Thursday, 27 Jun 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang Panjang

Uhamka Jakarta Gelar Bedah Buku "Drs R. Moh Zuhdan Berjuang di Tanah Seberang" di Padang Panjang

Rabu, 12 Juni 2019 - 20:23:09 WIB - 511
Uhamka Jakarta Gelar Bedah Buku "Drs R. Moh Zuhdan Berjuang di Tanah Seberang" di Padang Panjang
Acara bedah buku Drs R. Moh Zuhdan berjuang ke tanah seberang di aula fkip umsb, rabu, (12/6)


PADANG PANJANG -- Buku berjudul "Drs R. Moh Zuhdan berjuangan di Tanah Seberang" karya Anwar Thahar diluncurkan dan dibedah di Aula FKIP UM Sumatera Barat Komplek Perguruan Muhammadiyah KMM Kauman Padang Panjang Jl. RI Dt. Sinaro Panjang 1-6, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Rabu (12/6/2019).

Acara yang dibuka oleh Ketua PP Muhammadiyah DR Good Will Zubir ini dihadiri Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Dr Shofwan Karim Elhussein, Rektor UM Sumatera Barat Dr. Riki Saputra, Dekan FKIP UMSB Dr Mafardi, M.Pd, Rektor Uhamka Prof Dr. Gunawan Suryoputro, Dekan FBS UNP Padang Prof Dr Zaim, M.Hum, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Batipuh X Koto, Abizar Lubis dan serta Prof. Sufyarma Marsyidin selaku tokoh Tarbiyah dan Guru Besar UNP Padang Prof Sufyarma Marsyidin serta keluarga besar Drs Raden Muhammad Zuhdan.

Kegiatan yang digelar oleh Universitas Uhamka Jakarta berkerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Sumbar dengan penerbit Uhamka Press tersebut dihadiri 100 peserta terdiri dari dosen dan guru maupun mahasiswa UMSB.

Good Will Zubir mengatakan R Moh Zuhdan adalah sosok tokoh Muhammadiyah yang mendedikasi hidupnya untuk pendidikan amal usaha Muhammadiyah di Yogyakarta maupun bagi ranah minang.

Membaca buku ini kita dapat mengetahui secara gamblang tentang nilai sisi kehidupan R. Muhammad Zuhdan. Kita akan terhanyut dalam cerita susunan kalimat yang indah dan mudah dipahami serta dilengkapi dengan foto-foto.

Dalam pembicaraannya, ia menyatakan, buku ini merupakan suatu bacaan yang harus dibaca kader muda Muhammadiyah karena akan menambah semangat dalam menggairahkan gerak langkah persyarikatan. Tidak itu saja tokoh harus mulai dipopulerkan di AUM seperti nama gedung, nama ruang maupun dalam bentuk prasasti.

Rektor UMSB Dr. Riki Saputra, dalam sambutannya menuturkan buku ini memiliki kekuatan nilai history dan nasionalisme, ada muatan keindonesiaan dan keminangkabauan.

"Buku ini bertujuan untuk menyemarakan literasi Muhammadiyah agar Muhammadiyah terus eksis dalam herakan dakwah amal maruf sesuai dengan cita-cita faoundhing father Muhammadiyah dulunya," kata Simon.

Selain itu, buku tersebut juga sekaligus untuk membangun semangat Bermuhammadiyah dari Drs Raden Moh Zuhdan.

Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, Dr Shofwan Karim dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran buku tersebut. Menurutnya, buku ini dapat membangkitkan dunia pendidikan Muhammadiyah dan sangat menginspirasi.

"Buku ini bisa menjadi penyemangat gerak langkah persyarikatan dalam dunia literasi. Juga untuk menciptakan narasi NKRI," katanya.

"Saya melihat kontinitas Raden Moh. Zuhdan dalam misi muhammadiyah untuk NKRI. Muhammadiyah tidak ada primodialistik. NKRI akan kuat kalau Muhammadiyah kuat," tegasnya.

Ia juga mengapresiasi PDM Pabasko, telah mengangkat silaturahim Syawal dan Hari Bermuhammadiyah yang dikemas dengan launching bedah buku.

Rektor Uhamka, Prof Dr. Gunawan Suryoputro mengatakan saya mendukung penulisan buku ini. Bedah Buku ini lahir berkat Kerjasama FKIP UMSB dengan FKIP Uhamka Jakarta melalui Uhamka press. Literasi tokoh sangat minim di Indonesia.
Literasi tokoh ini bertujuan untuk pembelajaran bagi kaum muda milenial.

"Banyak yang mengira Muhammadiyah seperti holding company, akan tetapi modal dasarnya hingga sekarang adalah komitmen tinggi ikhlas para tokoh dalam pengembangan amal usaha sebagai media dakwah," ujarnya.

Murid R. Moh.Zuhdan, Prof Sufyarma Marsyidin mengatakan Zuhdan bukan hanya pengajar tetapi juga seorang pendidik, beliay kader Muhammadiyah yang berhasil menjalankan semangat dakwah Muhammadiyah dari Kauman Yogyakarta paternalistik ke Kauman Padang Panjang yang egalitarian, hal ini disebabkan karena kemuhammadiyahan dan Al-Islam.

Panelis dari Uhamka Jakarta, Destian Badarsyah, MPd mengatakan Raden Moh Zuhdan adalah seorang tokoh multi talenta. Beliau dibesarkan dengan tradisi Muhammadiyah yang kuat, individu kesungguhan dan keikhlasan.

