Wednesday, 15 Jul 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Bukittinggi

Dirikan Bangunan di Tanah Pemda, Kabag Hukum: Kami Harap Stikes Fort De Kock Bongkar Bangunan Itu

Selasa, 18 Juni 2019 - 21:41:15 WIB - 1244
Dirikan Bangunan di Tanah Pemda, Kabag Hukum: Kami Harap Stikes Fort De Kock Bongkar Bangunan Itu
Kabag Hukum Setdako Bukittinggi, Isra Yonza dan kabag humas Yulman pada acara jumpa pers.


BUKITTINGGI - Guna meluruskan simpang siur yang beredar di masyarakat tentang masalah tanah pembangunan kantor DPRD Kota Bukittinggi diatas tanah Pemerintah Daerah, yang mana di sebagian tanah tersebut dibangun Yayasan Stikes Fort de Kock membangun untuk sarana dan prasarana pendukung Stikes Fort De Kock, seperti perkantoran, aula sekaligus ruangan olah raga serta adanya tempat penginapan tamu.

Untuk meluruskan simpang siur tersebut, Pemerintah Kota Bukittinggi melalui bagian humas, mengadakan jumpa pers di ruang rapat utama kantor Balaikota, Senin (17/6/2019) dengan menghadirkan Kepala bagian Hukum Setdako Bukittinggi, Isra Yonza dan Kepala bagian humas Yulman.

Kepala bagian Hukum Setdako Bukittinggi, Isra Yonza, menjelaskan, pada awalnya, Pemerintah Kota Bukittinggi telah membeli dua bidang tanah seluas 8.292 Meter Persegi secara legal dengan menggunakan APBD tahun 2007 di lokasi Bukit Batarah Kelurahan Manggis Gantiang Kecamatan Mandiangin Koto Selayan. Tanah itu, memang berada persis berdampingan dengan tanah Yayasan Stikes Fort de Kock.

Kemudian, Yayasan Stikes Fort de Kock membangun kampus stikes pada tahun 2011. Pembangunan kampus itu berasal dari tanah dengan total 7.943 Meter Persegi dengan 3 sertifikat HGB.

"Namun dalam pelaksanaannya, pembangunan itu mengambil tanah milik Pemerintah Kota seluas 1.708 Meter Persegi tanpa izin dari Pemerintah Kota. Kemudian, tanah yang seharusnya untuk fasilitas umum sebanyak 1.144 Meter Persegi, sehingga total bangunan yang menyalahi izin seluas 2.852 Meter Persegi," katanya.

Jadi ada dua persoalan, lanjut Isra Yonza, pertama, tanah milik Pemerintah Kota dibangun Yayasan Stikes Fort de Kock dan tanah untuk fasilitas umum juga dibangun.

"Intinya, pada pertemuan pihak Yayasan Stikes Fort de Kock dengan Pemerintah Kota, Yayasan Stikes Fort de Kock telah mengakui pembangunan yang dilakukan berada disebagian tanah milik Pemerintah Kota. Untuk itu, pihaknya mengajukan pertukaran tanah sebagai gantinya," jelas Isra.

Tukar menukar tanah, lanjut Kabag Hukum, tidak dapat dilakukan, karena syarat utama dapat dipindahkannya barang milik daerah, apabila barang milik daerah itu, tidak diperlukan bagi penyelenggaraan tugas Pemerintah Daerah. Namun, lokasi ini akan dibangun gedung kantor DPRD Kota Bukittinggi.

"Untuk itu, pihak Pemerintah Kota mengajukan kepada Yayasan Stikes Fort de Kock, untuk dapat segera mengembalikan tanah itu kepada Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi tanpa ada bangunan milik Yayasan Stikes Fort de Kock. SP 1 telah dilayangkan kepada pihak stikes pada 7 Mei 2019, SP 2 akan turun dalam waktu dekat. Satu minggu setelah SP 2, akan dikirim SP 3 dan akan dibongkar oleh Pemerintah Daerah. Kami berharap, pihak Yayasan Stikes Fort de Kock dapat membongkar sendiri bangunan itu, sebelum terbitnya SP 3," tegasnya.

Sedangkan Kabag Humas Setdako Bukittinggi, Yulman, menyampaikan, bahwa masyarakat harus mendapat informasi yang jelas dari Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi terkait permasalahan tanah ini.

"Untuk itu, kami adakan kegiatan ini, agar pihak media dapat menyebarluaskan informasi ini kepada masyarakat melalui media masing-masing. Sehingga tidak ada informasi yang simpang siur terhadap masalah ini," jelas Yulman. (Iwin SB)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: bukittinggi,hukum,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Babinramil 03 Pulau Sipora Lakukan Binhanpangan kepada Petani Desa Matobe

Babinramil 03 Pulau Sipora Lakukan Binhanpangan kepada Petani Desa Matobe

MENTAWAI - Babinramil 03 Pulau Sipora Desa Matobe Serda Efendi bersama Tim Penyuluhan Pertanian Lapangan (PPL)...

Dilecehkan Kapal Induk Amerika yang Berkeliaran di Dekat Natuna Utara, Tentara China Ngamuk

Dilecehkan Kapal Induk Amerika yang Berkeliaran di Dekat Natuna Utara, Tentara China Ngamuk

INTERNASIONAL - Perang urat syaraf antara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) dan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat...

Waspada! Muncul Flu Babi Jenis Baru di China, Berikut Fakta-faktanya

Waspada! Muncul Flu Babi Jenis Baru di China, Berikut Fakta-faktanya

INTERNASIONAL - Para peneliti mengatakan telah menemukan sebuah "strain" (galur) atau jenis baru virus flu...

Babinramil 04 Sikakap, Kawal Pemasangan Tiang Listrik PLN di Kecamatan Pagai Selatan

Babinramil 04 Sikakap, Kawal Pemasangan Tiang Listrik PLN di Kecamatan Pagai Selatan

MENTAWAI - Babinsa Koramil 04 Sikakap Bersama Staf Desa Sinaka Monotoring Kegiatan Pemasangan tiang Listrik dari PLN...

Beberapa Proyek Fisik di Kabupaten Solok Kembali  Dilanjutkan

Beberapa Proyek Fisik di Kabupaten Solok Kembali Dilanjutkan

KABUPATEN SOLOK - Tahun depan beberapa proyek fisik di Kabupaten Solok kembali dilanjutkan. Tahun ini pembangunan...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu