Saturday, 20 Jul 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Mentawai

Komandan KRI Kurau 856 Akan Tindak Tegas yang Melanggar Aturan di Kawasan Laut Indonesia

Rabu, 03 Juli 2019 - 20:39:30 WIB - 4595
Komandan KRI Kurau 856 Akan Tindak Tegas yang Melanggar Aturan di Kawasan Laut Indonesia
Kapal Perang KRI KURAU 856 saat berlabuh di Pelabuhan Dermaga Tuapejat.


MENTAWAI - Kapal Perang KRI KURAU - 856 tiba di Pelabuhan Dermaga Tuapejat sore tadi. Kedatangan kapal tersebut disambut oleh Danlanal Tuapejat dan jajaran serta Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Rabu (03/07/2019).

Kapal perang tersebut mengangkut sebanyak 36 kekuatan personil dan dilengkapi senjata berupa meriam berukuran 30 mili meter dan senjata di bagian gladak kapal meriam Mitraliur dengan ukuran 12,7 mili meter, serta dilengkapi peralatan canggih untuk operasional di laut.

Komandan KRI KURAU - 856 Mayor Laut Siswan Dony mengatakan, kedatangannya di kawasan perairan laut kepulauan Mentawai, yakni dalam rangka patroli rutin dalam menjaga kedaulatan NKRI.

"Tugas kita khususnya dalam pengamanan laut yakni menegakkan hukum di laut bagi yang melakukan aktivitas seperti illegal fishing, illegal Loging dan pelanggaran laut lainnya," sebut Siswan kepada wartawan di atas kapal.

Dipastikannya kehadiran KRI KURAU - 856 di perairan pantai barat Sumatera akan melaksanakan penindakan tegas bagi yang melanggar aturan, di kawasan laut Indonesia.

"Untuk di kawasan perairan laut Mentawai, kita sudah menjelajah daerah Sikakap Pagai Selatan, Pagai Utara, dilanjut ke sektor arah utara yaitu Pulau Siberut, Pulau Nias dan Sibolga setelah tiga hari berlabuh pelabuhan Tuapejat," terang Siswan.

Ia menjelaskan, Kapal Perang KRI KURAU di rancang khusus, untuk kapal pengejar bagi pelaku yang sekiranya melakukan pelanggaran di laut, dengan memiliki kecepatan sampai 25 knot.

Sementara itu Danlanal Tuapejat Letkol KH Anis Munandar menyebutkan, kedatangan Kapal Perang KRI KURAU - 856 di pelabuhan Tuapejat, adalah hasil kerja sama yang baik antara sesama penegak kedaulatan NKRI, sebut Anis.

Selama tiga hari kapal tersebut akan bersandar di pelabuhan Tuapejat, masyarakat tidak kaget dengan keberadaan kapal perang tetsebut, ucapnya.

"Justru kita merasa aman dan keamanan laut terjamin dengan tibanya kapal patroli KRI KURAI di perairan laut Mentawai," ujar Danlanal. (Tirman)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: indonesia,mentawai,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Intip Keseruan Festival Sala Lauak 2019

Intip Keseruan Festival Sala Lauak 2019

PARIAMAN -- Pemerintah Kota Pariaman menggelar Pariaman Expo melalui Festival Sala Lauak sebagai tradisi tahunan di...

115 Jemaah Calon Haji Kota Padang Panjang Dilepas, Wako Pesankan Ini

115 Jemaah Calon Haji Kota Padang Panjang Dilepas, Wako Pesankan Ini

PADANG PANJANG - Sebanyak 115 Jemaah Calon Haji (JCH) kota Padang Panjang akan diberangkatkan ke tanah suci,...

Empat Negara Ikuti MTA di Padang Panjang, Wako: Mari Jaga dan Manfaatkan Alam

Empat Negara Ikuti MTA di Padang Panjang, Wako: Mari Jaga dan Manfaatkan Alam

...

Loteng Kantor Camat Pariaman Timur Rusak Parah

Loteng Kantor Camat Pariaman Timur Rusak Parah

PARIAMAN - Loteng Kantor Camat Pariaman Timur rusak parah sehingga tulang kerangka baja dudukan plafon terlihat jelas...

Kabag Kesra Pessel: Didikan Subuh Salah Satu Upaya Membangun Generasi Muda Qurani

Kabag Kesra Pessel: Didikan Subuh Salah Satu Upaya Membangun Generasi Muda Qurani

PESISIR SELATAN - TPQ Masjid Istiqomah Koto Pandan, Inderapura Timur, Kecamatan Air Pura dinilai oleh tim tergiat Lomba...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media