Monday, 03 Aug 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Hari Ini Sidang Putusan MK, KPAI Ingin Semua Pihak Menahan Diri Untuk Tidak Melibatkan Anak-Anak

Kamis, 27 Juni 2019 - 08:40:53 WIB - 557
Hari Ini Sidang Putusan MK, KPAI Ingin Semua Pihak Menahan Diri Untuk Tidak Melibatkan Anak-Anak
Ketua Divisi Monitoring dan Evaluasi KPAI, jasra putra


JAKARTA -- Hari Ini Kamis, (27/6/2019), sidang putusan MK, KPAI mengkhawatirkan kondisi anak anak yang terpapar kabar bohong dan ikut terpolarisasi. Karena kejadian tersebut telah diungkap pekerja sosial bersama Kepolisian dan Bapas dalam pendampingan 25 hari anak-anak yang terlibat aksi kerusuhan Mei lalu.

Seperti diketahui, ketika berkomentar dengan cara dan bahasa yang tidak layak, menyebabkan anak anak menjadi korban. Baik meninggal, luka-luka, dan terlibat situasi kekerasan. Sudah 91 anak yang dalam pemantauan KPAI terlibat dalam peristiwa Mei lalu. Data itu merupakan kumpulan peristiwa 22 sampai 23 Mei yang dikumpulkannya, mulai dari data korban di salah satu rumah sakit, korban meninggal dan yang saat ini dilayani rehabsos. Dari ratusan korban peristiwa tersebut, ia meyakini masih banyak korban anak anak yang belum dikunjunginya.

Dalam pertemuan Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra di Balai Rehsos menyatakan Anak Membutuhkan Perlindungan Khusus Kementerian Sosial. Terungkap, sebagian orang tua tidak mengetahui anaknya terlibat kerusuhan, karena mereka menitipkan anak anaknya di Lembaga Pendidikan. Yang justru dimobilisasi dalam kegiatan tersebut. Untuk itu kehadiran kembali anak anak di Patung Kuda kemarin, sangat mengkhawatirkan. Jangan sampai anak anak menjadi korban kembali.

Kabar esok MK akan mengumumkan hasil sengketa pemilu, Komisioner KPAI Jasra kembali mengingatkan bahwa jangan sampai situasi yang perlu perhatian khusus ini, kembali melibatkan anak anak di frontline, laksana martir. Resikonya mereka bisa kehilangan dirinya, keluarganya dan masa depannya, karena anak anak berada dalam situasi psikologis yang tidak menentu. Biarkan mereka tumbuh dewasa, dan diberi kesempatan berkembang, hingga nanti mereka matang dan layak memasuki pentas politik kebangsaan ini.

KPAI juga melihat pentingnya sikap persuasif dengan mencegah sejak dini, ketika aparat menemukan anak 0-18 tahun diaksi jalanan, Agar para petugas melakukan pendekatan persuasive, atau bila ada orang tuanya disampaikan resiko yang bisa dialami. Lebih baik menitipkan anak anak kepada keluarga yang bisa dipercaya.

Begitu juga kemungkinan anak-anak terlibat menyambut euphoria kemenangan atau terlibat dalam aksi protes kekalahan. KPAI sangat menghimbau orang tua, guru, Lembaga Pendidikan sama sama bertanggung jawab untuk memastikan anak anak mereka dalam keadaan baik dan aman.

Jasra juga menghimbau Lembaga Pendidikan seperti pesantren dapat menahan diri untuk tidak melibatkan anak anak dalam aksi jalanan, karena situasi jalanan sangat tidak baik untuk anak anak. Lembaga juga harus perhatikan, terutama untuk para pengasuh dan pendidik agar memiliki perspektif yang sama. Bahwa anak perlu situasi aman, nyaman, hak bermain dari lingkungan yang aman dan nyaman. Bukan dengan mempertaruhkan jiwa mereka.

UU 35 tahun 2014 tentang PA pasal 15 yang menyatakan setiap anak memiliki hak perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik. Perlindungan disini tentu mengacu kepada kepentingan terbaik bagi anak, tumbuh kembang anak, termasuk mendengarkan pandangan dan pendapat anak. Sehingga anak-anak kita terhindar dari "eksploitasi" untuk kepentingan orang dewasa.

Untuk itu KPAI akan terus memantau dan menghimbau semua pihak agar menghindari anak anak dalam penyalahgunaan kegiatan politik. KPAI tidak pernah bosan mengingatkan berulang ulang sejak Pemilu 2014, Pilkada 2017, Pemilu 2019 dan juga Pilkada 2020 agar penyelenggara pemilu dan peserta pemilu menjaga komitmen dan keberpihakan pada kepentingan terbaik anak. (Rel)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: indonesia,metro,nasional,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

IDI Angkat Suara Soal Klaim Seorang Dokter Mikrobiologi Hadi Pranoto Temukan Obat Covid-19

IDI Angkat Suara Soal Klaim Seorang Dokter Mikrobiologi Hadi Pranoto Temukan Obat Covid-19

JAKARTA -- Santer jadi trent pemberitaan seorang dokter dan ahli mikrobiologi bernama Hadi Pranoto yang menyatakan...

Generasi Harapan Bangsa di Persimpangan Jalan

Generasi Harapan Bangsa di Persimpangan Jalan

Oleh Nelly, M.Pd, Aktivis Peduli Generasi, Pemerhati Masalah Keumatan Indonesia kini sudah memasuki usia kemerdekaan...

Rusia Blak-blakan Akui Kekuatan Tempur Militer Iran, Siapa Berani Serang Bakal Dapat Balasan Hebat

Rusia Blak-blakan Akui Kekuatan Tempur Militer Iran, Siapa Berani Serang Bakal Dapat Balasan Hebat

INTERNASIONAL - Rusia memuji kekuatan militer Iran baik di darat, laut, udara, bahkan di bawah tanah. Dengan kekuatan...

Update Penanganan Covid-19 di Kota Padang: Tidak Ada Penambahan Kasus Aktif dan Meninggal Dunia

Update Penanganan Covid-19 di Kota Padang: Tidak Ada Penambahan Kasus Aktif dan Meninggal Dunia

PADANG -- Kadinkes Kota Padang Feri Mulyani menyatakan, pihaknya terus meningkatkan pelayanan kesehatan untuk mencegah...

Opini: Dimensi Sosial dalam Ibadah Kurban

Opini: Dimensi Sosial dalam Ibadah Kurban

Oleh: Afdal Fauzen, S.Pd Ibadah kurban merupakan ibadah yang dilaksanakan untuk mendekatkan diri kepada Allah...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu