Saturday, 20 Jul 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pemprov Sumbar

Silek Minang Aplikasi Nilai-nilai ABS-SBK yang Jadi Warisan Dunia

Selasa, 09 Juli 2019 - 17:58:28 WIB - 323
Silek Minang Aplikasi Nilai-nilai ABS-SBK yang Jadi Warisan Dunia
Peragaan silek minang dihadapan gubernur sumbar


PADANG -- Silek (silat) Minangkabau akan menjadi sebuah karya yang sangat ditunggu-tunggu dari kegiatan Silek Art Festival (SAF) 2019 karena bisa menjadi salah satu referensi ilmiah dari beladiri tradisional itu.

Silek Arts Festival 2019 akan diselenggarakan dari 19 hingga 31 Agustus 2019 mendatang, yang berpusat di Kota Padang dan di dukung oleh beberapa kabupaten kota di Sumatera Barat.

Setelah sukses pada tahun 2018 yang lalu, Dinas Kebudayaan Sumbar kembali menggelar SAF pada tahun ini dengan tujuan Silek sebagai suatu fenomena khas Minangkabau.

Menurut Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno, Silek Arts Festival (SAF) 2019 merupakan agenda tahunan yang didukung Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud dengan program Indonesiana.

"Sapakaik Mangko Balega (Sepakat dengan bergotong royong untuk bisa berkreasi melalui budaya silek), kita harapkan dengan acara ini tradisi silek di Sumatera Barat bisa terjaga, sebagai upaya mendorong para pelaku seni pertunjukan, agar terus menggali budaya silek," ucap Irwan Prayitno dalam sebuah kesempatan, belum lama ini.

"Ini merupakan bentuk kepedulian kita kepada warisan budaya yang ada di Sumatera Barat (Sumbar). Apalagi silek ini merupakan budaya yang lahir turun temurun sejak dahulu hingga saat ini," ucapnya.

Agendanya direncanakan akan digilir dari satu daerah ke daerah lainnya hingga 31 Agustus mendatang di beberapa daerah seperti Kota Padang, Solok, Payakumbuh, Kabupaten Agam dan Sijunjung.

Dalam kegiatan SAF tahun ini tidak hanya menampilkan berbagai atraksi aliran silek yang ada di Tanah Minang, namun juga rangkaian agenda kebudayaan lainnya yang terkait dengan silek.

"Untuk itu, saya berharap agar silek ini dapat dikenal hingga pentas dunia, maka kegiatan SAF ini sangat penting, apalagi tujuan kegiatan ini untuk menjemput atau mengumpulkan aliran-aliran silek yang ada di Sumbar," ujar Gubernur Sumbar.

Silek merupakan budaya asli Minangkabau harus dijaga kelestarian sekaligus ajang promosi budaya Minangkabau.

"Kita ingin nantinya dengan kegiatan ini dapat menjadi sebuah pengetahuan bagi generasi muda untuk lebih menggenal silek yang merupakan warisan budaya. Sehingga, generasi muda ini dapat memahami pengetahuan tentang silek dan tentunya mempelajarinya," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Gemala Ranti mengungkapkan, setelah tahun lalu SAF dengan tagline "Panjapuik Piutang Lamo", maka untuk tahun ini menggangkat tagline " Sapakaik Mangko Balega".

"Kita lebih menfokuskan dalam membangkitkan semangat seni dan budaya silek dalam setiap pertunjukan, dan nantinya seluruh rangkaian akan di fokus dalam arsip dan dokumentasi," ujarnya.

Kegiatan ini juga merupakan sebuah upaya dalam mendukung UU No. 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dalam rangka menangani kegiatan budaya secara lebih sistematis.

Dijelaskannya, program kali ini akan dihimpun kembali seluruh pengetahuan tentang silek, mengingat silek sebagai kekayaan budaya di Minangkabau telah berkembang ke daerah lain di Indonesia, negara-negara Melayu, juga ke sejumlah negara lain di dunia.

"Perkembangan tersebut merupakan sebuah gambaran bagaimana silek merupakan sebuah hasil kebudayaan dengan basis budaya Minangkabau memiliki nilai-nilai penting, yang dapat dipergunakan dalam menjalani kehidupan manusia," tuturnya.

Selain itu, silek juga telah diusulkan dan sedang dalam proses penilaian untuk ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia melalui UNESCO.

Ia berharap dalam tahun ini juga proses silek sebagai salah satu warisan dunia UNESCO bisa terwujud.

"Kegiatan SAF 2019 ini juga salah satu dukungan untuk menguatkan pengajuan budaya silek sebagai warisan dunia ke UNESCO," tutupnya.(RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: minangkabau,padang,pemprov,pemprov-sumbar,seni-budaya,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Warga yang Dilaporkan Hilang di Hutan Talamau Ditemukan, Ternyata Ini yang Terjadi Pada Korban

Warga yang Dilaporkan Hilang di Hutan Talamau Ditemukan, Ternyata Ini yang Terjadi Pada Korban

PASAMAN BARAT - Arman (44) warga Jorong Kemakmuran, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat,...

Kabag Kesra Pessel: Didikan Subuh Salah Satu Upaya Membangun Generasi Muda Qurani

Kabag Kesra Pessel: Didikan Subuh Salah Satu Upaya Membangun Generasi Muda Qurani

PESISIR SELATAN - TPQ Masjid Istiqomah Koto Pandan, Inderapura Timur, Kecamatan Air Pura dinilai oleh tim tergiat Lomba...

Peringati Harganas XXVI, Bupati Pasaman Galakkan Tidak Melihat Medsos 1821

Peringati Harganas XXVI, Bupati Pasaman Galakkan Tidak Melihat Medsos 1821

LUBUK SIKAPING -- Bupati Pasaman Yusuf Lubis memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Ke...

Siswa Baru SMAN 1 LND Pasaman Barat Terima Materi Wasbang dari TNI

Siswa Baru SMAN 1 LND Pasaman Barat Terima Materi Wasbang dari TNI

PASAMAN BARAT - Memasuki tahun ajaran baru di tahun 2019, para siswa baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah...

Untuk Evaluasi Kinerja, PMI Kota Bukittinggi Gelar Mukerkot Tahunan

Untuk Evaluasi Kinerja, PMI Kota Bukittinggi Gelar Mukerkot Tahunan

BUKITTINGGI - Musyawarah Kerja Kota (Mukerkot) merupakan program pengurus PMI Kota Bukittinggi yang setiap tahun...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media