Thursday, 22 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Peristiwa

BMKG Rekam 48 Gempa Susulan Usai Gempa 7,2 SR di Halmahera Selatan

Minggu, 14 Juli 2019 - 23:19:26 WIB - 418
BMKG Rekam 48 Gempa Susulan Usai Gempa 7,2 SR di Halmahera Selatan
Ilustrasi


JAKARTA -- Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan, hingga Minggu (14/7/2019) pukul 23.00 WIB, sebanyak 48 gempasusulan terjadi usai gempa utama dengan magnitudo 7,2 pukul 16.10 WIB pada Minggu, (14/7/2019).

"Gempa susulan ini masih terjadi di sekitar lokasi gempa utama," ujarnya

Lanjutnya, gempabumi ini berkekuatan M=7,2. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,56 LS dan 128,06 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 63 km arah timur Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara pada kedalaman 10 km.

Katanya, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar Sorong-Bacan. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar mendatar.

Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Obi V MMI (getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Labuha III MMI, Manado, Ambon II-III MMI, Ternate, Namlea, Gorontalo, Raja Ampat, Sorong, dan Bolaang Mongondow II MMI, Dilaporkan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut di Kecamatan Gene Barat Halmahera Selatan. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami

"Hingga pukul 21.00 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan 48 kali aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M=5.8 dan magnitudo terkecil M=3.1. 27 gempa diantaranya dirasakan di daerah terdekat, khususnya daerah Labuha," ujarnya.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, dan agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan, sebelum anda kembali kedalam rumah.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (user: pemda, pwd: pemda-bmkg) atau infobmkg," tutupnya. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)
Tag: indonesia,peristiwa

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Ini Rangkaian Kegiatan Perayaan HUT RI ke-74 di Sijunjung, Sumbar

Ini Rangkaian Kegiatan Perayaan HUT RI ke-74 di Sijunjung, Sumbar

SIJUNJUNG - Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Ulang Tahun Kmerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-74 Tahun 2019 di...

Driver GoJek Pertanyakan Kenaikan Tarif, Akibat Pemberlakuan Keputusan Menhub

Driver GoJek Pertanyakan Kenaikan Tarif, Akibat Pemberlakuan Keputusan Menhub

...

Indonesia kembali berjaya di Olimpiade Informatika Internasional di Baku, Azerbaijan

Indonesia kembali berjaya di Olimpiade Informatika Internasional di Baku, Azerbaijan

BAKU - Anak bangsa kembali menorehkan prestasi yang membanggakan dalam ajang kompetisi Olimpiade Infomatika...

Untuk Tingkatkan Produktivitas Sektor Pertanian, Pemkab Pasaman Kukuhkan Komisi Irigasi

Untuk Tingkatkan Produktivitas Sektor Pertanian, Pemkab Pasaman Kukuhkan Komisi Irigasi

PASAMAN -- Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan produksi beras agar tidak tergantung kepada beras impor...

Diduga Depresi, Seorang Pria di Agam Ditemukan Tewas Tergantung

Diduga Depresi, Seorang Pria di Agam Ditemukan Tewas Tergantung

AGAM - Diduga depresi, warga Jorong Padang Galanggang, Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Provinsi...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media