Thursday, 22 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Minangkabau

Lestarikan ABS-SBK, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno : Jangan Malu untuk Berbahasa Minang

Selasa, 11 Juni 2019 - 18:28:05 WIB - 800
Lestarikan ABS-SBK, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno : Jangan Malu untuk Berbahasa Minang
Gubernur Sumbar H. Irwan prayitno


PADANG -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui instansi-instansi terkait terus melaksanakan implementasi prinsip-prinsip agama dan filosofi "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" (ABS-SBK) dalam kehidupan masyarakat.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan Pembangunan bidang keagamaan di Sumbar diarahkan pada pengamalan agama dan "ABS-SBK" dalam kehidupan masyarakat dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip yang terkandung pada filosofi adat budaya Minangkabau itu, kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, Senin (10/6/2019)

"Jangan malu bertutur Minang, terutama di lingkungan sendiri. Saya melihat sekarang bahasa Minang yang digunakan sekarang ibarat sakarek ula sakarek baluik," kata Gubernur.

Menurut Irwan, Bahasa Romawi mati karena masyarakat Romawi ketika itu lebih tergila-gila pada bahasa yang baru dan datang dari luar sehingga bahasa mereka sendiri dilupakan dan lambat laun akhirnya punah. Kalau tidak berhati-hati, bahasa Melayu dan bahasa Minang bisa bernasib sama dengan bahasa Romawi.

Sementara itu, Kadis kebudayaan Sumbar Gemala Ranti mengatakan bahwa sudah lama terjadi kecenderungan mahasiswa dan kaum muda untuk tidak lagi menggunakan bahasa Minang meski sebagian besar mahasiswa tersebut berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

"Sepertinya ada anggapan bahwa kalau berbahasa Minang dalam pergaulan sehari-hari di kampus dianggap orang kampung dan ketinggalan zaman. Akan tetapi, terdengarnya memang aneh karena bahasa Indonesia, Minang, dan Jakarta dicampur aduk dengan logat Minang, seolah memunculkan bahasa baru," ujar Gemala.

Tambahnya, Lunturnya penggunaan bahasa Minang salah satunya disebabkan oleh faktor sosiologis, yaitu gaya hidup dan takut dianggap kampungan bila menggunakan bahasa daerah. "Tidaknya adanya kesadaran, rasa memiliki dan rasa bangga akan bahasa daerah juga ikut berperan terkikisnya bahasa Minang dalam kehidupan sehari-hari," pungkas Gemala. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: padang,pemprov,pemprov-sumbar,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

MFF 2019 Ajang Ciptakan Desainer Muda Masa Depan, Ini Kata Ketua Dekranasda Sumbar

MFF 2019 Ajang Ciptakan Desainer Muda Masa Depan, Ini Kata Ketua Dekranasda Sumbar

PADANG -- Sumatera Barat (Sumbar) memang dikenal dengan kekayaan alam dan baharinya yang indah. Belum lagi budaya dan...

Dinas PUPR Pessel Terus Lakukan Perbaikan Serta Pemeliharaan Jalan dan Jembatan

Dinas PUPR Pessel Terus Lakukan Perbaikan Serta Pemeliharaan Jalan dan Jembatan

PESISIR SELATAN - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten...

Pemkab Pasaman Meriahkan HUT RI-74 dengan Lomba Kreasi Foto, Film dan Artikel

Pemkab Pasaman Meriahkan HUT RI-74 dengan Lomba Kreasi Foto, Film dan Artikel

PASAMAN -- Kemeriahan sangat terasa hampir diseluruh penjuru nusantara dalam memperingati hari Kemerdekaan Indonesia...

35 Anggota Paskibraka Kabupaten Pasaman Dikukuhkan, Bupati Pesankan Ini

35 Anggota Paskibraka Kabupaten Pasaman Dikukuhkan, Bupati Pesankan Ini

PASAMAN - Sebanyak 35 orang anggota Paskibraka dikukuhkan Bupati Pasaman Yusuf Lubis, di Gedung Syamsiar Thaib Lubuk...

KPAI Jenguk Bocah 4 Tahun Yang Dibakar Ayah Tirinya Hidup-hidup, Inilah Kondisi RF

KPAI Jenguk Bocah 4 Tahun Yang Dibakar Ayah Tirinya Hidup-hidup, Inilah Kondisi RF

JAKARTA -- Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra, menyambangi RS Polri Kramatjati guna...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media