Tuesday, 14 Jul 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Minangkabau

Lestarikan ABS-SBK, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno : Jangan Malu untuk Berbahasa Minang

Selasa, 11 Juni 2019 - 18:28:05 WIB - 1199
Lestarikan ABS-SBK, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno : Jangan Malu untuk Berbahasa Minang
Gubernur Sumbar H. Irwan prayitno


PADANG -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui instansi-instansi terkait terus melaksanakan implementasi prinsip-prinsip agama dan filosofi "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" (ABS-SBK) dalam kehidupan masyarakat.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan Pembangunan bidang keagamaan di Sumbar diarahkan pada pengamalan agama dan "ABS-SBK" dalam kehidupan masyarakat dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip yang terkandung pada filosofi adat budaya Minangkabau itu, kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, Senin (10/6/2019)

"Jangan malu bertutur Minang, terutama di lingkungan sendiri. Saya melihat sekarang bahasa Minang yang digunakan sekarang ibarat sakarek ula sakarek baluik," kata Gubernur.

Menurut Irwan, Bahasa Romawi mati karena masyarakat Romawi ketika itu lebih tergila-gila pada bahasa yang baru dan datang dari luar sehingga bahasa mereka sendiri dilupakan dan lambat laun akhirnya punah. Kalau tidak berhati-hati, bahasa Melayu dan bahasa Minang bisa bernasib sama dengan bahasa Romawi.

Sementara itu, Kadis kebudayaan Sumbar Gemala Ranti mengatakan bahwa sudah lama terjadi kecenderungan mahasiswa dan kaum muda untuk tidak lagi menggunakan bahasa Minang meski sebagian besar mahasiswa tersebut berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

"Sepertinya ada anggapan bahwa kalau berbahasa Minang dalam pergaulan sehari-hari di kampus dianggap orang kampung dan ketinggalan zaman. Akan tetapi, terdengarnya memang aneh karena bahasa Indonesia, Minang, dan Jakarta dicampur aduk dengan logat Minang, seolah memunculkan bahasa baru," ujar Gemala.

Tambahnya, Lunturnya penggunaan bahasa Minang salah satunya disebabkan oleh faktor sosiologis, yaitu gaya hidup dan takut dianggap kampungan bila menggunakan bahasa daerah. "Tidaknya adanya kesadaran, rasa memiliki dan rasa bangga akan bahasa daerah juga ikut berperan terkikisnya bahasa Minang dalam kehidupan sehari-hari," pungkas Gemala. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: padang,pemprov,pemprov-sumbar,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Pemkab Mentawai Fasilitasi Rapid Test Kepada Seluruh Petugas KPU

Pemkab Mentawai Fasilitasi Rapid Test Kepada Seluruh Petugas KPU

MENTAWAI - Mensukseskan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat tahun ini di tengah pandemi Covid-19,...

Polda Sumbar Kerahkan Ribuan Personel Amankan Pilkada Serentak

Polda Sumbar Kerahkan Ribuan Personel Amankan Pilkada Serentak

PADANG -- Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar mengerahkan 6.961 personel untuk mengamankan pemilihan umum daerah (Pilkada)...

Inovasi Budidaya Bawang Merah di Masa Pandemi, Wawako Asrul Puji Gapoktan Koto Katiak

Inovasi Budidaya Bawang Merah di Masa Pandemi, Wawako Asrul Puji Gapoktan Koto Katiak

PADANG PANJANG -- Wakil Walikota Padang Panjang, Drs. Asrul didampingi Ketua DPRD, Mardiansyah, dan Kepala Dinas Pangan...

Waka Polres Mentawai: Jangan Main-main dengan Perkara yang Menimpa Anak di Bawah Umur

Waka Polres Mentawai: Jangan Main-main dengan Perkara yang Menimpa Anak di Bawah Umur

MENTAWAI -- Meninggalnya salah satu Korban Pencabulan yang sempat heboh beberapa waktu lalu, mengundang aksi...

Kim Jong-un Klaim Negaranya Korut Secara Gemilang Atasi COVID-19, Bagamana Carannya?

Kim Jong-un Klaim Negaranya Korut Secara Gemilang Atasi COVID-19, Bagamana Carannya?

INTERNASIONAL - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, memuji "keberhasilan gemilang" negaranya dalam mengatasi...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu