Monday, 19 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Ekonomi

Tingginya Harga Komoditi Mempengaruhi Inflansi di Kota Padang dan Bukittinggi

Senin, 01 Juli 2019 - 20:38:00 WIB - 422
Tingginya Harga Komoditi Mempengaruhi Inflansi di Kota Padang dan Bukittinggi
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Sumatra Barat, Sukardi (kiri), memberikan keterangannya terkait inflansi dan deflasi di Kota Padang dan Bukittinggi, Senin (1/7).


PADANG - Masih tingginya sejumlah harga komoditi di beberapa pasar tradisional, membuat terjadinya inflansi di Kota Padang dan Bukittinggi. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Sukardi, mengatakan, pada bulan Juni 2019 lalu Kota Padang mengalami inflansi 1,07% dan Bukittinggi sebesar 1,28 %.

"Inflansi di Kota Padang terjadi karena kenaikan dibeberapa kelompok, seperti kelompok makanan jadi, yakninya minuman, rokok, tembau sebesar 0,23%. Sedangkan Bukittinggi 0,17%. Sementara kelompok perumahan air, listrik, gas, dan bahan bakar di Kota Padang sebesar 0,21%, sedangkan Bukittingi 0,12% ," katanya saat melakukan jumpa pers kepada awak media, Senin (1/7/19).

Ia menambahkan, naiknya harga cabe merah, bawang merah, cabe hijau juga mempengaruhi inflansi di Kota Padang dan Bukittinggi.

"Meskipun demikian ada juga beberapa bahan komoditi yang mengalami penurunan harga, seperti bawang putih, petai, beras, minyak goreng, sehingga mempengaruhi deflasi," tambahannya.

Ia juga menjelaskan bahwa, laju inflansi di Kota Padang mulai dari tahun kalender Juni 2018 hingga Juni 2019 (year on year) sebesar 3,55 %, sedangkan untuk Bukittinggi 1,81%.

Wisman ke Sumbar Mengalami Penurunan

Angka wisatawan manca negara (wisman) yang berkunjung ke Sumatra Barat (Sumbar), hingga kini masih mengalami penurunan. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, mencatat pada bulan Mei 2019, jumlahnya yakninya 3.582 orang. Hal ini menunjukan penurunan sebesar 34,53%, bila dibandingkan pada bulan April 2019 yakninya 5.471 orang.

Kepala BPS Sumbar, Sukardi, menyebutkan penurunan tersebut terjadi, karena bertepatan bulan ramadan.

"Namun demikian wisman yang berkunjung ke Sumbar berasal dari negara Malaysia," ujarnya.

Menurunannya wisman ke Sumbar, juga berdampak pada tingkat hunian kamar berbintang, yakninya 21,65% dibandingkan April yang tercatat 56,22%. (put)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: bukittinggi,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

50 Unit Rumah Bantuan Untuk Relokasi Korban Abrasi dan Rawan Tsunami di Mentawai Mulai Dibangun

50 Unit Rumah Bantuan Untuk Relokasi Korban Abrasi dan Rawan Tsunami di Mentawai Mulai Dibangun

MENTAWAI - Sebanyak 50 unit rumah bantuan untuk relokasi abrasi dan daerah rawan tsunami di Dusun Pukarayat Desa...

Seorang Nelayan yang Dilaporkan Hilang di Perairan Mentawai Sudah Ditemukan

Seorang Nelayan yang Dilaporkan Hilang di Perairan Mentawai Sudah Ditemukan

MENTAWAI - Team Sar gabungan telah menemukan seorang nelayan yang hilang saat pergi memancing di Pulau Nukok Desa...

Hebat, Siswa SD di Padang Panjang ini Tuangkan Imajinasinya Menjadi Sebuah Komik

Hebat, Siswa SD di Padang Panjang ini Tuangkan Imajinasinya Menjadi Sebuah Komik

PADANG PANJANG - Suatu gebrakan membanggakan yang berhasil diukirnya, berbekal imajinasi yang hadir dia tuangkan...

Agus Harpen Bulyandi dan Faisal Jadi Pimpinan DPRD Kota Pariaman Sementara

Agus Harpen Bulyandi dan Faisal Jadi Pimpinan DPRD Kota Pariaman Sementara

PARIAMAN - 20 anggota DPRD Kota Pariaman terpilih hasil Pemilu April 2019 secara resmi dilantik dan diambil sumpahnya...

Mahasiswa IAIN Batusangkar Juarai Pembuatan Film Dokumenter dengan Tajuk "Bung Hatta dalam Film"

Mahasiswa IAIN Batusangkar Juarai Pembuatan Film Dokumenter dengan Tajuk "Bung Hatta dalam Film"

BATUSANGKAR - Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar Juara Pertama dan Harapan Pertama dalam ajang lomba...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media