Monday, 17 Jun 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Minangkabau

Lestarikan ABS-SBK, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno : Jangan Malu untuk Berbahasa Minang

Selasa, 11 Juni 2019 - 18:28:05 WIB - 500
Lestarikan ABS-SBK, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno : Jangan Malu untuk Berbahasa Minang
Gubernur Sumbar H. Irwan prayitno


PADANG -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui instansi-instansi terkait terus melaksanakan implementasi prinsip-prinsip agama dan filosofi "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" (ABS-SBK) dalam kehidupan masyarakat.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan Pembangunan bidang keagamaan di Sumbar diarahkan pada pengamalan agama dan "ABS-SBK" dalam kehidupan masyarakat dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip yang terkandung pada filosofi adat budaya Minangkabau itu, kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, Senin (10/6/2019)

"Jangan malu bertutur Minang, terutama di lingkungan sendiri. Saya melihat sekarang bahasa Minang yang digunakan sekarang ibarat sakarek ula sakarek baluik," kata Gubernur.

Menurut Irwan, Bahasa Romawi mati karena masyarakat Romawi ketika itu lebih tergila-gila pada bahasa yang baru dan datang dari luar sehingga bahasa mereka sendiri dilupakan dan lambat laun akhirnya punah. Kalau tidak berhati-hati, bahasa Melayu dan bahasa Minang bisa bernasib sama dengan bahasa Romawi.

Sementara itu, Kadis kebudayaan Sumbar Gemala Ranti mengatakan bahwa sudah lama terjadi kecenderungan mahasiswa dan kaum muda untuk tidak lagi menggunakan bahasa Minang meski sebagian besar mahasiswa tersebut berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

"Sepertinya ada anggapan bahwa kalau berbahasa Minang dalam pergaulan sehari-hari di kampus dianggap orang kampung dan ketinggalan zaman. Akan tetapi, terdengarnya memang aneh karena bahasa Indonesia, Minang, dan Jakarta dicampur aduk dengan logat Minang, seolah memunculkan bahasa baru," ujar Gemala.

Tambahnya, Lunturnya penggunaan bahasa Minang salah satunya disebabkan oleh faktor sosiologis, yaitu gaya hidup dan takut dianggap kampungan bila menggunakan bahasa daerah. "Tidaknya adanya kesadaran, rasa memiliki dan rasa bangga akan bahasa daerah juga ikut berperan terkikisnya bahasa Minang dalam kehidupan sehari-hari," pungkas Gemala. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: padang,pemprov,pemprov-sumbar,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Mudik Lebaran, Dishub Pariaman Lakukan Pengecekan Rem Kendaraan dan Kesehatan Sopir

Mudik Lebaran, Dishub Pariaman Lakukan Pengecekan Rem Kendaraan dan Kesehatan Sopir

PARIAMAN - Dinas Perhubungan Kota Pariaman dan Satlantas Polres Pariaman didampingi Dinas Kesehatan lakukan pengecekan...

Pasca Hari Raya Idul Fitri, Polres Pasaman Laksanakan Apel Kesatuan

Pasca Hari Raya Idul Fitri, Polres Pasaman Laksanakan Apel Kesatuan

PASAMAN - Kapolres Pasaman AKBP Hasanuddin S.Ag Pimpin Apel Kesatuan di halaman Mapolres Pasaman, Rabu...

20 Pejabat Eselon II Kota Padang Panjang Ikuti Uji Kompetensi, Ketua Pansel Jelaskan Hal Ini

20 Pejabat Eselon II Kota Padang Panjang Ikuti Uji Kompetensi, Ketua Pansel Jelaskan Hal Ini

PADANG PANJANG - Sebanyak 20 Pejabat Eselon II pada Pemerintah Kota Padang Panjang mengikuti uji Kompentensi Pejabat...

Kurang Dilirik Pembeli, Pedagang Daging di Pasar Baru Muara Labuh Mengeluh

Kurang Dilirik Pembeli, Pedagang Daging di Pasar Baru Muara Labuh Mengeluh

SOLOK SELATAN - Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1440 H tinggal dua hari lagi, kesibukan warga menghadapi lebaran habis...

Rayo Anam (Lebaran Enam), Tradisi Unik Nagari Padang Laweh, Tanah Datar Sumbar Yang Masih Bertahan

Rayo Anam (Lebaran Enam), Tradisi Unik Nagari Padang Laweh, Tanah Datar Sumbar Yang Masih Bertahan

TANAH DATAR- Bermacam tradisi dan kebiasaan yang ada di Minangkabau, dibeberapa daerah tampak masih terus dipertahankan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media