Organisasi Muhammadiyah dalam pandangan Zuhdan sebagai organisasi kader dan mengurus kader. Beliau sangat paham dengan visi kemuhammadiyahan yang dibawa Kiyai Dahlan dengan pendirian sekolah pendidikan Muhammadiyah di Padang Panjang.

"Lahir dari Rahim Muhammadiyah, tokoh ini dinanti peran vitalnya pada zamannya. Kontek nilai ketokohan Zuhdan terlihat nyata di Padang Panjang. Zuhdan menghasilkan manusia dengan pemikirannya (men of though), manusia yang berbuat untuk kehidupan (men-action), Manusia yang mengimspirasi atau (men of inspiration). Zuhdan diciptakan dari Muhammadiyah dan menciptakan sejarah sendiri di Muhammadiyah," pungkasnya.

Dekan FKIP UMSB, Dr. Mafardi mengatakan jika tidak ada campur tangan Raden Moh Zuhdan maka tidak akan ada FKIP UMSB. Banyak sekali pelajaran yang bisa kita pelajari dari pribadinya.

Ketua PDM Pabasko, Abizar Lubis mengatakan Zuhdan sosok yang teguh, sungguh dan bergembira, dalam mendirikan ranting Muhammadiyah di pelosok Pabasko. Raden Moh Zuhdan adalah muhammadiyah secara organisatoris sedangkan Harun Almaani secara rohanisasi.

Dekan FBS UNP, Prof M. Zaim mengatakan Tanah seberang konsepnya merupakan tanah rantau, merantau adalah watak orang minang. Menurut Imam Syafei merantau bertujuan mendapat kawan, mendapat pelajaran bertambahnya ilmu dan mendapat kehidupan dan hilangnya kesusahan.

Sumbangsih Raden Muhammad Zuhdan antaralain Berjuang membesarkan Muhammadiyah dan Menghidupkan AUM yang sedang mati suri di Pandai Sikek pada tahun 1970-an. Kemudian menghidupkan kembali taman kanak2 Bustanul Athfal di desa.

Lanjutnya, Rumah beliau tempat di surau Bancah dijadikan pusat kegiatan anak muda Muhammadiyah seperti seni tari, sandiwara, musik dan lainnya. Selain itu dijadikan sekretariat ranting Muhammadiyah Pandai Sikek.

Terakhir, ia menyampaikan tiga prinsip utama yang diturunkan Moh Zuhdan adalah pendidikan agama sebagai fondasi dasar keilmuan (Habluminallah), berorganusasi sebagai bagian dari habluminanannas dan melatih wira usaha.

Panitia Bedah Buku Hamdi mengatakan Buku ini terdiri dari 314 halaman karya Anwar Tanhar dengan penerbit Uhamka Press yang telah dicetak dengan edisi pertama 500 exemplar yang didistribusikan di lingkungan muhammadiyah Padang Panjang dan Jakarta.

"Beliau adalah sosok nyata dalam hidup, yang bisa kita lihat dan kita contoh. Beliau orang baik, sederhana, dan mencintai negaranya. Sebagai contoh, beliau ikut hizbul wathan," katanya.

Beliau sebagai seorang pendidik yang ditempa dan dibesarkan di lingkungan Muhammadiyah. Keterampilan yang ia miliki dilandasi rasa keagamaan yang kental. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: metro,muhammadiyah,padang-panjang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Usai Libur Lebaran, Kakan Kesbang Pol Padang Gelar Sidak Hari Pertama Masuk Kerja

Usai Libur Lebaran, Kakan Kesbang Pol Padang Gelar Sidak Hari Pertama Masuk Kerja

PADANG -- Pemerintahan Kota Padang (Pemko) melalui Kepala Kantor (Kakan) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)...

Jadi Tuan Rumah Seminar ICGE 2019, Padang Panjang Akan Kedatangan Peserta Dari Mancanegara

Jadi Tuan Rumah Seminar ICGE 2019, Padang Panjang Akan Kedatangan Peserta Dari Mancanegara

PADANG PANJANG - Kota Padang Panjang akan ramai dikunjungi, tidak hanya dari Dalam Negeri tetapi juga mancanegara yakni...

Kejari Tanah Datar Musnahkan BB Narkoba dan Ijazah Palsu

Kejari Tanah Datar Musnahkan BB Narkoba dan Ijazah Palsu

TANAH DATAR - Kejaksaan Negeri Tanah Datar, dikomandoi kajari M. Fatria, SH MH mengadakan giat Pemusnahan Barang Bukti...

5 Sifat Ini Harus Kamu Miliki Kalau Mau Sukses Sebagai Roamer di Mobile Legend

5 Sifat Ini Harus Kamu Miliki Kalau Mau Sukses Sebagai Roamer di Mobile Legend

GAME - Kamu yang pada doyan main MLBB pasti ngerasa dongkol dan geram saban tiba waktunya untuk pick jagoan buat...

Yandi, Remaja Asal Padang Panjang Berhasil Ciptakan Alat Pembelah Kelapa 3 Fungsi

Yandi, Remaja Asal Padang Panjang Berhasil Ciptakan Alat Pembelah Kelapa 3 Fungsi

PADANG PANJANG - Yandika Ananda Saputra (18 Tahun) yang akrab disapa Yandi seorang anak kelahiran Kota Padang Panjang...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media