Tuesday, 14 Jul 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Mentawai

Kemarau Panjang, Air Sumur dan PAM di Mentawai Mengalami Kekeringan

Rabu, 15 Mei 2019 - 14:45:19 WIB - 492
Kemarau Panjang, Air Sumur dan PAM di Mentawai Mengalami Kekeringan
Petugas BPBD sedang melakukan penyaluran air bersih kepada masyarakat Km 0 Tuapejat yang mengantri.


MENTAWAI - Masyarakat Mentawai khususnya di sekitaran Tuapejat mengalami kekurangan air bersih, sudah beberapa minggu bahkan hampir satu bulan ini hujan tak kunjung turun membahasahi bumi, akibatnya air PAM dan Sumur kekeringan.

Warga mulai mengeluh dengan keadaan ini, air sumur tak lagi dipenuhi dengan air, produksi PDAM tak mengalir.

Sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai beberapa hari kemaren sampai saat ini, melakukan pendistribusian air bersih ke masyarakat dengan menggunakan dua unit mobil tangki air minum.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai Novriadi mengatakan, pendistribusian air bersih yang dilakukan saat ini, terkait musim kemarau yang sudah hampir satu bulan.

"Dengan bekerja sama pihak DPKP kita melakukan antar air bersih langsung di tempat masyarakat, dalam satu hari ada dua kali pendistribusian air, pagi dan sore," ucap Novriadi.

Di katakan, titik pendistribusian air bersih, ada beberapa tempat salah satunya Km 0 Tuapejat, Perumnas Km 2, Mapaddegat sekitaran, SP 1 Sipora Jaya pasar Ibu.

"Selama masih dalam musim kemarau, kita terus melakukan pendistribusian air kepada warga, air sangat di butuhkan oleh masyarakat," sebut Novriadi.

Kemarau yang terjadi saat ini, adalah bentuk bencana, dan faktor alam dan bisa dikatakan satu bencana krisis air bersih, maka dari itu, pihak BPBD dan DPKP bertugas menyalurkan air bersih kepada masyarakat, sebutnya.

Ronel salah satu petugas BPBD mengatakan, saat ini sedang memberikan masyarakat air bersih tepatnya di Km 0 ,Tuapejat, ujar Ronel saat pendistribusian berlangsung.

"Saat ini kita semua kekurangan air bersih, hujan tak kunjung datang, air sumur mengering, akhirnya kita susah untuk melakukan aktivitas yang membutuhkan air seperti mencuci," ujar Herti Sarubei warga Mapaddegat.

Kalau hujan turun kita tidak kekurangan air, sudah satu bulan lebih hujan tak turun turun, susah kita jadinya, ujar Zainap warga Tuapejat. (Tirman)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: mentawai,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Bhabinkamtibmas Polres Mentawai, Lakukan Sosialisasi Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Bhabinkamtibmas Polres Mentawai, Lakukan Sosialisasi Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

MENTAWAI - Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, Kapolres Kepulauan Mentawai Intruksikan jajaran Polsek...

Pantau Aksi Ganyang Komunis, Komisioner KPAI Jasra Putra: Jangan Lagi Ada Aksi Pelibatan Anak

Pantau Aksi Ganyang Komunis, Komisioner KPAI Jasra Putra: Jangan Lagi Ada Aksi Pelibatan Anak

JAKARTA -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti aksi massa ganyang komunis yang diselenggarakan Alumni...

UPDATE 10 Juli: Tambah Satu Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Solok

UPDATE 10 Juli: Tambah Satu Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Solok

KABUPATEN SOLOK -- Humas Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Solok Sofiyar Syam, Jumat (10/7) mengatakan...

Maling Gondol Duit BOS Rp 40 Juta di Pariaman

Maling Gondol Duit BOS Rp 40 Juta di Pariaman

PARIAMAN -- Kepala Sekolah SMP N1 Kampung Dalam Yurnalis terpaksa menelan pil pahit akibat uang Bantuan Operasional...

Ketahanan Pangan Covid-19 di Mentawai, TNI Polri Lakukan Panen Raya Jagung

Ketahanan Pangan Covid-19 di Mentawai, TNI Polri Lakukan Panen Raya Jagung

MENTAWAI - Kapolres bersama Dandim 0319 Mentawai lalukan Panen Raya Ketahanan Pangan Covid-19 di Desa Sipora Jaya...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu