Monday, 17 Jun 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Kriminal

Cabuli Anak di Bawah Umur, Ayah Tiri Dituntut 18 Tahun Penjara

Selasa, 11 Juni 2019 - 19:24:43 WIB - 478
Cabuli Anak di Bawah Umur, Ayah Tiri Dituntut 18 Tahun Penjara
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


PADANG - Entah apa yang ada dibenak terdakwa Swardi (40). Pasalnya terdakwa yang berprofesi sebagai buruh ini tega mencabuli anak tirinya yang masih di bawah umur.

Tedakwa yang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Padang, Selasa (11/6), dituntut 18 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Padang.

Tak sampai di sana, terdakwa pun diwajibkan membayar denda sebesar Rp 60 juta, bila tidak dibayar maka diganti dengan hukuman pidana penjara selama enam bulan.

"Bahwa perbuatan terdakwa telah merusak masa depan korban," kata JPU Lusita cs saat membacakan amar tuntutannya setebal 32 halaman.

Dia juga menambahkan, terdakwa melanggar pasal 76 D jo pasal 81 ayat 3 Undang Undang RI nomor 17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang RI nomor 1 tahun 2016. Tentang perubahan kedua atas nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014. Tentang perubahan Undang-Undang RI nomor 23 tahun 2002 perlindungan anak.

Terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum (PH), dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum) ini, mengajukan nota pembelaan (pleidoi), secara tertulis. Sidang yang diketuai oleh Djonlar Purba didampingi hakim anggota Agnes Sinaga dan Inna Herlina, memberikan waktu selama satu minggu.

Dari pantauan MinangkabauNews, sidang tersebut tertutup untuk umum. Usai menjalani sidang, terdakwa langsung digiring ke sel pengadilan dengan pengawalan polisi.

Dalam dakwaan disebutkan, terdakwa Swardi sekitar tahun 2015 hingga Januari 2019. bertempat di rumahnya yakni jalan DPR VIII, Kelurahan Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang melakukan perbuatan asusila terhadap anak tirinya, Mawar (nama samaran).

Di mana terdakwa melakukan hal tersebut berulang kali hingga korban menginjak kelas VIII SMP. Dalam melakukan perbuatan keji tersebut, terdakwa berpura-pura sakit dan pada akhirnya melakukan perbuatan yang dilarang agama itu.

Terdakwa juga mengancam korban membunuh ibu kandungnya, bila menceritakan perbuatannya. Pasalnya perbuatan keji tersebut selalu dilakukan bila ibu kandung korban tidak di rumah. Korban yang tak tahan dengan sikap ayah tirinya ini, akhirnya menceritakannya kepada ibu kandungnya.

Ibu kandung korban yang terkejut, akhirnya melaporkan kepada polisi, hingga terdakwa Swardi ditangkap polisi. Atas perbuatannya terdakwa Swardi harus mendekam di jeruji besi. (put)

Editor/Sumber: Romeo
Tag: daerah,metro,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Satu Korban Innova Naas yang Terjun ke Jurang di Limapuluh Kota Ditemukan Tak Bernyawa

Satu Korban Innova Naas yang Terjun ke Jurang di Limapuluh Kota Ditemukan Tak Bernyawa

LIMAPULUH KOTA - Tiga hari pencarian korban minibus jatuh ke jurang sedalam 30 meter akhirnya membuahkan hasil. Satu...

Sambut Pemudik, Jembatan Kabel Sungai Dareh di Dharmasraya Dibuka

Sambut Pemudik, Jembatan Kabel Sungai Dareh di Dharmasraya Dibuka

DHARMASRAYA - Jembatan Cable Stayed pertama di Sumatera Barat yang ada di Kabupaten Dharmasraya, siap menyambut para...

50 Mobil Xenia Keliling Sumbar, Ini Pesan Wagub Nasrul Abit

50 Mobil Xenia Keliling Sumbar, Ini Pesan Wagub Nasrul Abit

PADANG -- Sedikitnya 50 mobil Avanza Xenia Solusion (AXS) Padang mengikuti konvoi keliling, di halaman kantor Gubernur,...

Bertabur Prestasi, Padang Panjang Raih Juara Pustakawan Berprestasi

Bertabur Prestasi, Padang Panjang Raih Juara Pustakawan Berprestasi

...

Cabai Keriting Mengalami Kenaikan, Ini Harga Bahan Pangan di Pasar Ibuh Payakumbuh

Cabai Keriting Mengalami Kenaikan, Ini Harga Bahan Pangan di Pasar Ibuh Payakumbuh

PAYAKUMBUH - Jelang Hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah harga bahan pangan sedikit mengalami kenaikan di Pasar Ibuh, Kota...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media