Sunday, 20 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pesisir Selatan

Menguak, Proyek RSUD M.Zein Painan Senilai Rp 99 Miliyar Dua Tahun Mangkrak

Rabu, 19 Juni 2019 - 08:40:59 WIB - 2412
Menguak, Proyek RSUD M.Zein Painan Senilai Rp 99 Miliyar Dua Tahun Mangkrak
Lokasi pembangunan proyek RSUD M.Zein Painan di Puncak Bukit Kabun Taranak yang mangkrak.


PESISIR SELATAN -Bupati Kabupaten Pesisir Selatan Hendrajoni meminta Kepada Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) segera mengeluarkan hasil audit investigasi. Sebab, menurutnya, Pemkab Pessel sampai saat ini masih menunggu rekomendasi apakah pembangunan RSUD M.Zein Painan di Puncak Bukit Kabun Taranak, Kecamatan IV Jurai dilanjutkan atau tidak.

"Padahal pekan lalu saya telepon pejabat BPKP, apakah sudah ada hasilnya atau belum. Ini sudah lama. Sudah hampir dua tahun," katanya pada awak media di Painan, Rabu (19/6/2019).

Ia menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan hingga kini masih menyicil pokok dan bunga utang pada PT Sarana Multi Investasi (SMI).

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Suhandri mengungkapkan besaran cicilan yang dibayarkan Rp9,2 miliar setiap tahunnya.

"Ya, atau Rp2,3 miliar per triwulan sampai pada 2020. Itu kami bayarkan terhitung mulai 2017," ucap Suhandri.

Ia menuturkan, Untuk membangun gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Zein Painan di Puncak Bukit Kabun Taranak, Pemerintah Kabupaten mengakses pembiayaan ke Pusat Investasi Pemerintah (PIP) senilai Rp99 miliar.

Pinjaman tersebut berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2014 tentang Pinjaman Pemerintah Daerah pada PIP.

Dari besaran itu, Rp96 miliar digunakan untuk kegiatan pembangunan fisik gedung. Sedangkan yang Rp3 miliar lainnya sebagai pembelian perlengkapan Alat Kesehatan (ALKES).

Pembangunan gedung dimulai pada 2015 saat Bupati Kabupaten Pesisir Selatan dijabat Nasrul Abit. Namun pada 2017  Hendrajoni menjabat Bupati, kegiatan itu dihentikan sementara.

Ia menilai tidak sesuai dengan aturan seperti tidak memiliki analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), karena luasnya mencapai 12 ribu meter bujur sangkar.

Ia menyebutkan masih ada Rp34 miliar yang belum dicairkan, sesuai dengan volume kerja yang dilakukan kontraktor. Namun, sampai saat ini pemerintah kabupaten baru mengambil Rp32 miliar dari keseluruhan pinjaman yang disetujui.

"Untuk yang Rp34 miliar itu, belum kami tagih ke SMI. Kami masih menunggu instruksi dari pimpinan," ucap Suhandri.

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: painan,pesisir-selatan,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Baksos Mahasiswa Teknik Eletronik UNP Perbaiki Instalasi Listrik Surau dan Rumah Warga

Baksos Mahasiswa Teknik Eletronik UNP Perbaiki Instalasi Listrik Surau dan Rumah Warga

PADANG PARIAMAN -- Mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang melaksanakan Diklat dan Bakti...

Fitri Nora Perempuan Pertama Jabat Ketua DPRD Kota Pariaman

Fitri Nora Perempuan Pertama Jabat Ketua DPRD Kota Pariaman

PARIAMAN -- Tiga orang pimpinan defenitif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pariaman diambil sumpah pada Rapat...

Sambut Wisatawan, Objek Wisata Pincuran Gadang Agam Direnovasi

Sambut Wisatawan, Objek Wisata Pincuran Gadang Agam Direnovasi

AGAM - Pemerintahan Nagari Matua Hilia, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Renovasi...

Kreatif, Pasutri di Bukittinggi Daur Ulang Rongsokan Tembaga Menjadi Aksesoris

Kreatif, Pasutri di Bukittinggi Daur Ulang Rongsokan Tembaga Menjadi Aksesoris

BUKITTINGGI -- Pasangan suami isteri, Jafril sutan Bandaro usia 60 tahun dan Ernawati usia 54 tahun, pengrajin pembuat...

Bangkai Diduga Ikan Hiu Paus Tutul Terdampar di Perairan Pessel

Bangkai Diduga Ikan Hiu Paus Tutul Terdampar di Perairan Pessel

PESISIR SELATAN -- Bangkai diduga hiu paus tutul ukuran besar terdampar di Pesisir Teluk Betung, Kecamatan Batang...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media