Wednesday, 16 Oct 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Padang

Jelang Rakorda, MUI Sumbar Bahas Persoalan Kekinian Keummatan bersama Gubernur

Rabu, 10 Juli 2019 - 10:15:39 WIB - 927
Jelang Rakorda, MUI Sumbar Bahas Persoalan Kekinian Keummatan bersama Gubernur
Suasana audiensi MUI Sumbar bersama Gubernur Irwan Prayitno, Selasa, (9/7)


PADANG -- Jelang Rakorda, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar menggelar silaturahim bersama Gubernur Sumbar di kediamannya, Selasa, (9/7/2019). Pertemuan terkait agenda Rakorda MUI Sumbar yang berlangsung tanggal 19-21 Juli 2019 dan persoalan terkini keummatan. Rombongan MUI dipimpin langsung Buya Gusrizal Gazahar Dt Palimo Basa dan dihadiri Wakil Ketua Prof Edi Syafri dan Sekretaris MUI Sumbar M. Zulfan.

Gubernur Sumbar, Prof Irwan Prayitno memberikan apresiasi kepada MUI Sumbar dengan aplikasi langkah-langkah strategis yang dilakukan dalam penguatan peran keummatan yang menjadi agenda penting dalam Rakorda termasuk penguatan koperasi syariah. "kita akan support dan fasilitasi bimtek dewan syariah itu," tuturnya

Gubernur juga mengharapkan LPTQ yang ditunjuk sebagai pelaksana MTQ bisa berkoordinasi dengan MUI Sumbar supaya tidak terjadi persoalan yang tidak diinginkan dikemudian hari.

Dalam penjelasannya, Ketum MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar menyampaikan Rakorda ini merupakan agenda tahunan MUI Sumbar, sebetulnya dilakukan dua bulan yang lalu, namun berbarengan dengan pemilu serentak akhirnya diputuskan digelar di Kota Bukittinggi pada tanggal 19, 20 dan 21 Juli 2019.

Lanjutnya, ada beberapa semangat penting yang dibahas dalam Rakorda MUI tersebut diantaranya persoalan penguatan keorganisasian internal dengan wacana pembentukan MUI hingga level ke bawah bahkan hingga tingkat nagari dan jorong.

Kemudian yang menjadi skala prioritas adalah menyikapi kondisi terkini implementasi pengukuhan sumpah sati Marapalam.

Buya juga menyoroti persoalan LGBT yang marak belakangan ini, yang dimantapkan dengan ide pembentukan peraturan nagari yang mengatur sanksi dan larangan LGBT.

Tak kalah penting, kata Buya, adalah menyikapi terkait Islam Nusantara yang yang dalam prakteknya mengandung sinkretisme dan pluralisme agama. MUI Sumbar baru menolak secara prinsip terkait Islam Nusantara. Karena itu, perlu membuat langkah-langkah konkrit untuk mengantisipasinya.

Kemudian koperasi syariah yang menjadi persoalan adalah minimnya dewan pengawas syariah, sementara pertumbuhan cukup bagus.

Tambah Buya, Persoalan pembangunan kantor MUI yang tanahnya waqaf dari Herman Nawas yang sangat penting keberadaannya bagi peran keummatan MUI di masa mendatang. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Alat Kelengkapan DPRD Sumbar Ditetapkan, PKS Tak Dapat Kursi Ketua Komisi

Alat Kelengkapan DPRD Sumbar Ditetapkan, PKS Tak Dapat Kursi Ketua Komisi

PADANG -- Sejumlah nama-nama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat yang duduk di kursi pimpinan...

Ciptakan Keluarga Berkualitas, Aisyiyah Gelar Bimbingan Perkawinan bagi 50 Remaja Usia Nikah

Ciptakan Keluarga Berkualitas, Aisyiyah Gelar Bimbingan Perkawinan bagi 50 Remaja Usia Nikah

...

Kegiatan MBR PDAM Padang Pariaman 2019 Selesai Tepat Waktu

Kegiatan MBR PDAM Padang Pariaman 2019 Selesai Tepat Waktu

PADANG PARIAMAN -- Pelaksanaan kegiatan dengan penerima manfaat masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) PDAM Padang...

Hari Nusantara 2019 di Pariaman, Ini Kata KASAL RI

Hari Nusantara 2019 di Pariaman, Ini Kata KASAL RI

PARIAMAN -- Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, menyatakan siap mendukung penuh Peringatan Hari...

Transformasi Bisnis, Tangkelek Usung Konsep One Stop Shopping

Transformasi Bisnis, Tangkelek Usung Konsep One Stop Shopping

BUKITTINGGI - Dengan space belanja satu lantai yang relatif luas, serta melakukan transformasi bisnis, Tangkelek...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media