Thursday, 17 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang

Terjerat Kasus Penganiayaan, Seorang Mahasiswa di Kota Padang Divonis Hakim Tiga Bulan Penjara

Kamis, 20 Juni 2019 - 12:12:56 WIB - 576
Terjerat Kasus Penganiayaan, Seorang Mahasiswa di Kota Padang Divonis Hakim Tiga Bulan Penjara
Terdakwa Okta mendengarkan putusan, di Pengadilan Negeri Padang, Rabu (19/6).


PADANG - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas I A Padang, menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Okta (21 tahun) salah seorang mahasiswa di Kota Padang, yang terjerat kasus penganiayaan pada Agustus 2018 lalu. Dalam persidangan tersebut, terdakwa dinyatakan bersalah dan menetapkan terdakwa segera ditahan.

"Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa, selama tiga bulan," kata hakim ketua sidang Djonlar Purba beranggotakan Agnes Sinaga dan Inna Herlina, saat membacakan amar putusannya, Rabu (19/5).

Majelis hakim berpendapat, perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur 351 ayat 1 tentang penganiayaan.

"Perbuatan terdakwa mengakibatkan saksi korban, mengalami luka sehingga tidak dapat melakukan aktivitasnya seperti biasanya," ujar hakim ketua sidang.

Namun demikian, majelis hakim menyebutkan, antara terdakwa dan korban ada upaya perdaiman.

"Bahwa terdakwa bersama teman-temannya dan pihak kampus, telah melakukan penggalangan dana untuk pengobatan korban," sebutnya.

Terhadap putusan majelis hakim, terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum (PH) Meri Anggraini dan Wilson Saputra, tampak pikir-pikir. Terhadap hal tersebut, majelis hakim memberikan waktu satu minggu.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU), menuntut terdakwa dengan hukuman pidana selama empat bulan penjara. Dalam persidangan tersebut, tampak teman-teman Okta datang menghadiri persidangan.

Dalam berita sebelumnya disebutkan, terdakwa Okta diduga dikeroyok oleh saksi korban dan rekannya. Dimana peristiwa itu terjadi di dekat musola nurul jadid, Kecamatan Kuranji Kota Padang.

Kejadian ini bermula saat Okta memarkirkan sepeda motornya, didekat musola. Tiba-tiba saksi korban dan rekannya datang dan memukul terdakwa. Tak terima dengan perlakuan kedua orang tersebut, Okta pun yang merupakan salah seorang mahasiswa di salah satu kampus negeri Kota Padang, mengambil kapak yang berada disekitar kejadian serta menggeretak si kedua orang tersebut. Hal ini bertujuan untuk membela diri.

Namun saksi korban kembali menyerang terdakwa, dan terdakwa pun membela diri. Akibatnya terdakwa yang membela diri dengan membawa kapak, mengenai pipi korban dan akhirnya terluka. (put)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: hukum,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Tidak Memiliki Dokter Kulit dan THT, Pelayanan Pasien di RSUD Pariaman Tidak Optimal

Tidak Memiliki Dokter Kulit dan THT, Pelayanan Pasien di RSUD Pariaman Tidak Optimal

PARIAMAN - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman milik Pememerintah Provinsi Sumatera Barat tidak miliki Dokter Kulit...

Ribuan Siswa di Pasaman Terima Kartu Identitas Anak

Ribuan Siswa di Pasaman Terima Kartu Identitas Anak

PASAMAN - Bupati Pasaman, H. Yusuf Lubis resmi serahkan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi ribuan siswa di Pasaman....

Wujudkan Generasi Cerdas, Sehat dan Berintegrasi, Pemkot Padang Panjang Lakukan Ini

Wujudkan Generasi Cerdas, Sehat dan Berintegrasi, Pemkot Padang Panjang Lakukan Ini

PADANG PANJANG - Bertemakan "Kita Akselerasikan Pelaksanaan Program TRIAS UKS/M Dalam Mewujudkan Generasi Cerdas,...

Satgas TMMD ke-106 Kodim 0309/Solok Goro dan Bakti Kesehatan Bersama Masyarakat

Satgas TMMD ke-106 Kodim 0309/Solok Goro dan Bakti Kesehatan Bersama Masyarakat

SOLOK SELATAN - Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 tahun 2019 Kodim 0309/Solok, bersama...

Wujudkan Visi, Pemda Tanah Datar Gelar Kegiatan Waqaf 1.000 Hafiz

Wujudkan Visi, Pemda Tanah Datar Gelar Kegiatan Waqaf 1.000 Hafiz

TANAH DATAR - Allah SWT menjamin kemuliaan Al-quran dan mengangkat derajat bagi yang belajar dan mengajarkannya. Umat...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media