Monday, 17 Jun 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Taqwa, Ketentraman dan Kesehatan Jiwa

Minggu, 19 Mei 2019 - 15:25:24 WIB - 561
Taqwa, Ketentraman dan Kesehatan Jiwa
Ilustrasi (foto: dok. istimewa)


Oleh: dr. Hardisman, MHID, PhD

Kita Ummat Islam kembali bertemu dengan Bulan Suci Ramadhan. Pada bulan ini kita meningkatkan penghambaan diri kita kepada Allah SWT dengan ibadah puasa di siang, mendirikan ibadah malamnya, dan memperbanyak kebaikan lainnya. Kebaikan atau amal shalah yang ditingkatkan itu mencakup ibadah mahdah dan ibadah personal, serta ibadah ghairu mahdah dan ibadah sosial.

Tujuan akhir dari semua ibadah yang dilakukan itu adalah untuk mencapai taqwa (sebagaimana QS Al-baqarah [2]:183). Seorang mukmin yang taqwa adalah yang paling mulia disisi Allah SWT itu (QS Al-Hujurat [49]:13).

Oleh karena itu, derajat inilah yang harus diraih oleh setiap mukmin. Sehingga Allah SWT juga memerintahkan setiap mukmin untuk bertaqwa dengan sebenar-benarnya (QS Ali Imran [3]:102). Taqwa yang sebenarnya itu tentu dengan melakukan ibadah dan amal shaleh pribadi dan sosial (muamalah) dengan penuh keikhlasan dengan megharap Ridha-Nya semata.

Orang yang bettqwa, akan mulia disisi yang Maha Kuasa, tentu akan mendapat Ridha-Nya. Bila Ridha Allah SWT itu yang telah didapatkan, maka semua permintaan dan doanya akan diberikan-Nya, dan kepangangan hidup atau rezkinya. Ia akan dijauhkan dari kesempitan dan bahaya (QS At-Thalaq [65]:2-4).

Bagi orang yang taqwa itu akan diberikan keterbukaan hati-sanubarinya dalam melihat kebenaran dan mampumenjauhkan diri dari kemaksiatan (Furqan). Lalu baginya ada pengampunan dan karunia yang sangat besar (QS Al-Anfal [8]:29 dan Al-Hadid [57]: 28).

Ketaqwaan itu akan menjadi solusi terhadap Kontrol syahwat terhadap kesenangan dunia (QS Ali-Imran [3]:14-15). Manusia yang pada dasarnya mempunyai naluriah kesenangan dan kecintaan kepada dunia ini, baik terhadap keluarga ataupun harta. Namun, rahmat dan karunia Allah SWT ini haruslah disyukuri dan digunakan sesuai yang dikehandaki oleh yang memberikannya, dikontrol dengan petunjuk-Nya, yakni melalui jalan Taqwa.

Jika manusia XE "manusia" tidak mampu menggunakan segala karunia yang diberikan Yang Maha Kuasa kepadanya maka ia akan hanyut dalam kegelapan duniawi. Jika manusia dalam mencari kehidupan dunia, XE "dunia" jauh dari kebenaran, senang kepada yang haram XE "haram" , berbuat kerusakan, menyakiti nilai-nilai kemanusian dan berbuat kemaksiatan, maka secara perlahan tapi pasti ia akan jatuh kedalam kebinasaan.

Orang yang jatuh kedalam jurang kehancuran ini adalah orang-orang yang yang jauh dari nilai ketaqwaan dan tidak menghadirkan Allah SWT dalam hidupnya. Maka akan sesat dan semakin jauh dari kebenaran (Al-Hasyr [59):19; Az-Zukruf [43]:36-37; Az-Zumar [39]:22), mendapatkan kesempitan dalam hidup dan jauh dari ketenteraman (QS Thaha [20]:124; Az-Zumar [39]:22).

Orang yang bertaqwa melakukan setiap amal shalehnya dengan ikhlas. Ikhlas beribadah adalah penghambaan diri atas dasar Iman dengan keyakinan dekat dan selalu bersama dengan Allah SWT (muraqabah) sehingga setiap yang dilakukan bagaikan melihat-Nya dengan nyata (ihsan). Keyakinan itu dilandasi dan dilakukan dengan tauhid yang murni tanpa noda kesyirikan tersembunyi dan nyata. Sehingga pengharapan dan permohonan (doa) dan menyerahkan diri secar totalitas (tawakal) hanya kepadanya di akhir segala rencana dan ikhtiar (azzam). Semuanya itu tidak lain adalah mengharapkan kemuliaan disisi Allah SWT itu dengan tempat (maqam) taqwa itu XE "taqwa".

