Saturday, 06 Jun 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Mantan Kapolda Kapolda Metro Jaya Jadi Tersangka Makar, Begini Respon Kubu Prabowo

Selasa, 11 Juni 2019 - 17:22:36 WIB - 458
Mantan Kapolda Kapolda Metro Jaya Jadi Tersangka Makar, Begini Respon Kubu Prabowo
Anggota kepolisian menembakkan gas air mata ketika terjadi kericuhan di depan gedung Bawaslu, Jakarta. (Foto: Kompas.com)


NASIONAL - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Mardani Ali Sera menanggapi soal Mantan Kapolda Metro Jaya, Komisaris Jenderal (Purn) Polisi M. Sofyan Jacob yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar. Menurutnya, momen emosional seseorang pendekatannya seharusnya mengedepankan kerukunan.

"Dalam kondisi sekarang sangat bijak kalau aparat penegak hukum melihat fenomena pada konteksnya, ketika momen emosional, orang mendukung Pak Jokowi juga emosional, yang menjelek-jelekkan Pak Prabowo habis-habisan juga banyak," kata Mardani di gedung DPR, Jakarta, Senin (10/6/2019).

Ia mencontohkan Prabowo sempat disebut asu oleh salah satu bupati di Jawa Tengah. Lalu Jokowi juga pernah diancam.

"Buat saya dalam keadaan emosional seperti itu hendaklah kita lebih mengedepankan kerukunan. Turunkan emosi dulu bahasanya ada SP1, SP2 dan SP3, tidak tiba-tiba menggunakan pasal makar," kata Mardani dikutip dari laman viva.co.id.

Sebab menurutnya, makar tak bisa dilakukan tanpa persiapan, pasukan, dan usaha sistematis. Ia meminta semua pihak agar mencoba membangun iklim yang rukun.

"Walaupun polisi bisa saja benar fakta buktinya ada mengarah ke situ ada tapi di situ diperlukan kedewasaan dan kebijaksanaan," kata Mardani.

Ia menyebut pilpres sebagai hajatan nasional dengan kompetisi adrenalin tinggi. Sehingga ketika adrenalin tinggi jangan menilai keadaan emosional.

"Gua gebuk loh gitu misalnya, padahal marah saja gitu tapi engga niat gebuk. istilahnya seperti itu. Karena itu menurut saya coba pakai pendekatan rukun dulu lah," kata Mardani.

Sebab ia menilai modal sosial saat pilpres sudah habis. Ini pun bukan salah Prabowo ataupun Jokowi. Ia mengandaikan bila pilpres lebih dari dua paslon maka pasti akan ada kontestasi gagasan, karya dan yang lebih substansial.

"Apalagi minta maaf beberapa yamg ditersangkakan itu Pak Soenarko, Pak Sofyan jacob terlepas fakta fakta yg ada itu secara usia sudah masuk purna tugas, saya baca tadi lahirnya tahun 47 sekarang sdmudah 72 tahun. pak Sofyan Jacob 72 tahun," kata Mardani. (vv)

Editor/Sumber: Romeo
Tag: indonesia,metro,nasional,peristiwa,politik,pos-polisi,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Inilah Alasan Kenapa Buya Gusrizal Gazahar Pilih Islamic Life Style Ketimbang New Normal

Inilah Alasan Kenapa Buya Gusrizal Gazahar Pilih Islamic Life Style Ketimbang New Normal

PADANG -- Majelis Ulama Indonesia Sumatra Barat memunculkan istilah "Islamic Life Style" sebagai pengganti...

Pembangunan Lapangan Bola Pantai di Pariaman Diduga Tidak Sesuai Spek

Pembangunan Lapangan Bola Pantai di Pariaman Diduga Tidak Sesuai Spek

PARIAMAN - Berdasararkan Informasi dari masyarakat setempat diduga pembangunan lapangan bola pantai di Desa Taluak,...

Laskar Merah Putih Markas Kota Bukittinggi Terima SK, Siap Emban Mandat Tugas

Laskar Merah Putih Markas Kota Bukittinggi Terima SK, Siap Emban Mandat Tugas

BUKITTINGGI - Laskar Merah Putih Daerah Provinsi Sumatera Barat Gelar acara Halal bihalal yang berlangsung di Markas...

Polsek Sipora Kawal Ketat Penyaluran BLT DD Beriulou Sipora Selatan

Polsek Sipora Kawal Ketat Penyaluran BLT DD Beriulou Sipora Selatan

MENTAWAI - Bhabinkamtibmas Desa Bosua dan Berilou Brigadir Wahyuda dan Kanit Provos Bripka Ferry. H.P, mewakili...

Dokter Ini Klaim Virus Corona Mulai Tak Mematikan, Benarkah?

Dokter Ini Klaim Virus Corona Mulai Tak Mematikan, Benarkah?

INTERNASIONAL - Virus corona jenis baru atau COVID-19 diklaim telah kehilangan "kekuatannya" dan menjadi...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu