Wednesday, 21 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Sawahlunto

TSR 12 Pemko Sawahlunto Silaturahim dan Serap Keluhan Masyarakat terkait Polusi Debu

Rabu, 22 Mei 2019 - 18:29:01 WIB - 417
TSR 12 Pemko Sawahlunto Silaturahim dan Serap Keluhan Masyarakat terkait Polusi Debu
Ilustrasi


SAWAHLUNTO -- TSR 12 Pemko Sawahlunto mengunjungi di Mushala Baitul Ikhlas di Desa Sijantang, Selasa. Rombongan dipimpin TSR Pemko Sawahlunto dipimpin Kepala Kementrian Agama kota Sawahlunto H. Idris Nazar

Dalam sambutannya Kepala Kementrian Agama kota Sawahlunto H. Idris Nazar mengatakan TSR ini bertujuan untuk memberikan informasi tentanh program pemko dan juga menerima masukan dari masyarakat.

Selain tim juga menyerahkan dana bantuan Rp7.500.000 dan satu helai kain sarung untuk garim masjid atau mushala.

"Malam ketiga di Mushala Baitul Ikhlas di Desa Sijantang, yang mana pada malam ke tiga ini tim 12 ramai mendapat pertanyaan tentang di PLTU Sijantang yang telah bertahun tahun masalah debu ini tak juga teratasi. Sementara tumpukan debu bekas pembakaran batu bara telah menggunung menjulang tinggi hingga saat sekarang tak jua di angkat dan bahkan sudah dua puluh lima tahun permasalan ini tak ada penyelesaiannya," ujar salah seorang masyarakat yang akrab disapa pak Yaw.

Ia menyampaikan sejak tahun 1993 hingga sekarang tak juga terselesaikan ada apa dengan Pemerintah. Saat itu berkebetulan tim ini juga melibatkan Iwan Kartiwan yang bertugas sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup.

Menurutnya, masalah abu ada dua yaitu pertama abu yang menumpuk dan yang kedua abu yang keluar dari cerobong asap pembakaran dan abu yang menumpuk akan di kembalikan dimana kita mengambil atau membeli batu bara, dan dalam kesepakatan Pemerintah dan PLN karena mengeluarkan kos begitu besar maka abu akan di ma faatkan di kota ini. Maka itulah timbul permasalahan baru karena izin pembuangan abu di keluarkan dari pusat dan saya sudah berusaha zekuat mungkin untuk menyelesaikan masalah ini.

Tahun 1999 dinyatakan abu ini termasuk limbah B3 yang berbahaya atau beracun sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 83 tidal bisa dibuang sembarangan 2016 penimbunan sementara di kumanis di hentikan. Maka dari itu hingga sat sekarang masih belum teratasi karena semua perizinan ada di pusat bukan lagi di Daerah maka dari itu kami mohon pada masyarakat untuk bersabar karena kami akan tetap berusaha ujar iwan kartiwan. (Atra)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: sawahlunto,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Carry Pick Up Lago Kambing dengan Vario di Jalan Lintas Solok Selatan

Carry Pick Up Lago Kambing dengan Vario di Jalan Lintas Solok Selatan

PADANG ARO -- Satu unit Suzuki Carry Pick Up "Lago kambing" dengan satu unit sepeda motor di jalan lintas...

Pemkab bersama Kodim 0305 Pasaman Canangkan Bhakti Sosial TNI KB-Kes dan Kampung KB

Pemkab bersama Kodim 0305 Pasaman Canangkan Bhakti Sosial TNI KB-Kes dan Kampung KB

PASAMAN - Pemerintah Kabupaten Pasaman bersama Kodim 0305/ Pasaman terus meningkatkan kerjasama dalam mewujudkan...

Sosialisasi di SMAN 1 Batang Anai, Tim Saber Pungli : Larangan Pungli adalah Perpres

Sosialisasi di SMAN 1 Batang Anai, Tim Saber Pungli : Larangan Pungli adalah Perpres

PADANG PARIAMAN - Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Padang Pariaman melaksanakan sosialisasi...

Dua Kakak Beradik Ditemukan Tewas di Dalam Rumah, Warga Pasbar Buncah

Dua Kakak Beradik Ditemukan Tewas di Dalam Rumah, Warga Pasbar Buncah

PASAMAN BARAT - Bambang Saputra (25) ditemukan tergantung di ruang dapur dan kakaknya Hendri (38) terggeletak bersimbah...

Terbentuk 12 Juli 2019 Lalu, KDDS Adakan Aksi Donor Darah Perdana

Terbentuk 12 Juli 2019 Lalu, KDDS Adakan Aksi Donor Darah Perdana

PADANG ARO -- Komunitas Donor Darah Solok Selatan (KDDS), Sumatera Barat kumpulkan puluhan kantong darah di Taman Kota...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media