Wednesday, 03 Jun 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Bukittinggi

Sekilas Sejarah Ahmad Djardjis Bebasthani, Sang Pelaku Sejarah Kabupaten Sawahlunto Sijunjung

Jumat, 07 Juni 2019 - 20:21:14 WIB - 2155
Sekilas Sejarah Ahmad Djardjis Bebasthani, Sang Pelaku Sejarah Kabupaten Sawahlunto Sijunjung
Ahmad Djardjis Bebasthani anak terkecil Dr.Dalmira Timur, foto bawah anak tertua Sylvia Djardjis Husman, Betha A Djardjis, kakak saya Andri Betha ITB73.


BUKITTINGGI - Sejarah merupakan bukti otentik yang tidak dapat dilupakan, dan sejarah itupun merupakan cikal bakal generasi penerus bangsa dan negara untuk dapat diketahui secara langsung, sejak dini generasi penerus sudah sepatutnya banyak mengetahui dengan cara bertanya kepada narasumber dan membaca buku literatur sejarah bangsa serta pelaku-pelaku sejarah tersebut.

Dengan demikian sebagai generasi penerus tidak dapat dibohongi oleh orang atau bangsa-bangsa lain dengan keberadaan sejarah bangsa dan negara Republik Indonesia.

Betha A Djardjis merupakan salah seorang putera pelaku sejarah yaitu Ahmad Djardjis Bebasthani yang pada waktu itu sebagai Bupati Militer Kabupaten Sawahlunto Sijunjung (Mei 1949-Maret 1950).

Dalam keterangannya kepada MinangkabauNews.com, Jumat (7/6/19) Betha A Djardjis menjelaskan Ahmad Djardjis Bebasthani pada masa itu adalah pemimpin yang kedua setelah Sulaiman Tantua Bagindo Ratu (Februari-Mei 1949).

Setelah itu Aminuddin Sutan Syarif (1950-1952), Basrah Lubis (1952-1954), Bagindo Darwis (1994-1958), Kapten Mansur Sami (1954-1958), A. Rivai (1959), R. Sadi Purwopronoto (1959), R. Prayitno (1959), Daranin Sutan Rajo Adin (1960), Mawardi Sutan Mangkuto (1961-1962), Mayor Sudarsin (1962-1964), Kol. Inf. Djamaris Yoenoes (1966-1980), Kol. Inf. Noer Bahri Pamuncak (1980-1990), Kol. Inf. Zalnofri (1990-1995), Kol. Inf. Syahrul Anwar (1995-2000), Kol. Mar. (Purn) Darius Apan (2000-2010) dan Yuswir Arifin (2010-sekarang), ucap Betha A Djardjis.

Lebih lanjut diceritakannya, Bupati Militer Sulaiman Tantuah Bagindo Ratu mengadakan rapat di Masjid Koto Gadang Tanjung Bonai Aur, ini adalah dalam rangka melanjutkan perjuangan kemerdekaan, Gubernur Militer Sumatra Tengah berdasarkan surat keputusan Nomor : SK/9/GN/IST tanggal 18 Februari 1949 membentuk Kabupaten baru, yakni Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung.

Pada rapat tersebut dihadiri Camat Koto VII beserta staf, Wali Perang Nagari Limo Koto, Wali Perang Nagari Tanjung Bonai Aur, dari rapat itu menghasilkan beberapa keputusan, antara lain menunjuk pembantu/staf penasehat Bupati Militer Sawahlunto/Sijunjung: M. Syarif Datuk Gunung Emas, M. Zen Datuk Bijo Dirajo dari Tanjung Ampalu, H. Syafei Idris dari Padang Laweh dan Marah Tayab dari Sumpur Kudus. Staf administrasi terdiri dari Hasan Basri dan Darwis dari Kantor Camat Koto VI. Staf perbekalan/logistik, Malin Dubalang (Walinagari Perang Tanjung Bonai Aur), Saidin Datuk Perpatih Suanggi, Jasam Gelar Pandito Sampono, Jamiruddin Sutan dan Datuk Patih.

