Thursday, 22 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Mantan Kapolda Kapolda Metro Jaya Jadi Tersangka Makar, Begini Respon Kubu Prabowo

Selasa, 11 Juni 2019 - 17:22:36 WIB - 326
Mantan Kapolda Kapolda Metro Jaya Jadi Tersangka Makar, Begini Respon Kubu Prabowo
Anggota kepolisian menembakkan gas air mata ketika terjadi kericuhan di depan gedung Bawaslu, Jakarta. (Foto: Kompas.com)


NASIONAL - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Mardani Ali Sera menanggapi soal Mantan Kapolda Metro Jaya, Komisaris Jenderal (Purn) Polisi M. Sofyan Jacob yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar. Menurutnya, momen emosional seseorang pendekatannya seharusnya mengedepankan kerukunan.

"Dalam kondisi sekarang sangat bijak kalau aparat penegak hukum melihat fenomena pada konteksnya, ketika momen emosional, orang mendukung Pak Jokowi juga emosional, yang menjelek-jelekkan Pak Prabowo habis-habisan juga banyak," kata Mardani di gedung DPR, Jakarta, Senin (10/6/2019).

Ia mencontohkan Prabowo sempat disebut asu oleh salah satu bupati di Jawa Tengah. Lalu Jokowi juga pernah diancam.

"Buat saya dalam keadaan emosional seperti itu hendaklah kita lebih mengedepankan kerukunan. Turunkan emosi dulu bahasanya ada SP1, SP2 dan SP3, tidak tiba-tiba menggunakan pasal makar," kata Mardani dikutip dari laman viva.co.id.

Sebab menurutnya, makar tak bisa dilakukan tanpa persiapan, pasukan, dan usaha sistematis. Ia meminta semua pihak agar mencoba membangun iklim yang rukun.

"Walaupun polisi bisa saja benar fakta buktinya ada mengarah ke situ ada tapi di situ diperlukan kedewasaan dan kebijaksanaan," kata Mardani.

Ia menyebut pilpres sebagai hajatan nasional dengan kompetisi adrenalin tinggi. Sehingga ketika adrenalin tinggi jangan menilai keadaan emosional.

"Gua gebuk loh gitu misalnya, padahal marah saja gitu tapi engga niat gebuk. istilahnya seperti itu. Karena itu menurut saya coba pakai pendekatan rukun dulu lah," kata Mardani.

Sebab ia menilai modal sosial saat pilpres sudah habis. Ini pun bukan salah Prabowo ataupun Jokowi. Ia mengandaikan bila pilpres lebih dari dua paslon maka pasti akan ada kontestasi gagasan, karya dan yang lebih substansial.

"Apalagi minta maaf beberapa yamg ditersangkakan itu Pak Soenarko, Pak Sofyan jacob terlepas fakta fakta yg ada itu secara usia sudah masuk purna tugas, saya baca tadi lahirnya tahun 47 sekarang sdmudah 72 tahun. pak Sofyan Jacob 72 tahun," kata Mardani. (vv)

Editor/Sumber: Romeo
Tag: indonesia,metro,nasional,peristiwa,politik,pos-polisi,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Bangunan Pustu di Dusun Pukarayat Desa Tuapejat Mentawai Rusak Parah

Bangunan Pustu di Dusun Pukarayat Desa Tuapejat Mentawai Rusak Parah

MENTAWAI - Bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Dusun Pukarayat Desa Tuapejat Kecamatan Sipora Utara yang terletak...

Gempa M 4,7 di Laut Mentawai, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M 4,7 di Laut Mentawai, Tidak Berpotensi Tsunami

MENTAWAI -- Sebuah gempa kuat terjadi di Laut Mentawai pada Senin (5/8/2019) pukul 10.37 Wib, tapi pihak berwenang...

Bupati Pasaman: Calon Anggota Paskibaraka Harus Mengikuti Pelatihan dan Pembekalan dengan Baik

Bupati Pasaman: Calon Anggota Paskibaraka Harus Mengikuti Pelatihan dan Pembekalan dengan Baik

PASAMAN - Sebanyak 35 orang dalam anggota Paskibaraka Kabupaten Pasaman yang berasal dari berbagai sekolah diberi...

Pelantikan Anggota DPRD Padang Periode 2019-2024 Hingga Saat ini Masih Belum Jelas

Pelantikan Anggota DPRD Padang Periode 2019-2024 Hingga Saat ini Masih Belum Jelas

...

Seorang Bocah Tewas Tenggelam di Batang Mangau Pariaman

Seorang Bocah Tewas Tenggelam di Batang Mangau Pariaman

PARIAMAN - Ammad Alfarido (8) bocah Kelas II SD tewas tenggelam di Sungai Batang Mangau Dusun Rimbo Sitapuang Desa...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media