Wednesday, 20 Nov 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Pasaman barat

Diduga Keracunan, 29 Orang Panitia MPLS SMKN 1 Lembah Melintang Dilarikan ke Puskesmas

Selasa, 16 Juli 2019 - 01:45:31 WIB - 2611
Diduga Keracunan, 29 Orang Panitia MPLS SMKN 1 Lembah Melintang Dilarikan ke Puskesmas
29 Orang Panitia MPLS SMKN 1 Lembah Melintang Dilarikan ke Puskesmas Ujung Gading, Senin (15/7) sore.


PASAMAN BARAT - Diduga keracunan, 29 orang siswa dan guru di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat dilarikan ke Puskesmas Ujung Gading, Senin (15/7) sore.

Puluhan Siswa tersebut mengalami mual, muntah, dan pusing setelah menyantap sate sebagai sarapan pagi sebelum kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada hari pertama kegiatan.

Kepala SMKN 1 Lembah Melintang, Drs. Rifai mengatakan, para siswa dan guru dilarikan ke Puskesmas setelah merasa pusing dan mualnya semakin parah usai makan sate.

"Sate itu kemarin sengaja dipesan oleh panitia MPLS sebanyak 50 bungkus untuk sarapan pagi panitia MPLS yang terdiri dari guru dan OSIS. Namun tadi pagi, setelah sarapan ada beberapa siswa dan guru merasakan mual dan pusing. Melihat kondisi itu, para panitia MPLS ini mencoba memberikan pertolongan pertama, tapi hingga sore tadi sedikitnya sebanyak 29 orang terpaksa dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif karena keadaannya semakin parah," ujarnya, sebagaimana dikutip dari kongkrit.com, Senin (15/7) malam.

Disampaikan Rifai, sempat ada beberapa siswa dari panitia yang ditandu oleh rekannya karena memang badannya lemas dan pusing.

"Bahkan ada dari siswa kita yang panitia (OSIS) sempat ditandu karena memang lemas dan pusing, hingga akhirnya kami bawa ke Puskesmas untuk mendapatkan pengobatan dari tim medis," lanjutnya.

Menurut keterangan guru dan siswa panitia MPLS kepada Kepala Sekolah, ada beberapa daging sate ini yang aneh, sebagian dagingnya ada yang keras dan lunak. Diduga daging inilah penyebab mereka mengalami gejala keracunan tersebut.

"Kemungkinan penyebabnya daging ini, dimana mungkin daging ini tidak habis sebelumnya, dan dimasak kembali untuk keesokan harinya," kata Rifai.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Sekolah beserta beberapa orang guru masih berada di Puskesmas mendampingi satu orang siswa dan satu orang guru yang masih mendapatkan perawatan intensif dari dokter. (*/EL)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: pasaman-barat,pendidikan,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Sikapi Kelangkaan BBM di Sumbar, Ini Kata Sekdaprov dan Andre Rosiade

Sikapi Kelangkaan BBM di Sumbar, Ini Kata Sekdaprov dan Andre Rosiade

PADANG -- Warga Kota Padang dan sejumlah kab/kota di Sumbar, dalam beberapa hari terakhir ini mulai antre mengisi BBM...

Erman Safar Adakan Pembicaraan Serius Dengan Partai Golkar PPP dan PAN, Ini Yang Dibahas

Erman Safar Adakan Pembicaraan Serius Dengan Partai Golkar PPP dan PAN, Ini Yang Dibahas

BUKITTINGGI -- Erman Safar kandidat bakal calon Wali Kota Bukittinggi tahun 2020-2025 mendatangi beberapa partai...

PMI Kota Bukittinggi Lakukan Orientasi Calon Anggota TSR

PMI Kota Bukittinggi Lakukan Orientasi Calon Anggota TSR

BUKITTINGGI -- Musibah bencana alam yang terjadi diluar daripada kehendak manusia, begitu juga bencana lainnya yang...

Jelang Muswil PWPM Sumbar, PDPM Pasbar Solidkan Barisan Cabang

Jelang Muswil PWPM Sumbar, PDPM Pasbar Solidkan Barisan Cabang

PASAMAN BARAT -- Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PM) Kabupaten Pasaman Barat siap menyukseskan Musyawarah Wilayah...

ISI Padang Panjang Kembali Gelar Kriya Seni Expo #3

ISI Padang Panjang Kembali Gelar Kriya Seni Expo #3

PADANG PANJANG -- Bertemakan "Ivovasi Kreatif Produk Handycraft Masa Kini" Institut Seni Indonesia (ISI) Kota...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media