Sunday, 15 Dec 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pesisir Selatan

IPM Pessel Hanya 68,47, Sekda: Lebih Rendah Dari Target RPJMD 2016-2021

Kamis, 04 Juli 2019 - 15:41:03 WIB - 311
IPM Pessel Hanya 68,47, Sekda: Lebih Rendah Dari Target RPJMD 2016-2021
Sekda Pessel Erizon saat di wawancarai wartawan diruang kerjanya Kamis (4/7/2019).


PESISIR SELATAN - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pesisir Selatan tercatat tempati posisi 12 dari 19 kabupaten/kota lainnya di Sumatera Barat (Sumbar). Pasalnya, secara nasional berada di posisi 224, dari 554 kabupaten/kota. Angka tersebut masih di bawah rata-rata provinsi.

Sedangkan yang paling tinggi di Ranah Minang adalah Kota Padang, dengan 81.58. Sementara indeks Provinsi Sumatera Barat 71.24.

Sekda Kabupaten Pesisir Selatan, Erizon kepada MinangKabauNews.Com Kamis (4/7/2019) mengatakan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, IPM Pesisir Selatan hanya 68.47. Angka itu lebih rendah dari target RPJMD 2016-2021 sebelum perubahan yang dipatok 69.3.

"Memang, IPM kita masih rendah jika dibandingkan dengan beberapa kabupaten/kota lain di Sumatera Barat," ucapnya.

Menurutnya, faktor penyebab rendahnya IPM Pesisir Selatan karena tidak adanya perguruan tinggi. Sedangkan salah satu indikator penilaiannya adalah lama sekolah.

Sekolah tinggi yang ada di daerah itu belum berakreditasi A atau B. Sementara di daerah lain banyak perguruan tinggi yang telah berakreditasi A atau B.

Untuk itu, katanya, pemerintah daerah ke depan mendorong bagaimana Akedemi Komunitas di Pesisir Selatan bisa berstatus perguruan tinggi negeri.

Mendorong perguruan tinggi yang ada seperti Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) berakreditasi A. Menurunkan angka kematian bayi dan ibu melahirkan.

"Karena hingga 2021, kita menargetkan IPM itu bisa mencapai 70.12. Ini tentu butuh kerja keras, sehingga target tersebut bisa tercapai," ujarnya.

Selain sebagai alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU), IPM merupakan salah satu indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam pembangunan sumber daya manusia di daerahnya.

IPM mengukur pencapaian rata-rata sebuah wilayah dalam tiga dimensi dasar pembangunan manusia. Pertama, angka harapan hidup (AHH).

Kedua, harapan lama sekolah rata-rata, dengan standar lama sekolah hingga 25 tahun. Ketiga, standar pengeluaran per kapita dengan 96 komoditas.

"Kendati demikian, angka layak hidup di Pesisir Selatan cukup tinggi, dengan indeks 72," tutupnya. (Rio)

Loading...
Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: pesisir-selatan,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Penuhi Kebutuhan Warga, DPKP Mentawai Bangun Bak Penampungan Air

Penuhi Kebutuhan Warga, DPKP Mentawai Bangun Bak Penampungan Air

MENTAWAI -- Guna menyuplai air agar lebih maksimal ke rumah warga, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP)...

Polisi Terus Selidiki Bom Molotov Meledak di Gamping, Sleman

Polisi Terus Selidiki Bom Molotov Meledak di Gamping, Sleman

YOGYAKARTA -- Sebuah bom molotov meledak dan menghancurkan kaca rumah warga di Dusun Pasikan Kidul, Desa Balecatur,...

MPI Sumbar: Kader Harus Sampaikan Dakwah Efektif dengan Semangat Amal Maruf Nahi Mungkar

MPI Sumbar: Kader Harus Sampaikan Dakwah Efektif dengan Semangat Amal Maruf Nahi Mungkar

PADANG -- Menyikapi tulisan oknum IMM yang ditulis di website IMM Sumbar terkesan menyudutkan Ketua Pemuda Muhammadiyah...

Gandeng WWF, Pemkab Dharmasraya Carikan Solusi Untuk Petani Karet

Gandeng WWF, Pemkab Dharmasraya Carikan Solusi Untuk Petani Karet

DHARMASRAYA -- Guna mendorong budidaya karet berkelanjutan di Kabupaten Dharmasraya, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya...

70 Tahun, Chatib Sulaiman Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

70 Tahun, Chatib Sulaiman Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

PADANG PANJANG -- Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang menggelar Seminar Nasional dan Diskusi Aktual Peringatan 70...


KOMENTAR ANDA



Loading...
kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media