Friday, 24 May 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Bukittinggi

Unggulan TP-PKK Bukittinggi, Sekolah Keluarga Dinilai Tim Inovasi Provinsi Sumbar

Jumat, 10 Mei 2019 - 20:51:19 WIB - 260
Unggulan TP-PKK Bukittinggi, Sekolah Keluarga Dinilai Tim Inovasi Provinsi Sumbar
Ketua TP PKK Kota Bukittinggi Yessi Ramlan Nurmatias saat memberikan paparannya.


BUKITTINGGI - Kota Bukittinggi kembali dikunjungi Tim penilai tingkat Provinsi Sumatera Barat. Kali ini dalam rangka Penilaian Kompetensi Pelayanan Prima dan Inovasi Pelayanan Publik Kota Bukittinggi yang dilakukan pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB). Tim diterima oleh Kepala Dinas P3APPKB Tati Yasmarni, Kabag Organisasi Setdako Bukittinggi Elza Aulia, Ketua TP PKK Yessi Ramlan dan Wakil Ketua TP PKK Khadijah Irwandi di ruang pertemuan lantai III Badan Keuangan Kota Bukittinggi, Kamis (9/5/2019).

Tim penilain yang hadir dari Provinsi Sumatera Barat terdiri dari berbagai unsur yang diketuai oleh Zikri Alhadi dari Universitas Padang, Ria Ariany dari Universitas Andalas, Sawir Pribadi dari SKH Singgalang yang mewakili unsur media dan tim juga didampingi dari Biro Organisasi Pemprov Sumbar I Gusti Firmasyah dan Lili Hartono.

Zikri Alhadi menyampaikan bahwa penilaian yang akan dilakukan oleh tim meliputi 2 (dua) hal, yang pertama adalah standar pelayanan minimal yang dilakukan oleh Dinas P3APPKB sera menilai Inovasi apa yang dilakukan.

"Teknik penilaian yang dilakukan dengan mendengarkan ekspose dari Kepala dinas setelah itu melakukan pendalaman materi dengan melakukan pertanyaan-pertanyaan secara bergantian dan setelah itu akan dilakukan observasi kelapangan untuk melihat kondisi riil dilapangan," ucapnya.

Sementara itu Yesi Ramlan selaku inisiator mengatakan banyak manfaat yang didapat dengan dibentuknya "Sekolah Keluarga" diantaranya adalah Menciptakan ketahanan keluarga, Memperbaiki pola asuh keluarga untuk menciptakan keluarga yang berkualitas, Mengatasi kekerasan terhadap perempuan dan anak, menghindari perpecahan dalam rumah tangga, serta Menurunkan masalah sosial.

"Pendidikan itu tidak bisa hanya ada guru dan murid saja, tetapi perlu ada orang tua disana, perlu ada masyarakat dan perlu juga ada Pemerintah. Inilah yang kami lakukan karena untuk sempurna suatu pendidikan harus ada 5 komponen tersebut," ujar Yesi.

Kemudian Yesi mengatakan untuk memperkecil masalah sosial di Kota Bukittinggi juga akan dilakukan nasehat pranikah bagi anak remaja yang akan menikah diawal tahun pertama.
"Kita mengharapkan perkawainan yang terjadi adalah perkawinan yang tangguh dan tidak rapuh, karena semua persoalan sosial yang terjadi berawal dari keluarga," tambahnya.

Sedangkan Kepala Dinas P3APPKB Tati Yasmarni dalam eksposenya dihadapan tim yang mengangkat inovasi dengan judul "Kolega Sejati" yang mempunyai arti Sekolah Keluarga Sejahtera Menanti, secara runtut menjelaskan mulai dari Tupoksi Dinas P3APPKB hingga lahirnya inovasi Kolega Sejati atau yang lebih dikenal oleh masyarakat Bukittinggi dengan sebutan Sekolah Keluarga.

"Sekolah keluarga lahir dilatar belakangi karena mulai berkurangnya kualitas keluarga yang disebabkan oleh tidak optimalnya 8 fungsi keluarga ditengah-tengah masyarakat Kota Bukittinggi, sering adanya pengaduan terjadinya kasus-kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak, kekerasan perempuan dalam rumah tangga, untuk itu ketua TP PKK Kota Bukittinggi Yesi Ramlan menginisiasi membentuk Sekolah Keluarga dengan tujuan menyelamatkan keluarga dari permasalahannya dan sekaligus untuk meningkatkan kapasitas orang tua dalam mengurus rumah tangga serta mendidik anaknya," ujar Tati.

Setelah mendengarkan ekspose, tim penilai melakukan tanya jawab dengan alumni sekolah keluarga angkatan I dan kepada perwakilan sekolah keluarga angkatan II disamping itu juga kepada para pengajar atau nara sumber kemudian dilanjutkan dengan peninjauan lapangan kelokasi sekolah keluarga. (Iwin SB)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: bukittinggi,sawahlunto,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Keindahan dan Keunikan Wisata Kota Cirebon Tak Boleh Dipandang Sebelah Mata

Keindahan dan Keunikan Wisata Kota Cirebon Tak Boleh Dipandang Sebelah Mata

PARIWISATA - Saat weekend acap kali para wisatawan memanfaatkan waktu dengan bertamasya ke Puncak Bogor atau Bandung....

Guna Pengembangan KEK Bukik Ameh Keluar Tahun Ini, Pemkab Pessel Targetkan Peraturan Pemerintah

Guna Pengembangan KEK Bukik Ameh Keluar Tahun Ini, Pemkab Pessel Targetkan Peraturan Pemerintah

PESISIR SELATAN - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan terus berupaya menyiapkan dokumen sesuai dengan Peraturan...

Kelurahan Koto Panjang Padang Panjang Gelar Rapat Persiapan Penilaian Kelurahan Berprestasi

Kelurahan Koto Panjang Padang Panjang Gelar Rapat Persiapan Penilaian Kelurahan Berprestasi

...

ACT Turunkan Relawan Hadapi Risiko Krisis Kemanusiaan pada Momen 22 Mei 2019

ACT Turunkan Relawan Hadapi Risiko Krisis Kemanusiaan pada Momen 22 Mei 2019

JAKARTA -- Indonesia segera memasuki akhir dari pesta demokrasi yang berlangsung pada pemilu April lalu. Rabu...

Pemkab Pessel Mutasi Pejabat Eselon III dan IV, Inilah Pesan Bupati

Pemkab Pessel Mutasi Pejabat Eselon III dan IV, Inilah Pesan Bupati

...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media