Wednesday, 21 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Feature

Surau Inyiak Syeikh Bantam, Kenangan Masa Lalu

Sabtu, 11 Mei 2019 - 09:40:06 WIB - 584
Surau Inyiak Syeikh Bantam, Kenangan Masa Lalu
Surau Inyiak Syeikh Bantam peninggalan Muhammad Kharis Bin Muzafar.


FEATURE - Surau Inyiak Syeikh Bantam peninggalan Muhammad Kharis Bin Muzafar, merupakan sebuah surau yang ada di jalan Perintis Kemerdekaan nomor 39 Kelurahan Aua Tajungkang Tangah Sawah, Kecamatan Guguak Panjang Kota Bukittinggi, berdekatan dengan janjang menuju pasa teleng dan pasa ateh.

Syeikh Bantam merupakan ulama asal Cilegon, Banten. Pada tahun 1888 terjadi pemberontakan Cilegon, Syeikh Bantam yang bernama Muhammad Kharis Bin Muzafar dibuang ke Fort de Kock (Bukittinggi tempo dulu) ketika masa penjajahan kolonial Belanda.

Setelah di Bukittinggi masa itu, Muhammad Kharis atau Inyiak Syeikh Bantam memperoleh tanah atas pemberian secara sukarela oleh niniak mamak suku pisang H.Abdurrahman (almarhum). Pada tahun 1890 Muhammad Kharis Bin Muzafar "Inyiak Syeikh Bantam" menikah dengan gadis Minang Hj.Fatimah asal Kapa, Sasak (di Kabupaten Pasaman Barat, sekarang).

Dari pernikahan tersebut dikaruniai 7 orang anak masing masing H.Waimunah (meninggal pada 27 April 1946 di Kota Bukittinggi), Muhammad Thaher (meninggal pada 19 Februari 1939 di Kota Bukittinggi), Marhamah (meninggal 12 Mei 1951 di Kota Bukittinggi), Chuzaini Angku Mudo (meninggal pada 16 Agustus 1985 di Kota Bukittinggi), Munawarah, anak kelima (meninggal pada tahun 1960 di Sabang), Bahar Fakhrudin, anak ketujuh (meninggal pada 28 September 1961) , dan Hj Syaarnah, anak keenam (meninggal pada 21 Maret 2000 di Jakarta).

Nama Bantam merupakan julukan Banten, menurut Masyarakat di Kota Bukittinggi kala itu, sehingga Ulama ini dikenal luas sebagai Inyiak Syeikh Bantam, Beliau adalah salah seorang pejuang yang turut merebut kemerdekaan dari tangan penjajah dengan melakukan metode syiar Islam. Pada akhirnya, ulama ini menjalani kehidupannya sebagai pendakwah, memberikan pembelajaran kepada masyarakat Minang, tidak sedikit murid beliau yang mendapatkan kajian ke Islaman dari didikan Syeikh.

Salah satu keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada Ulama ini, dari keterangan yang disampaikan pak Lukman, Syeikh Bantam, jika dipotret dengan kamera, wajah atau sosok beliau tidak mampu diperoleh oleh kamera, walaupun telah diulang berkali kali, Syeikh Bantam juga memiliki keistimewaan lain, yang dari riwayat diterima pak lukman, Jika Syeikh Bantam berjalan atau berpergian ke suatu tujuan, di saat ini cuaca tengah hujan, sesampai ditujuan, pakaian atau baju dan tubuh Syeikh tidak satu pun yang basah, walau Beliau tetap berada di tengah guyuran hujan.

Inyiak Syeikh Bantam meninggal dunia pada 19 Agustus 1927 dimakamkan di kawasan Stikes Ceria Buana (jalan Veteran, Jirek). Janjang Inyiak Syeikh Bantam yang berada di dekat Surau merupakan bukti keberadaan Surau yang dibangun secara gotong royong atas tanah pemberian dari suku di Kota Bukittinggi.

Surau ini menjadi tempat ibadah yang diminati masyarakat khususnya pedagang pasar atas masa silam, sehingga jalan dari pasar atas melewati jalan lereng hingga bermuara di janjang inyiak syeikh bantam juga dikenal dengan nama jalan Syeikh Bantam, disurau inilah, jamaah yang sholat mendapatkan ilmu agama, tausyiah dari ulama asal Cilegon, Banten. (Iwin SB)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: bukittinggi,feature,reliji,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Rakor K3MA di Padang Panjang, Wawako Berharap Lahir Madrasah Hebat

Rakor K3MA di Padang Panjang, Wawako Berharap Lahir Madrasah Hebat

PADANG PANJANG - Merupakan suatu penghargaan bagi Padang Panjang ditunjuk sebagai pelaksa kegiatan Rapat Koordinasi...

Bupati Hendrajoni Bagikan 13 Ekor Sapi Kurban di Sejumlah Masjid di Pessel

Bupati Hendrajoni Bagikan 13 Ekor Sapi Kurban di Sejumlah Masjid di Pessel

PESISIR SELATAN - Bupati Kabupaten Pesisir Selatan, Hendrajoni membagikan sebanyak 13 ekor sapi kurban dalam rangka...

Terbentuk 12 Juli 2019 Lalu, KDDS Adakan Aksi Donor Darah Perdana

Terbentuk 12 Juli 2019 Lalu, KDDS Adakan Aksi Donor Darah Perdana

PADANG ARO -- Komunitas Donor Darah Solok Selatan (KDDS), Sumatera Barat kumpulkan puluhan kantong darah di Taman Kota...

DKP Optimis Pengangkatan Bangkai Kapal di Muara Padang Tuntas 12 Agustus, Ini Kata Wali Kota Padang

DKP Optimis Pengangkatan Bangkai Kapal di Muara Padang Tuntas 12 Agustus, Ini Kata Wali Kota Padang

...

Pukat Harimau Marak di Perairan Pantai Muaro Kandis Pessel

Pukat Harimau Marak di Perairan Pantai Muaro Kandis Pessel

PESISIR SELATAN - Belasan kapal nelayan penangkap ikan yang berada di perairan Pantai Muaro Kandis, Kecamatan Linggo...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media