Monday, 19 Aug 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Bukittinggi

Inilah Kisah Afdal Jalani Profesi Tukang Khitan

Rabu, 17 Juli 2019 - 21:44:06 WIB - 1077
Inilah Kisah Afdal Jalani Profesi Tukang Khitan
Afdal A.Md saat melakukan khitanan.


BUKITTINGGI - Menurut bahasa khitan adalah berasal dari kata dalam bahasa Arab yaitu khatnun yang berarti memotong bagian depan. Sedangkan menurut istilah khitan adalah memotong kulup (kulit kelamin laki-laki bagian ujung) yang menutupi kepala zakar agar kelamin laki-laki tidak mudah terkena kotoran dari sisa air seni yang menempel pada kulit dalam tersebut.

Khitan bagi laki-laki hukumnya wajib yang dilakukan sebelum balig sedangkan bagi perempuan hukumnya sunah atau hanya sebagai penghormatan hal ini berdasarkan pendapat hampir seluruh ulama fiqih.

Berlandaskan agama Islam yang dianutnya, Afdal berpendidikan D3 keperawatan tamat 1995, setelah tamat kuliah Afdal.A.Md langsung bekerja di perusahaan tambang ditempatkan di klinik perusahaan.

Dikarenakan letaknya perusahaan tersebut berada ditengah-tengah warga masyarakat setempat, maka diadakan khinatan massal untuk anak-anak karyawan dan anak-anak warga masyarakat disekitar perusahaan tepatnya di Kiliran Jao Sungai Tambang Kabupaten Sijunjung.

Kepada wartawan MinangkabauNews.com, Rabu (17/7/2019) di markas PMI Kota Bukittinggi, Afdal menceritakan tentang profesi tukang khitan, mulai menggeluti profesi tukang khitan untuk mencari lebih dalam lagi tentang ilmu tersebut untuk dipergunakan diri sendiri, keluarga dan orang yang yang memerlukannya. Ilmu khitan pertama kali didapatnya saat mengikuti pendidikan praktek-praktek ke Puskesmas/rumah sakit.

Di tahun 2005 bertepatan dengan terjadi bencana alam tsunami di Provinsi Aceh, berangkat ke lokasi melalui PMI Kota Bukittinggi, PMI Provinsi Sumatera Barat dan PMI Pusat guna membantu korban bencana.

Di samping membantu korban, Afdal melihat beberapa anak-anak yang sudah patut untuk di khitan, dengan mengambil inisiatif ke koordinator lapangan yang seorang dokter untuk melakukan khitanan massal. Ternyata di daerah bencana tersebut terdata sebanyak 75 anak yang akan di khitan.

Dengan tenaga sebanyak 6 orang melakukan amal ibadah khitanan massal di camp pengungsian selama 3 hari pelaksanaan khitan menggunakan alat manual, karena pada waktu itu belum adanya alat elektrik seperti yang sekarang dipakainya untuk jasa khitanan.

Setelah dari Kiliran Jao, Afdal pindah tugas kerja di Provinsi Sulawesi Tenggara di Kabupaten Konawei Utara, disini juga mengadakan khitanan massal untuk anak-anak karyawan dan anak-anak warga masyarakat sekitar perusahaan nikel dan sekaligus mengadakan donor darah.

Sampai kini Afdal bergelut di bidang tukang khitan yang siap datang jika ada panggilan untuk khitanan, kini tidak lagi memakai secara konvensional tapi telah memakai alat modern berupa sinar laser, profesi inilah sebagai wirausaha jasa untuk menghidupi keluarga, karena Ia pun tidak seorang pegawai negeri atau swasta. Dari hasil yang lumayan Alhamdulillah dapat menghidupi keluarga.

Untuk pasien yang akan di khitan, lanjut Afdal tidak menentu, tahun 2019 ini sampai kini hanya 5 orang anak yang di khitan, biasanya khitanan di waktu liburan sekolah, tapi kini anak-anak sudah memasuki sekolah. Dalam mengerjakan jasa khitanan, Afdal datang ke rumah yang memanggilnya, dan mengerjakannya tidak dengan konvensional tapi dengan alat modern yaitu flash cutter turbo.

Anak yang di khitan, kata Afdal, di control setelah 2 hari untuk dilihat kesehatan anak tersebut, inilah yang dilakukannya untuk menjaga jangan sampai terjadi gangguan kesehatan bagi si anak yang di khitan, dan dalam waktu satu minggu sudah sembuh dan dapat memakai celana kembali, pungkas Afdal.

Di samping seorang tukang khitan, Afdal juga sebagai anggota staf dan relawan PMI Kota Bukittingi dan juga seorang pendonor tetap yang telah mendonor darahnya sebanyak 137 kali, tahun 2018 kemaren mendapat pin emas dari Presiden Republik Indonesia di Istana Merdeka. (Iwin SB)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: bukittinggi,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Ibra Yasser, Inspirator Gerakan Kepemudaan dan Kemasyarakatan

Ibra Yasser, Inspirator Gerakan Kepemudaan dan Kemasyarakatan

BUKITTINGGI - Ibarat dalam suatu pelayaran mengarungi samudera, harus pandai mengendalikan perahu agar selamat sampai...

BMKG Catat Mentawai Diguncang Gempa dengan Kekuatan M 3,4, Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG Catat Mentawai Diguncang Gempa dengan Kekuatan M 3,4, Tidak Berpotensi Tsunami

MENTAWAI -- Gempa berkekuatan magnitudo (M) 3,4 mengguncang Kabupaten Kepulauan Mentawai. Badan Meteorologi,...

Bahas Kelanjutan Ranperda KTR Bersama DPRD, Bupati Mentawai: Ini Sudah Lama Kita Gagas

Bahas Kelanjutan Ranperda KTR Bersama DPRD, Bupati Mentawai: Ini Sudah Lama Kita Gagas

MENTAWAI - Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Mentawai bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mentawai,...

Tinjau Pelaksananaan Penyembelihan Hewan Qurban, Wawako Pariaman: Sampaikan Ini

Tinjau Pelaksananaan Penyembelihan Hewan Qurban, Wawako Pariaman: Sampaikan Ini

PARIAMAN - Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin setelah selesai mengadakan open house di rumah dinasnya bersama...

Sudah Tiga Tahun Tak Kunjung Usai, Warga Air Haji Pessel Pertanyakan Sertifikat Prona

Sudah Tiga Tahun Tak Kunjung Usai, Warga Air Haji Pessel Pertanyakan Sertifikat Prona

PESISIR SELATAN - Sejumlah masyarakat Kenagarian Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan,...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media