Monday, 19 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pariaman

Walikota Pariaman: Berwisata di Monumen AL Sambil Mengenang Sejarah

Sabtu, 11 Mei 2019 - 19:25:52 WIB - 858
Walikota Pariaman: Berwisata di Monumen AL Sambil Mengenang Sejarah
Monumen AL Pariaman di ujung Muara Pantai Gandoriah.


PARIAMAN - Tercatat dalam sejarah perjuangan ALRI pada masa kemerdekaan, kota Pariaman mempunyai peran yang sangat strategis, terutama saat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia di Bukit Tinggi Sumatera Barat periode 1945 - 1949, hal inilah yang disampaikan Genius mengawali pembicaraan tentang sejarah monumen AL RI Pariaman di kediamannnya pada Sabtu (11/05/19).

Ia melanjutkan pada saat itu, Pariaman menjadi salah satu basis kekuatan perjuangan maritim rakyat Sumatera Barat yang tergabung dalam Tentara Rakyat Indonesia Laut Sumatera Tengah atau Resimen ALRI, yang menjadi cikal bakal Pangkalan Besar AL RI Pariaman.

Kalau yang sudah pernah ke Kota Pariaman, salah satu kota pesisir pantai yang ada di Provinsi Sumatera Barat, pasti pernah berwisata sekaligus berfoto di lokasi yang satu ini, yaitu Monumen TNI AL Kota Pariaman, yang berada di ujung muaro Pariaman.

Bentuk Monumen yang unik, berupa sebuah Kapal Perang besar setinggi 3 Meter, dengan dilengkapi oleh Meriam Kapal Experi KRI Teluk Tomini 508.
Ditambah satu buah Tank Amfibi jenis PT-76 buatan Uni Soviet tahun 1947 milik TNI AL, yang didatangkan langsung dari Markas Komando Marinir Cilandak, dan satu unit Meriam Howikzer M30 122, serta tiga patung pejuang diatasnya.

Pada bagian belakang kapal, terdapat tulisan serta diorama yang menerangkan tentang perjuangan TNI Angkatan Laut di Pariaman pada Agresi Militer Belanda II, menjadikan Monumen Perjuangan TNI AL Pariaman ini, tampak semakin heroik.

Tidak tanggung-tanggung, Monumen inipun diresmikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) TNI, Laksamana Ade Supandi, pada 8 maret 2017 yang lampau. Nah, mau tahu bagaimana tentang sejarahnya sehingga sang KSAL dan Kota Pariaman membuat Monument ini, begini sejarahnya.

Pada 8 Maret 1946, Mayor Sulaiman diperintahkan oleh komandan Divisi III Banteng, untuk memindahkan Markas Komando TKR Laut Sumatera Tengah ke Pariaman, karena kondisi Kota Padang yang sudah tidak aman. Sejak itu, kota tersebut dikenal sebagai Markas AL Pangkalan Besar Pariaman.

"Pada Agresi Militer Belanda II, tentara Belanda berusaha merebut Pariaman dengan melakukan beberapa kali serangan. Serangan pertama terjadi pada 19 Desember 1948 dengan menggunakan kapal perang serta meriam kaliber 130 dari depan Pulau Angso Duo yang mengarah ke markas TNI Angkatan Laut", ujar Genius.

Serangan tersebut dibalas oleh TNI Angkatan Laut dengan tembakan meriam tomong buatan Sawahlunto, namun tidak berhasil dikarenakan jarak tembaknya tidak bisa mencapai sasaran.

"Meskipun serangan Belanda semakin gencar, TNI Angkatan Laut tetap bertahan di posisinya masing-masing, salah satunya bunker yang terletak di Jalan Tugu Perjuangan dekat kantor Pos Pariaman sekarang. Di dalam bunker tersebut terdapat 36 orang yang terdiri dari TNI Angkatan Laut dan warga sipil," tukasnya.

Pada pukul 11.00 Wib, terjadi pertempuran di bunker itu. TNI Angkatan Laut kehabisan amunisi sehingga terpaksa keluar agar tidak ditangkap oleh tentara Belanda. Namun mereka disambut dengan tembakan tentara Belanda, sehingga 34 orang gugur dan hanya dua orang yang selamat.

"Para pejuang TNI AL yang gugur tersebut, saat ini dikebumikan di Taman Makam Pahlawan, Kusuma Bangsa, Rawang, Kota Pariaman, sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah gugur mempertahankan Kota Pariaman sebagai basis pertahanan TNI AL kala itu," tutupnya.

Nah, itulah sejarah kenapa di ujung muaro Pariaman, saat ini terbentang megah dan Heroik, sebuah Monumen TNI AL Kota Pariaman, sebagai wujud penghargaan terhadap pejuang yang gugur, dan mempertahankan sejarah yang ada.

"Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawan, selamat berwisata sambil mengenang sejarah," tutup Genius. (war)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Tiga Jerigen Tuak dan Enam Wanita Tuna Susila di Dharmasraya Diamankan Satpol PP

Tiga Jerigen Tuak dan Enam Wanita Tuna Susila di Dharmasraya Diamankan Satpol PP

DHARMASRAYA - Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Dharmasraya sudah mulai mengeluarkan taji. Aparat...

Minimalisir Dampak Kesalahan Pilkada Serentak, Ini yang Dilakukan Kemendagri

Minimalisir Dampak Kesalahan Pilkada Serentak, Ini yang Dilakukan Kemendagri

PADANG -- Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jendral Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik...

Satresnarkoba Tanah Datar Ringkus 3 Orang Jaringan Narkoba di Lintau Buo

Satresnarkoba Tanah Datar Ringkus 3 Orang Jaringan Narkoba di Lintau Buo

TANAH DATAR -- Satuan Reserse Narkoba Polres Tanah Datar bersama Polsek Lintau Buo, menyita tiga paket kecil diduga...

Bimtek PPK Resmi Ditutup, Kadis Dikpora Kota Pariaman Harapkan Ini

Bimtek PPK Resmi Ditutup, Kadis Dikpora Kota Pariaman Harapkan Ini

PARIAMAN - Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga (PPK) yang diselenggarakan oleh Direktorat...

Gelaran Resepsi HUT 350 Tahun Padang Tanpa Dewan Di tempat Tak Bertuan, Inilah Komentar Warga

Gelaran Resepsi HUT 350 Tahun Padang Tanpa Dewan Di tempat Tak Bertuan, Inilah Komentar Warga

PADANG -- Pemerintah Kota Padang menggelar resepsi HUT ke-350 Kota Padang tanpa rapat paripurna istimewa anggota DPRD...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media