Bila seseorang ikhlas dalam beramal, makai ia hanya akan mengaharap Ridha Allah SWT dari setiap amal shaleh yang dilakukannya. Ia tidak mengharapkan pujian, dikenal, ataupun disebut oleh orang lain atas segala yang dilakukannya.

Kebaikan sosial kepada orang lain, juga tidak mengharapkan balasan yang sama. Sehingga ia akan menjalani hidup dengan lapang dada. Ia tidak akan merasa gundah, gelisah, apalagi sakit hati bila kebaikannya terhadap orang lain tidak mendapatkan kebaikan yang terlihat mata bagi dirinya. Hanya dengan taqwa XE "taqwa" yang demikian itulah sesorang akan mendapatkan kemuliaan, ketenangan dan ketenteraman. Sebagaimana yang dijanjikan dalam QS Al-Araf [7]:35.

Iman yang ikhlas akan menghantarkan seseorang mampu mengendalikan dirinya, berprilaku yang baik dalam lingungan sosial, ibadah yang terperlihara, dan dengan qalbu yang senantisa berzikir. Keserasian antara hubungan muamalah adalam lingkungan sosial dan dengan Sang Pencipta menjadikan jiwa yang tenang dan tenteram. Secara langsung sebagaimana dalil-dalil dalam Al-Quran, bahwa orang yang taqwa akan senantiasa mendapatkan perlindungan dan pertolongan.

Secara tidak langsung, orang yang hubungan muamalah dalam lingkungan sosial baik akan merasa teang dalam kesehariannya. Perasaan was-was dan curiga dan ketakutan akan terhindar bila dengan tentangga dan sejawat tempat kerja selalu baik dan terpelihara. Yang semuanya itu menghantarkan dirinya mendapatkan keteangan dan ketenteraman dalam hidup.

Ketenteraman jiwa akan menghasilkan jiwa yang kuat yang tidak rentan terhadap permasahan hidup (stress psikososial XE "stress psikososial" ) karena dia yakin dengan ikhlas ada rahmat dan pertolongan Allah SWT selalu ada bersamanya. Kekuatan terhadap stresor psikososial tersebut menjadikan seseorang tidak mudah jatuh kedalam stres yang tidak terkompensasi (distres XE "distres"), kecemasan berlebihan, atau bahkan gangguan yang lebih berat.


Penulis adalah Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK-UNAND), Padang.

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: metro,opini,padang,reliji,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Curah Hujan Cukup Tinggi, Bencana Melanda Sejumlah Titik di Kabupaten Agam

Curah Hujan Cukup Tinggi, Bencana Melanda Sejumlah Titik di Kabupaten Agam

AGAM - Akibat curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan empat titik lokasi bencana alam terjadi diwilayah Kabupaten...

Mudik Lebaran, Dishub Pariaman Lakukan Pengecekan Rem Kendaraan dan Kesehatan Sopir

Mudik Lebaran, Dishub Pariaman Lakukan Pengecekan Rem Kendaraan dan Kesehatan Sopir

PARIAMAN - Dinas Perhubungan Kota Pariaman dan Satlantas Polres Pariaman didampingi Dinas Kesehatan lakukan pengecekan...

Libur Lebaran, Taman Jam Gadang Jadi Tujuan Utama Wisatawan di Kota Bukittinggi

Libur Lebaran, Taman Jam Gadang Jadi Tujuan Utama Wisatawan di Kota Bukittinggi

BUKITTINGGI - Kepala bidang pariwisata dan ekonomi kreatif Disparpora Kota Bukittinggi, Suzi Yanti menjelaskan di Kota...

Kegiatan Siaga Sar Angkutan Lebaran Sudah Usai, Basarnas Mentawai Gelar Upacara Penutupan

Kegiatan Siaga Sar Angkutan Lebaran Sudah Usai, Basarnas Mentawai Gelar Upacara Penutupan

MENTAWAI - Dengan berakhirnya kegiatan Siaga Sar Angkutan Lebaran tahun ini, Badan Sar Nasional (Basarnas) Kabupaten...

Tiket Kereta dari Stasiun Merak Habis, Ratusan Calon Penumpang Terlantar

Tiket Kereta dari Stasiun Merak Habis, Ratusan Calon Penumpang Terlantar

NASIONAL - Tiket kereta api keberangkatan dari Stasiun Merak, Banten, habis, Sabtu (8/6/2019). Akibatnya ratusan calon...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media