Monday, 17 Jun 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Sawahlunto

TSR 12 Pemko Sawahlunto Silaturahim dan Serap Keluhan Masyarakat terkait Polusi Debu

Rabu, 22 Mei 2019 - 18:29:01 WIB - 347
TSR 12 Pemko Sawahlunto Silaturahim dan Serap Keluhan Masyarakat terkait Polusi Debu
Ilustrasi


SAWAHLUNTO -- TSR 12 Pemko Sawahlunto mengunjungi di Mushala Baitul Ikhlas di Desa Sijantang, Selasa. Rombongan dipimpin TSR Pemko Sawahlunto dipimpin Kepala Kementrian Agama kota Sawahlunto H. Idris Nazar

Dalam sambutannya Kepala Kementrian Agama kota Sawahlunto H. Idris Nazar mengatakan TSR ini bertujuan untuk memberikan informasi tentanh program pemko dan juga menerima masukan dari masyarakat.

Selain tim juga menyerahkan dana bantuan Rp7.500.000 dan satu helai kain sarung untuk garim masjid atau mushala.

"Malam ketiga di Mushala Baitul Ikhlas di Desa Sijantang, yang mana pada malam ke tiga ini tim 12 ramai mendapat pertanyaan tentang di PLTU Sijantang yang telah bertahun tahun masalah debu ini tak juga teratasi. Sementara tumpukan debu bekas pembakaran batu bara telah menggunung menjulang tinggi hingga saat sekarang tak jua di angkat dan bahkan sudah dua puluh lima tahun permasalan ini tak ada penyelesaiannya," ujar salah seorang masyarakat yang akrab disapa pak Yaw.

Ia menyampaikan sejak tahun 1993 hingga sekarang tak juga terselesaikan ada apa dengan Pemerintah. Saat itu berkebetulan tim ini juga melibatkan Iwan Kartiwan yang bertugas sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup.

Menurutnya, masalah abu ada dua yaitu pertama abu yang menumpuk dan yang kedua abu yang keluar dari cerobong asap pembakaran dan abu yang menumpuk akan di kembalikan dimana kita mengambil atau membeli batu bara, dan dalam kesepakatan Pemerintah dan PLN karena mengeluarkan kos begitu besar maka abu akan di ma faatkan di kota ini. Maka itulah timbul permasalahan baru karena izin pembuangan abu di keluarkan dari pusat dan saya sudah berusaha zekuat mungkin untuk menyelesaikan masalah ini.

Tahun 1999 dinyatakan abu ini termasuk limbah B3 yang berbahaya atau beracun sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 83 tidal bisa dibuang sembarangan 2016 penimbunan sementara di kumanis di hentikan. Maka dari itu hingga sat sekarang masih belum teratasi karena semua perizinan ada di pusat bukan lagi di Daerah maka dari itu kami mohon pada masyarakat untuk bersabar karena kami akan tetap berusaha ujar iwan kartiwan. (Atra)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: sawahlunto,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Longsor Terjadi di Jorong Bantiang Agam, Akibat Curah Hujan Yang Tinggi

Longsor Terjadi di Jorong Bantiang Agam, Akibat Curah Hujan Yang Tinggi

AGAM - Curah hujan yang cukup tinggi di sebagian wilayah Kabupaten Agam, Sumatra Barat, (Sumbar), mengakibatkan terjadi...

Bersama Untuk Kemanusiaan, PMI Kota Bukittinggi Dirikan Posko Siaga Lebaran

Bersama Untuk Kemanusiaan, PMI Kota Bukittinggi Dirikan Posko Siaga Lebaran

BUKITTINGGI - Ketua PMI Kota Bukittinggi, H.Chairunnas, Selasa (11/6/2019) mengatakan PMI adalah bagian dari Pemerintah...

Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumbar Salurkan Zakat Fitrah pada 1000 Jiwa senilai Rp25 Juta

Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumbar Salurkan Zakat Fitrah pada 1000 Jiwa senilai Rp25 Juta

PADANG -- Panitia Amil Zakat Fitrah Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumbar menyalurkan zakat kepada 1000 kaum dhuafa Kota...

Sekda Padang Tinjau Pospam di Danau Cimpago Padang

Sekda Padang Tinjau Pospam di Danau Cimpago Padang

PADANG -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Amasrul bersama rombongan akan meninjau beberapa lokasi Pos Pengamanan,...

Wali Kota Padang Panjang Bakal Aktifkan Lagi Area Pacuan Kuda Banca Lawah

Wali Kota Padang Panjang Bakal Aktifkan Lagi Area Pacuan Kuda Banca Lawah

PADANG PANJANG -- Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran bersama Wakil Walikota Padang Panjang dan Drs Asruk bersama...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media