Saturday, 20 Jul 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pasaman

Kedisiplinan Sudah Menjiwai Bagi ASN Setwan DPRD Pasaman

Senin, 10 Juni 2019 - 12:33:51 WIB - 330
Kedisiplinan Sudah Menjiwai Bagi ASN Setwan DPRD Pasaman
ASN Setwan DPRD Pasaman saat apel mengikuti organik di halaman kantor Bupati Pasaman, Senin (10/06/2019).


PASAMAN - ASN Sekretariat DPRD Kabupaten Pasaman Mengikuti apel Organik perdana setelah lebaran bersama ASN lainnya, di halaman Kantor Bupati Pasaman, Senin (10/06/2019).

Berdasarkan keterangan Delsi Syafei, SH. Kabag Umum dan Keuangan Sekretariat DPRD Kabupaten Pasaman, apel organik ini sesuai dengan Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor : B/26/M.SM.00.01/2019 tanggal 27 Mei 2019 tentang Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran Aparatur Negara Sesudah Cuti Berasama Hari Raya Idul Fitri 1440 H, bagi ASN yang nekat berbuat tidak disiplin dengan tidak masuk kerja ada sanksi yang siap dijatuhkan.

Selanjutnya dikatakan Delsi Syafei Sanksi bagi PNS yang tidak disiplin akan dikenakan sesuai PP 53/2010 tentang disiplin PNS.

Ia menambahkan, khusus ASN Sekretariat DPRD Kabupaten Pasaman, dalam pelaksanaan Apel Perdana setelah libur lebaran hanya satu orang yang tidak hadir, karena Cuti Melahirkan, ini menandakan dispilin sudah tertanam dan sudah menjiwai bagi ASN Setwan, katanya.

"Disiplin yang tertanam pada ASN Setwan tergambar pada wajah yang berseri seri waktu pelaksanaan Apel Perdana setelah libur lebaran, mereka melaksanakan apel penuh dengan ikhlas, berbunga, berkomitmen dan konsisten, sesuai dengan Visi Misi yang dibuat oleh Bupati dan Wakil Bupati Pasaman," ujarnya.

Pada saat yang bersamaan Aflinda Syofia, SH. Kasubag Tata Usaha dan Kepegawaian Sekretariat DPRD Kab Pasaman mengatakan, jika bolos setelah libur lebaran, PNS dinyatakan melanggar Pasal 3 Ayat 17 yaitu tidak mentaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Hukuman yang dijatuhkan adalah hukuman disiplin yang terdiri dari hukuman disiplin ringan, sedang dan berat.

"Untuk yang ringan, hukumannya adalah teguran lisan, teguran tertulis, dan pernyataan tidak puas secara tertulis. Hukuman sedang meliputi penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 tahun, penundaan kenaikan pangkat selama 1 tahun, dan penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 tahun," ujarnya. (Verdi)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: pasaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Tingkatkan Produksi Beras dan Gabah, Pemkab Pessel dan Bulog Sumbar Jalin Kerjasama

Tingkatkan Produksi Beras dan Gabah, Pemkab Pessel dan Bulog Sumbar Jalin Kerjasama

...

Gempa Hari Ini M 4,1 Guncang Muko-Muko, BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 4,1 Guncang Muko-Muko, BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami

...

Walikota Pariaman Buka Lomba Sehat Lansia Tingkat Sumbar

Walikota Pariaman Buka Lomba Sehat Lansia Tingkat Sumbar

PARIAMAN - Walikota Pariaman Genius Umar buka lomba sehat Lansia tingkat Sumbar di rumah tabuik pasa Kel Karan Aur pada...

Polres Pasbar Ciduk Dua Orang Diduga Pelaku Curanmor, 12 Sepeda Motor Jadi Barang Bukti

Polres Pasbar Ciduk Dua Orang Diduga Pelaku Curanmor, 12 Sepeda Motor Jadi Barang Bukti

PASAMAN BARAT - Polres Pasaman Barat, berhasil ringkus dua orang diduga pelaku Curanmor di Kenagarian Sasak, Kecamatan...

Diduga Keracunan, 29 Orang Panitia MPLS SMKN 1 Lembah Melintang Dilarikan ke Puskesmas

Diduga Keracunan, 29 Orang Panitia MPLS SMKN 1 Lembah Melintang Dilarikan ke Puskesmas

PASAMAN BARAT - Diduga keracunan, 29 orang siswa dan guru di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Lembah...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media