Monday, 17 Jun 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pemprov Sumbar

Larang Pemakaian Alat Tangkapan Lampar, Ini Pernyataan Tegas Wagub Sumbar

Selasa, 11 Juni 2019 - 07:45:31 WIB - 207
Larang Pemakaian Alat Tangkapan Lampar, Ini Pernyataan Tegas Wagub Sumbar
Wagub nasrul abit usai Sidak OPD hari pertama masuk kantor setelah Lebaran Idul Fitri, Senin (10/6/2019)


PADANG -- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencatat 115 nelayan di Kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan masih menggunakan alat tangkap lamparan dasar (mini trawls).

Menyikapi itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan, para nelayan dilarang pakai alat tangkap lamparan dasar karena dilarang sesuai Undang-undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar akan menertibkan pemilik kapal yang masih menggunakan alat tangkap mini trawls dan sejenisnya.

Katanya, Saat ini Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencatat 115 nelayan di Kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan masih menggunakan alat tangkap lamparan dasar (mini trawls).

Menurutnya, kehadiran alat tangkap lamparan dasar dapat mengancam keberlanjutan sumber daya hayati perikanan di masa yang akan datang.

"Sebagian besar pemilik kapal sudah setuju penggantian alat tangkap mini trawls dan sejenisnya menjadi alat tangkap yang ramah lingkungan. Namun masih ada beberapa para pemilik kapal yang mengoperasikannya," ujar Wagub Nasrul Abit.

"Ada sekitar 23 pemilik kapal yang tidak mau mengganti alat tangkapnya. Hal itu secara otomatis akan mempengaruhi pemilik kapal yang lain," ungkapnya disela-sela kegiatan Sidak OPD hari pertama masuk kantor setelah Lebaran Idul Fitri, Senin, (10/6/2019).

Selain itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit juga menegaskan seluruh nelayan yang menggunakan alat tangkap lamparan dasar harus dihentikan.

"Lamparan dasar harus segera dihentikan. Tidak ada toleransi lagi. Dalam waktu dekat akan dilakukan razia," seru Nasrul Abit

Menurut Kepala Bidang (Kabid) PRL dan PSDKP DKP Sumbar, Alber Krisdiarto mengatakan, dalam melakukan penindakan terhadap alat tangkap lamparan dasar kita bekerjasama dengan berbagai pihak.

"Kami akan bekerja sama dengan Pangkalan Utama TNI AL (Langtamal) II. Itu sudah dikoordinasikan. Setelah lebaran ini, akan kami tertibkan agar mereka beralih menggunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan. Sehingga sumber daya perikanan berkelanjutan," sambung Alber Krisdiarto.

Saat penertiban nanti, lanjutnya, jika masih ada yang kedapatan mengoperasikan alat tangkap lamparan dasar, maka pemilik kapal harus siap menerima sanksi sesuai aturan yang berlaku.

"Kami akan proses sesuai aturan. Tujuan pemerintah hanya untuk melestarikan kelautan. Bukan mempersulit ataupun menghambat mata pencaharian nelayan. Itu akan kita lakukan di sepanjang pantai barat sumatera," ucap Alber Krisdiarto.

Alber Krisdiarto menambahkan alasan pemilik kapal masih menggunakan alat tangkap lamparan dasar yakni mereka sudah terbiasa menggunakan alat tersebut yang dapat menghasilkan ikan dalam jumlah yang banyak. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: metro,padang,pemprov,pemprov-sumbar,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Kedisiplinan Sudah Menjiwai Bagi ASN Setwan DPRD Pasaman

Kedisiplinan Sudah Menjiwai Bagi ASN Setwan DPRD Pasaman

PASAMAN - ASN Sekretariat DPRD Kabupaten Pasaman Mengikuti apel Organik perdana setelah lebaran bersama ASN lainnya, di...

Sambut Lebaran, Lazismu Kota Padang Salurkan 100 Paket Sembako kepada PCM dan PCA

Sambut Lebaran, Lazismu Kota Padang Salurkan 100 Paket Sembako kepada PCM dan PCA

PADANG -- Sebanyak 100 paket sembako diserahkan kepada utusan PC Muhammadiyah dan PC Aisyiyah di Aula SMP 1...

Usai Libur Lebaran, ASN Sijunjung Bersalaman di Hari Pertama Masuk Kerja

Usai Libur Lebaran, ASN Sijunjung Bersalaman di Hari Pertama Masuk Kerja

SIJUNJUNG - Hari pertama masuk kerja setelah libur Idulfitri 1440 H / 2019 M, apel organik yang dilaksanakan di...

Longsor Terjadi di Jorong Bantiang Agam, Akibat Curah Hujan Yang Tinggi

Longsor Terjadi di Jorong Bantiang Agam, Akibat Curah Hujan Yang Tinggi

AGAM - Curah hujan yang cukup tinggi di sebagian wilayah Kabupaten Agam, Sumatra Barat, (Sumbar), mengakibatkan terjadi...

Masih Tradisional, Buayan Kaliang di Objek Wisata Pariaman Diserbu Wisatawan

Masih Tradisional, Buayan Kaliang di Objek Wisata Pariaman Diserbu Wisatawan

PARIAMAN - Meskipun masih tradisional dan menggunakan tenaga manusia namun buaya kaliang masih diminati pengunjung...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media