Sunday, 25 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Mentawai

Kemarau Panjang, Air Sumur dan PAM di Mentawai Mengalami Kekeringan

Rabu, 15 Mei 2019 - 14:45:19 WIB - 384
Kemarau Panjang, Air Sumur dan PAM di Mentawai Mengalami Kekeringan
Petugas BPBD sedang melakukan penyaluran air bersih kepada masyarakat Km 0 Tuapejat yang mengantri.


MENTAWAI - Masyarakat Mentawai khususnya di sekitaran Tuapejat mengalami kekurangan air bersih, sudah beberapa minggu bahkan hampir satu bulan ini hujan tak kunjung turun membahasahi bumi, akibatnya air PAM dan Sumur kekeringan.

Warga mulai mengeluh dengan keadaan ini, air sumur tak lagi dipenuhi dengan air, produksi PDAM tak mengalir.

Sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai beberapa hari kemaren sampai saat ini, melakukan pendistribusian air bersih ke masyarakat dengan menggunakan dua unit mobil tangki air minum.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai Novriadi mengatakan, pendistribusian air bersih yang dilakukan saat ini, terkait musim kemarau yang sudah hampir satu bulan.

"Dengan bekerja sama pihak DPKP kita melakukan antar air bersih langsung di tempat masyarakat, dalam satu hari ada dua kali pendistribusian air, pagi dan sore," ucap Novriadi.

Di katakan, titik pendistribusian air bersih, ada beberapa tempat salah satunya Km 0 Tuapejat, Perumnas Km 2, Mapaddegat sekitaran, SP 1 Sipora Jaya pasar Ibu.

"Selama masih dalam musim kemarau, kita terus melakukan pendistribusian air kepada warga, air sangat di butuhkan oleh masyarakat," sebut Novriadi.

Kemarau yang terjadi saat ini, adalah bentuk bencana, dan faktor alam dan bisa dikatakan satu bencana krisis air bersih, maka dari itu, pihak BPBD dan DPKP bertugas menyalurkan air bersih kepada masyarakat, sebutnya.

Ronel salah satu petugas BPBD mengatakan, saat ini sedang memberikan masyarakat air bersih tepatnya di Km 0 ,Tuapejat, ujar Ronel saat pendistribusian berlangsung.

"Saat ini kita semua kekurangan air bersih, hujan tak kunjung datang, air sumur mengering, akhirnya kita susah untuk melakukan aktivitas yang membutuhkan air seperti mencuci," ujar Herti Sarubei warga Mapaddegat.

Kalau hujan turun kita tidak kekurangan air, sudah satu bulan lebih hujan tak turun turun, susah kita jadinya, ujar Zainap warga Tuapejat. (Tirman)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: mentawai,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Olly Wijaya Tantang Kandidat Calon Bupati dan DPRD Baru, Lahirkan Gagasan Pembangunan IKK Sarilamak

Olly Wijaya Tantang Kandidat Calon Bupati dan DPRD Baru, Lahirkan Gagasan Pembangunan IKK Sarilamak

LIMAPULUH KOTA - Percepatan pembangunan Ibu Kota Kabupaten (IKK) Sarilamak termasuk salah satu issu strategis yang...

ASB Bekali Tim PB di Mentawai dan Pessel dengan Program Pengurangan Resiko Bencana

ASB Bekali Tim PB di Mentawai dan Pessel dengan Program Pengurangan Resiko Bencana

MENTAWAI - Lembaga kemanusian asal Jerman Arbeiter Samariter Bund (ASB) menggelar serah terima program Kapasitas...

Inilah Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 di Tanah Datar

Inilah Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 di Tanah Datar

TANAH DATAR -- Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 yang berlangsung Khidmat, bertindak sebagai...

Tim Penilai Dari Kementerian Kesehatan Sambangi Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Solok Selatan

Tim Penilai Dari Kementerian Kesehatan Sambangi Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Solok Selatan

PADANG ARO -- Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Solok Selatan (FKKS) disambangi tim penilai dari Kementerian Kesehatan...

HUT Kemerdekaan RI ke-74, Pemko Pariaman Gelar Pawai Alegoris

HUT Kemerdekaan RI ke-74, Pemko Pariaman Gelar Pawai Alegoris

PARIAMAN -- Meriahkan HUT RI 74, Ratusan peserta mengikuti pawai alegoris di halaman Balaikota Pariaman pada Senin...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media