Dan keputusan lainnya, akan diadakan lagi rapat dengan tokoh masyarakat dari para komandan front Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung pada tanggal 28 Februari 1949, dalam rangka persiapan rapat dimaksud, diberikan tanggungjawab kepada Salim Halimi untuk menghubungi dan mencari Ahmad Djarjis Bebasthani, Makmun Datuk Rangkayo Mulie (Jaksa) dan tokoh lainnya.

Pada tanggal 17 Mei 1949, Pemerintah Darurat Republik Indonesia mengadakan rapat di Sumpur Kudus yang dilanjutkan lagi dengan rapat khusus mengenai Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, rapat tersebut melahirkan keputusan, antara lain, Bupati Militer Sulaiman Tantuah Datuk Bagindo Ratu dipindahkan ke Pemerintahan Pusat. Ahmad Djardjis BebasThani sebagai Sekretaris Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, ditunjuk melaksanakan tugas Bupati Militer Sawahlunto/Sijunjung, sebagai Plt. Keputusan lain penggantian beberapa wedana dan camat.

Setelah Maret 1950, Gubernur Militer Sumatra Tengah Mr Muhammad Rasyid Melantik Ahmad Djardjis Bebasthani sebagai Kepala Keuangan Sumatra Tengah di Bukittinggi. Karena Potensi Ekonomi Masyarakat Sumatra Tengah adalah Pertanian, makanya nama belakang Bebasthani adalah sebagai Key Words pada saat itu untuk memotivasi masyarakat agar focus untuk membangun kekuatan ekonomi masyarakat pada bidang Pertanian swasembada pangan yang difasilitasi Pemerintah Sumatra Tengah untuk pengembangan infrastructure jalan dan perkebunan serta Bimbingan Technology Pertanian, pungkas Betha A Djardjis. (Iwin SB)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: bukittinggi,sawahlunto,sijunjung,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Gawat! Kerusuhan di AS Menggila, Jenderal Perang Terganas Ini Mendadak Muncul di Gedung Putih

Gawat! Kerusuhan di AS Menggila, Jenderal Perang Terganas Ini Mendadak Muncul di Gedung Putih

INTERNASIONAL - Sosok paling berpengaruh di militer Amerika dan terkenal paling ganas di dunia mendadak muncul di...

Viral Demonstran di Amerika Bertato Peta Indonesia, Ternyata Begini Faktanya

Viral Demonstran di Amerika Bertato Peta Indonesia, Ternyata Begini Faktanya

INTERNASIONAL - Di tengah aksi unjuk rasa yang meluas di Amerika Serikat (AS) buntut dari pembunuhan George Floyd,...

Inilah Alasan Kenapa Masyarakat Indonesia Butuh Asuransi Jiwa Syariah

Inilah Alasan Kenapa Masyarakat Indonesia Butuh Asuransi Jiwa Syariah

Oleh: Abdullah Amrin, S.E., M.M. Pertumbuhan jumlah penduduk muslim dunia yang semakin hari makin bertambah menjadi...

Tidak Terima Dana BLT Covid-19, Ratusan KK di Bengkalis Protes

Tidak Terima Dana BLT Covid-19, Ratusan KK di Bengkalis Protes

RANTAU -- Sedikitnya 100 kepala keluarga (KK) di lingkungan RT 03 RW 20, Bengkalis, Riau meradang, hal dikarenakan...

Kerja Keras Berbuah Manis, Relawan Covid-19 Kota Solok Dapat Paket Sembako

Kerja Keras Berbuah Manis, Relawan Covid-19 Kota Solok Dapat Paket Sembako

KOTA SOLOK -- Pepatah Minangkabau mengatakan, "Jariah Manantang Buliah" atau dalam bahasa Indonesia dimaknai...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu