Monday, 18 Nov 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Mantan Kapolda Kapolda Metro Jaya Jadi Tersangka Makar, Begini Respon Kubu Prabowo

Selasa, 11 Juni 2019 - 17:22:36 WIB - 371
Mantan Kapolda Kapolda Metro Jaya Jadi Tersangka Makar, Begini Respon Kubu Prabowo
Anggota kepolisian menembakkan gas air mata ketika terjadi kericuhan di depan gedung Bawaslu, Jakarta. (Foto: Kompas.com)


NASIONAL - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Mardani Ali Sera menanggapi soal Mantan Kapolda Metro Jaya, Komisaris Jenderal (Purn) Polisi M. Sofyan Jacob yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar. Menurutnya, momen emosional seseorang pendekatannya seharusnya mengedepankan kerukunan.

"Dalam kondisi sekarang sangat bijak kalau aparat penegak hukum melihat fenomena pada konteksnya, ketika momen emosional, orang mendukung Pak Jokowi juga emosional, yang menjelek-jelekkan Pak Prabowo habis-habisan juga banyak," kata Mardani di gedung DPR, Jakarta, Senin (10/6/2019).

Ia mencontohkan Prabowo sempat disebut asu oleh salah satu bupati di Jawa Tengah. Lalu Jokowi juga pernah diancam.

"Buat saya dalam keadaan emosional seperti itu hendaklah kita lebih mengedepankan kerukunan. Turunkan emosi dulu bahasanya ada SP1, SP2 dan SP3, tidak tiba-tiba menggunakan pasal makar," kata Mardani dikutip dari laman viva.co.id.

Sebab menurutnya, makar tak bisa dilakukan tanpa persiapan, pasukan, dan usaha sistematis. Ia meminta semua pihak agar mencoba membangun iklim yang rukun.

"Walaupun polisi bisa saja benar fakta buktinya ada mengarah ke situ ada tapi di situ diperlukan kedewasaan dan kebijaksanaan," kata Mardani.

Ia menyebut pilpres sebagai hajatan nasional dengan kompetisi adrenalin tinggi. Sehingga ketika adrenalin tinggi jangan menilai keadaan emosional.

"Gua gebuk loh gitu misalnya, padahal marah saja gitu tapi engga niat gebuk. istilahnya seperti itu. Karena itu menurut saya coba pakai pendekatan rukun dulu lah," kata Mardani.

Sebab ia menilai modal sosial saat pilpres sudah habis. Ini pun bukan salah Prabowo ataupun Jokowi. Ia mengandaikan bila pilpres lebih dari dua paslon maka pasti akan ada kontestasi gagasan, karya dan yang lebih substansial.

"Apalagi minta maaf beberapa yamg ditersangkakan itu Pak Soenarko, Pak Sofyan jacob terlepas fakta fakta yg ada itu secara usia sudah masuk purna tugas, saya baca tadi lahirnya tahun 47 sekarang sdmudah 72 tahun. pak Sofyan Jacob 72 tahun," kata Mardani. (vv)

Editor/Sumber: Romeo
Tag: indonesia,metro,nasional,peristiwa,politik,pos-polisi,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Masjid Besar Arafah Terima 20 Al-Quran, Imam Masjid Sampaikan Ini

Masjid Besar Arafah Terima 20 Al-Quran, Imam Masjid Sampaikan Ini

BENGKALIS -- Imam Masjid Masjid Besar Arafah Drs H Nasuha menerima wakaf 20 Al-Quran dari perusahaan PT Nawakara...

Wujudkan Kerukunan Antar Agama, IAIN Bukittinggi Adakan Youth Peace Festival

Wujudkan Kerukunan Antar Agama, IAIN Bukittinggi Adakan Youth Peace Festival

BUKITTINGGI -- Maraknya paham radikalisme, yang berujung pada sikap intoleransi dalam beragama tentunya menuai...

Resmikan Pospol Alahan Panjang, Ferry Iriawan, S.iK, Rangkul Ninik Mamak

Resmikan Pospol Alahan Panjang, Ferry Iriawan, S.iK, Rangkul Ninik Mamak

SOLOK - Tugas Kepolisian di negeri ini bukan hanya melakukan penindakan dan penangkapan. Tapi tugas utama Kepolisian...

Saat Kunjungi Kota Pariaman, Kepala BNPB Tinjau Tumbuhan Ini

Saat Kunjungi Kota Pariaman, Kepala BNPB Tinjau Tumbuhan Ini

PARIAMAN - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo, mengunjungi tempat tumbuhnya...

Tanamkan Jiwa Entrepreneur Sejak Dini, SD IT Madani Lubuk Basung Gelar Program Market Day

Tanamkan Jiwa Entrepreneur Sejak Dini, SD IT Madani Lubuk Basung Gelar Program Market Day

AGAM - Perkenalkan anak didik dunia Usaha di usia dini, SD IT Madani Lubuk Basung, Kabupaten Agam gelar program Market...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media