar "pabukoan" adalah salah satu pasar yang identik dikunjungi oleh masyarakat pada bulan suci Ramadhan.

"berdasarkan hasil pemeriksaan di mobil laboratorium, takjil yang dijual di kedua pasar itu aman dari penggunaan zat berbahaya," ungkapnya pada sore itu.

Meskipun petugas sempat meragukan dua dari 20 sampel takjil di Pasar Pariaman mengandung zat berbahaya namun setelah diperhatikan dengan saksama pihaknya memastikan takjil tersebut aman dikonsumsi.

"Bila BBPOM ada menemukan makanan mengandung bahan berbahaya, pertma kali kita akan memperingati pedagang untuk tidak menggunakan zat berbahaya lagi dan melarang menjual makanan tersebut, kemudian menelusuri pemasok penjual bahan makanannya," pungkas Suhendri.

Namun jika pedagang masih tetap membandel, berdagang dengan menggunakan zat berbahaya maka akan berhadapan dengan hukum.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pariaman Mardison Mahyuddin mengatakan pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada warga berbelanja penganan di bulan ramadhan.

"Jika terbukti maka ada konsekuensi hukum yang harus dijalani oleh pedagang dan pemasok," ujarnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau pada para pedagang agar menggunakan bahan yang aman dalam berjualan dan untuk pembeli ia meminta supaya menjadi konsumen yang cerdas dalam berbelanja.

Pada kesempatan itu juga Kadis. Koperindagkop Gusniyetti Zaunit mengatakan, pihaknya turut memfasilitasi pemeriksaan yang dilakukan oleh BBPOM.

"Untuk labor pemeriksaan uji makanan hanya dimiliki BBPOM, namun jika ada ditemukan pedagang yang menggunakan bahan makanan berbahaya, kita berkewajiban juga membinanya," ujar Yet. (war)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: kuliner,pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Libur Lebaran, WWS Waterpark Sawahlunto Diserbu Pengunjung

Libur Lebaran, WWS Waterpark Sawahlunto Diserbu Pengunjung

SAWAHLUNTO -- Wisata pemandian Wahana Wisata Sawahlunto yang berada di Jl. Lintas Sumatera Muaro Kalaban, Silungkang,...

Diduga Sudah Meresahkan, Empat Pasang Remaja Diamankan Satpol PP Padang Dari Bawah Jembatan Lubeg

Diduga Sudah Meresahkan, Empat Pasang Remaja Diamankan Satpol PP Padang Dari Bawah Jembatan Lubeg

PADANG - Delapan orang remaja diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP) Kota Padang dari rumah warga...

Lima Hari Pencarian, Korban Terakhir Innova Terjun Jurang di Agam Ditemukan Mengapung

Lima Hari Pencarian, Korban Terakhir Innova Terjun Jurang di Agam Ditemukan Mengapung

LIMAPULUH KOTA - Korban terakhir minibus jenis Toyota Innova warna putih dengan nomor polisi BA 1751 BP berpenumpang 10...

 Dua Ratus Ribu Wisatawan Kunjungi Kota Pariaman Selama Pesta Pantai 2019

Dua Ratus Ribu Wisatawan Kunjungi Kota Pariaman Selama Pesta Pantai 2019

PARIAMAN - Plt. Kepala Dinas Pariwisata Pariaman Alfian mengatakan sebanyak 200.480 wisatawan ramaikan iven tahunan...

Dihantam Gelombang Laut, Petugas BPBD Kota Pariaman Kritis

Dihantam Gelombang Laut, Petugas BPBD Kota Pariaman Kritis

PARIAMAN - Seorang petugas BPBD dari tim TRC kritis dihantam gelombang laut di sekitar perairan Pulau Angso Duo pada...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media